Kita Itu Apasih?

Kita Itu Apasih?
Eps 2-Senyuman Pertama


__ADS_3

Seisi kelas ricuh karena melihat wajah dari sosok sang bidadari “GUE” Asek!


“Wuidih sob liat tuh sob, seperti bidadari 7 turunan semesta alam sob!!” gitu kata Ago sambal berbisik dengan sedikit candaan.


“Biasa aja kali sob”


“Aelahh, Tuman!”


    Jujur pertama kali melihat wajah nya, biasa aja, kedua kalinya, masih biasa aja, sampai yang ketiga kalinya, BOSEN! dan “biasa aja” itulah kata yang selalu tengiang ngiang di otak saat melihat dia. Ada beberapa hal yang membuat aku tidak tertarik dan tidak menginginkan untuk yang namanya “pacaran”, yang pertama yaitu karena nasehat dari mama. Waktu itu mama pernah bilang ;


    “Andhra, Andhra untuk sekarang jangan pacaran dulu yaa nak, sama siapapun itu jangan yaa. Bukan berarti mama ngelarang deket sama siapaun, atau membuat kamu single terus, bukan kok. Mama Cuma pengen kamu jadi orang sukses, bahagiakan mama papa kamu, saudara kamu, keluarga mu. Lagi pula Andhra kan masih kecil, belum begitu mengerti atau memahami jelas yang namanya cinta, tentang cinta terhadap seseorang itu seperti apa. Yaa memang cinta itu akan datang kapan saja, tetapi ini bukan waktunya, ini belum saatnya untuk Andhra mengetahuinya. Andhra sekolah saja yang benar dulu, nanti kalau sudah bekerja barulah kamu cari jodohmu. Andhra belajar saja yang pintar, bukan berarti Andhra bodoh, tidak, Andhra sudah pintar kok tetapi coba lebih diasah dan di pertajam belajarnya, pasti deh mama sama papa bakalan senenggg banget. Mama cuma gamau kamu ngecewain mama dan papa, jadi jangan kecewain mama papa ya nak”


“iya ma” aku menjawab dengan senyuman.


    Itulah alasan pertama mengapa aku ga mau yang namanya “pacaran”. Orang tua sudah susah susah sekolahin tinggi tinggi ehh malah kita yang ngehancurin harapan orang tua, intinya aku gamau bikin orang tua ku kecewa terhadap perilaku ku. Alasan lain nya yaitu “takut putus dan membuat perselisihan”, yaa hal ini cukup umum sihh yang dialami oleh “couple couple” dan “pasangan sejoli” tapi kenapa harus pacaran kalo kita masih bisa jadi temen deket? Toh kalo pacaran kita bakal jauh jauhan saat kita putus hubungan. Lah kalo temen deket? Yaaa kan bakalan kekal, yaa mungkin bakal ada aja pertikaian yang terjadi, tapii palingan cuma bertahan sehari ampe tiga hari, setelah itu yaa baikan dehh. Kesimpulannya aku gamau jauh sama orang yang aku sayangi AHAY! Ada juga alasan lainnnya yaitu “pacaran hanya status” yaaa itulah.


    Sudah 40 menit berlalu, kini giliranku untuk menyampaikan isi biodata yang sudah kupersiapkan dengan matang untuk dipersentasikan.


“Halo semuanya, saya Andhra dan rumah saya juga tidak jauh dari sini kok, salam kenal semua” sambil memamerkan senyuman “cool” atau senyuman manis bagai Mentari di malam hari.


“…… Wahhhhh kocakkk nihhh, hahahaha liat tuh mukanya kayak lagi stand up, wahhh lucu parah hahaha”


    Yaelah kenapa sih ama ni muka? Nyimpen dendam banget nih orang yak. Karna aku orang baru, jadii aku biarkan saja dari pada berbuat macem macem. Akibat perkataan tersebut, seisi kelas sekarang tertawa terbahak bahak dan juga, kakak kakak OSIS pun ikut merasakan suasana yang indah ini. Aku sendiri tidak merasa tersinggung atas perkataan kakak OSIS tersebut, justru aku malah senang mendapat julukan tersebut. Dengan adanya julukan tersebut aku berniat untuk memperbanyak teman dan mencari jodoh ehh maksudnya godoh (Pisang Goreng:Bali).


    Seminggu setelah kejadian tersebut, sekolah kami pun sudah mulai aktif seperti biasanya atau bisa dibilang sudah memasuki belajar mengajar seperti biasa. Dan sudah saatnya kelasku juga mendapatkan Wali kelas. Dan ternyata wali kelas yang kudapat bukan sembarang Wali kelas, konon katanya Wali kelas ini pernah dijuluki “Wali Kelas Idaman” yaa kedengarannya sedikit gimanaaa gituuu, tapi kalau diganti jadi si Mila? “Mila Sang Idaman kuuuuu” itu lebih parah sihhh. Karna sangkin populernya Wali Kelas ini maka tak heran kalo dia sering mendapat bintang lima dari para fansnya. Tapiii julukan tersebut harus ku tarik lagi sepertinya, karenaaaaa dia menempatkan diriku didepan meja guru!! APES LAGI! Dan meja Mila terletak 2 meja disebelah kanan setelah diriku. Yaa ga sebangku tapi sederet lah. Berbeda dengan Ago dia tepat berada di belakang meja ku, jadi kalau mau kompromi bisa lahhh.


Belum genap menyelesaikan pelajaran pada semester ini, ehh teman teman di kelas udah banyak yang punya gandengan a.k.a *"pacaran*", jadi cuma beberapa doang yang seperti “sendal cuma sebelah”. Sendiri, tetapi tidak dijauhi yang lain.


“Sob mending cari gandengan sono, dari pada sendiri mulu, ga bosen apa?” kata Ago sambil memakan mie goreng di kantin langganan.


“Ogah mah Sob, kan udah tau sendiri apa kata mama”

__ADS_1


“Aelah, noh si Mila kosong tuhh!”


Yakkk, mendengar kata seperti itu membuat aku sedikit malu malu mau, ehhh maksudnya kucing.


“Elahh ki bocahh, cepetan udah mau bell masuk!”


“Iyee”


    Sesamapinya dikelas selang beberapa menit guru pun masuk dan memulai pelajaran. Guru tersebut menugaskan untuk membuat kelompok, karena sifat ku pada umumnya adalah orang yang “Slow motion” jadinya harus mendapat kelompok yang sisa, aku satu kelompok dengan Ago dan ajaibnya aku satu kelompok dengan Mila. FIKS GABENER NIH, ini pasti ulahnya si Ago!


“Yak, ibu harap kalian senang yaa belajar bersama kelompok kalian. Dan ibu tugaskan untuk membuat satu sejarah tentang kerajaan zaman dahulu, satu kelompok satu sejarah, jangan jiplak yaaa” sahut ibu sambil menyindir siswa yang sering melakukan tindakan terlarang yaitu “COPLAK” alias Contek dan Jiplak.


“Jadi kita buat tugasnya diamana nih??” kata salah satu temanku yang bernama Andi.


“Dirumah aku aja gimana?” jawab ku dengan cepat.


    Tujuan ku adalah untuk memperdekat pertemanan aja, bukan ada maksud hal lain, dan juga bukan karena Mila, karena otakku belum nyampe ke arah sana. Dan untungnya mereka mau untuk kerumah ku. Dua hari setelah tugas itu diberikan, teman teman datang kerumah ku untuk mengerjakan tugas kelompok yang sudah diberikan oleh guru kemarin.


“Udh anggap aja rumah sendiri” kata si Ago


“Aelah jugaan ane sering kesini”


    Semua tertawa atas lawakan tadi, hingga Mila pun mengeluarkan sedikit senyuman. Siska pun mengomentari ekspresi yang tak sengaja dikeluarkan begitu saja pada raut muka Mila.


“Eh liat tuh si Mila langsung senyum asikiwir gitu, eh Mil sering sering beginilah kan manis keliatannya, kita juga seneng tau” sahut Siska sambil menoleh kearah Mila.


“hehe iya” jawabnya dengan gemulai.


    Itulah saat pertama kalinya aku melihat dia senyum seperempatnya. Dua jam kita bekerja hingga akhirnya kita semua kayak orang purba yang kelaparan dua abad.


“Adohhhh laperrrrrr, beli makanan yukkk!!” kata Bima salah satu dari kelompok kita.

__ADS_1


“Yaudah dehh, ehh tapi yang mau keluar siapa nihh?” lanjut Ago


“Hompimpa aja gimana?? Yang warnanya berbeda dua orang, mereka yang beli” seruku, karna permainan hompimpa ini sudah mahir ku mainkan.


Kita semua sepakat dan mulai berkonsentrasi untuk memilih warna yang tepat. Hingga pada akhirnya,


“Sa tu du a ti GA!!” Seru ku dengan semangat.


Yapppp aku salah memprediksikan aku kalah dan orang yang ikut kalah tersebut adalah Mila. Aku terheran heran kenapa aku bisa kalah? Padahal permainan ini bisa ku mainkan dengan cepat dan benar, anehhh.


“ehh ini bisa diulang gakk??” Aku berkata, dengan berharap permainan ini dapat diulang.


“yee, kan kamu yang mau cara begini, gabisa!” Lanjut Siska dengan raut wajah yang kelaparan.


    Dan mau gamau aku pergi Bersama Mila untuk beli kebutuhan yang harus terpenuhi oleh lambung ini. Awalnya cukup aneh berjalan sama Mila, karna sepanjang jalan dia cuma diam dan diam, yaa aku takutnya dia mules atau gimana kan aku ga tau. Mau aku ajak ngobrol juga ga enak, karena kita baru kenal. Jadi kuputuskan untuk tidak berbicara sepanjang jalan. Sesampainya di tempat pengisi perut, aku memberanikan diri untuk berinteraksi ke Mila.


“Mil, kok selama ini kamu diem aja sih?”


“Ga kenapa” jawabnya yang cukup singkat, seperti tidak ingin basa abasi


“ohh,aaa... ku pikir kamu mules selama beberapa bulan ini, tapi aneh juga kalo mulesnya ga kelar kelar” lanjut ku untuk sedikit menghibur dirinya dan akhirnya dia tersenyum.


“Aku basa basi gini ga ada maksud lain kok, Cuma pengen ngobrol aja layaknya si Ago”


“iya" kata Mila dengan senyuman.


Wahhh finally kutaklukan hatinyaaa, ehhh pesonanyaa, ealah maksudnya rasa cemberutnya.


“oh hiya kamu mau tau kenapa kau kayak gini?” lanjut Mila diselang beberapa detik


“engga si” dengan jawaban yang tidak tau arah kemana.

__ADS_1


“nanti saja kalau kita sudah lebih dekat”


Kutunggu kedekatan dengan dirimu Mila.


__ADS_2