Kita Itu Apasih?

Kita Itu Apasih?
Eps 7- Cemburu?


__ADS_3

‘jangan sedih lagi Mila’


“apaan Ndhra?” Kata Mila seolah dia tau apa yang ku bisikan.


“Oh nggak kok” jawab ku, karena sudah tertangkap basah


Hari itu Mila sudah mulai seperti biasanya, namun ketika dia pergi ke sekolah, hampir setengah dari siswa siswi disekolah, mengoloknya sebagai orang tidak percaya diri, tetapi ada juga yang membelanya. Awalnya dia merasa risih atas perkataan dan cemooh orang orang tersebut, namun lama kelamaan hal itu tidak terdengar lagi, Mila memberanikan diri untuk menyanyi di hadapan orang lain, bahkan dia sampai dipanggil orang untuk menyanyi di sebuah pesta hari ulang tahun. Suatu hari aku dan teman kelompok berkumpul di rumah Ago. Disana kita berbicara tentang jenjang pendidikan selanjutnya.


“Eh kalian pada mau masuk di sekolah mana?” Aku mengawali pembicaraan tersebut


“Ya aku sih maunya SMA, tapi ga tau deh orang tua ku setuju atau tidak?” Sahut Siska


“Ya sama sih sob, aku mah ke SMA aja” lanjut Wildan


”Wah, kayaknya kita harus berpisah nih. Aku malah mencari SMK dibanding SMA. Sampai jumpa kalian” sahut Bima


“Kan masih bisa ketemua kali Bim, kalau kamu Mil?” tanya ku sambil memandang Mila


“ga tau Ndhra”


“Lah Mil, kita kan udah mau tamat, masa masih belum tau sih?” lanjut Siska


“Masih nunggu jawaban ayahmu? Kalau tidak kamu yang menanyakan, ayahmu akan diam saja Mil” kata Bima


“Nanti aku tanya tante ku aja deh” Mila mengucap sambil membaca novel.


Hampir berjam jam kita bercakap cakap, tiba saatnya untuk kembali ke habitat masing masing. Tiba tiba Mila menyosor ke motor ku sambil berkata


“Ndhra nebeng yak”


“Dasar!”


Aku, Mila, Siska dan Bima pulang setelah talk show dirumah Wildan. Dalam perjalanan Mila hanya bisa memandangi pohon yang dilewatinya, gedung gedung, burung, bahkan orang yang sedang mencuci mobil. Tidak seperti biasanya dia berkata sepuluh ribu kalimat dalam satu perjalanan.


“Tumben diem aja Mil, biasanya kayak ibu ibu nge gosip” sindir ku

__ADS_1


“Yaiyalah, kapan lagi bisa kayak gini?”


“Maksudmu Mil?” heranku karena mendengar kata yang dilontarkan


“Ada lah Ndhra”


“Huft, nyebelin, udah kebayang belum Mil? Mau lanjut ke jenjang mana?”


“Maunya sih biar kita ga jauh aja” jawab dirinya dengan santai


“Gimana? Maksudnya kamu?”


“HUS! Jangan jauh jauh pikirannya. Maksudnya kita berlima ini ga jauh jauh, biar ada best friend gitu loh, kan zaman sekarang susah nyari begituan” Lanjut diri Mila


Mungkin pikiran ku saja yang terlalu jauh. Aku mengantar Mila pulang dengan selamat, dan aku pun juga pergi ke habitatku. Tidak terasa aku sudah mau selesai di jenjang pendidikan ini, banyak hal yang sudah kulalui dan kesannnya juga menarik, walaupun ada saja cerita yang sedikit menyedihkan. Sebelum aku benar benar melepaskan sekolah ini, aku dan teman teman pergi ke kantin langganan sekolahku, hanya untuk merasakan masakan bu kantin untuk terakhir kalinya.


“Bu, lima ya yang kayak biasanya, mau mencoba makanan ibu untuk terakhir kalinya” kataku ke Ibu kantin


“Iya bu, dari pada kita mubazir makananya he he he” sela Ago


“AH kalian ini ada ada saja” canda dari Ibu kantin


“Eh iya nak Andhra sama nak Mila pacarana ya? Kok keliatan dekat banget akhir akhir ini” Sahut Bu kantin di sela sela pembicaraan


Kata tersebut membuat aku tersedak dan harus dilarikan dengan meminum es the hangat. Mendengar kata kata seperti itu Mila menjadi malu, entah karena apa aku juga tidak mengerti jelas. Teman temanku bukannya membantuku, melainkan mereka malah membantu argumen dari Bu Inten atau bu kantin.


“Ya maaf dek Andhra, ibu kan hanya mengira ngira saja” lanjut bu Inten, sambil memberi es the hangat dan sambil menepuk pundakku


“Tapi Bu Inten ada benarnya juga deh, kalian akhir akhir ini udah kayak pemeran sinetron saja. Ada apa ya?” Lanjut Bima


“wahh, sudah pasti nih!” sindiran yang begitu saja dilontarkan kepada Siska.


“Heh apasih! Kasian tuh Mila mukanya jadi cemberut begitu!” tegur kata Wildan


“santai aja kali Wil, paling cuma becanda” sahut Mila dengan muka yang masih memerah

__ADS_1


Aku masih bingung kenapa Wildan menjadi seperti itu, selesainya kita makan di kantin kita bergegas balik ke kelas untuk mengikuti jam pelajaran terakhir. Seperti pada biasanya jam terakhir adalah dimana jam paling membosankan, hanya sedikit murid yang mampu mengerti dan memahami apa yang dibicarakan guru tersebut. Aku hanya melihat gerak geriknya Ago, dia terlihat berbeda, dia hanya melihat Mila, tanpa teralihkan pandangannya, seolah olah dia sedang menjaga hartanya. Entah apa maksudnya aku juga tidak tahu, mungkin dia ada menyimpan rasa pada Mila, namun hal apa juga yang harus ku dapat dan peroleh dari itu, lagi pula aku bukan siapa siapa Mila di waktu itu. Memang benar otaknya Wildan susah dipahami.


Sepulang sekolah aku langsung pergi ke kamar untuk menghayal dan merernung ‘misalnya kalau kita berpisah bagaimana ya?’ maksudnya ‘apakah kita berlima tidak akan pernah bertemu di kemudian hari atau gara gara aku takut kehilangan Mila. Ah aku sekolah saja dulu, masalah jodoh masih lama’ itu lah yang ada di benak pikiranku. Tepat jam empat sore, Ago mengaja teman teman untuk ber olahraga, ya mungkin lari keliling lapangan. Sore itu kita semua bisa ikut untuk berlari, jam lima tepatnya kita semua sudah disana dan mulai melakukan aktivitas. Awalnya terlihat biasa saja, semua berubah seketika Mila jatuh.


“Eh Mil, kamu tidak apa apa?” kata Ago


“tidak apa apa kok Wil” lanjut Mila


“Yasudah kita istirahat saja dulu, kalian kalau mau lanjut berlari lanjut saja, biar aku yang menemani” Ago berkata sambil menggendong salah satu tangan Mila.


“Yasudah sini aku temenin” sahut Siska


Alhasil aku dan Bima yang melanjutkan aktivitas tersebut, sambil berbincang bincang bersama Bima. Tapi kenapa pertanyaan Bima mendadak aneh ya.


“Ndhra kamu bukannya pacaran ya dengan Mila?” tanya Bima


“Ya enggak lah Bim, kan sudah tau sendiri aku bagaimana. Emang nya kenapa” lanjut pertanyaan ku


“Engga kenapa sih, cuman kalian udah keliatan cocok aja Ndhra he he he”


“halah kamu ini, ganti topik pembicaraan deh, males kalau sudah soal cinta begitu” sahut diriku


Selang beberapa detik Siska datang dari arah belakang dan langsung ikut pembicaraan kita


“Eh Sis, kok kamu ikut kesini? Bukannya kamu lagi menemani Mila ya?” tanya Bima dengan heran


“Ngga tau tuh, disuruh lari sama si Wildan” Siska berkata


“Ohh, tapi aneh ya akhir akhir ini Wildan sedang pendekatan dengan Mila, ada apa ya?” lanjut Bima


“iya deh Bim tapi…, Ndhra kamu ga cemburu kan?” tanya Siska yang membuat aku kaget


“Iya engga lah Sis, kalian ini kenapa sih? Sejak awal kan aku sudah bilang aku gam au pacarana” kata diriku yang sudah mulai kesal dengan perkataan mereka


“kan memastikan Ndhra” kata mereka berdua

__ADS_1


‘aku jodohin sama Mila mau ga Ndhra?’ bisik Bima dengan Siska sambil menoleh kearah ku


“NGOMONG APA KALIAN?!” keras kata ku yang membuat mereka terkejut


__ADS_2