
Dalam situasi yang belum menentu dan kondisi Brian yang belum juga diketahui sama sekali, ketiga detektif yang menangani kasus ini masih terus berusaha menyelidiki setiap kemungkinan yang ada dan berusaha untuk bisa memecahkan kasus yang tengah mereka selidiki saat ini.
“Apa kita sudah mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit tentang kondisi Brian saat ini?“ tanya detektif Abraham yang tengah menyeruput kopi panas buatannya sendiri.
“Pihak rumah sakit belum memberi kabar lagi tentang kondisi Brian untuk saat ini detektif,” jawab detektif Keiko.
“Kenapa juga anda ingin tahu soal keadaan tersangka, apakah anda berharap bahwa tersangka tak bertahan hidup dan kita kehilangan semua hal yang akan membawa kita kepada siapa yang memerintah Brian dan menyeret orang itu juga masuk ke dalam penjara, detektif?“ tanya detektif Egan dengan sangat ketus.
“Bagaimana mungkin anda berpikir sampai ke sana detektif? Sepertinya anda sangat tidak menyukai kehadiran saya di kantor wilayah Winter hill ini!?“ tanya detektif Baraham tak kalah sinis.
“Bisakah kita fokus saja dulu ke kasus ini!? Kita perlu menyelidiki dan memecahkan kasus ini, bukan?“ tanya detektif Keiko yang selalu berusaha menjadi penengah di tiap keributan yang dibuat oleh detektif Egan dan Abraham selama beberapa hari ini.
“Jadi info apa yang sudah kita ketahui untuk saat ini, detektif Keiko?“ tanya detektif Abraham berusaha mengacuhkan detektif Egan yang sepertinya masih dikuasai oleh rasa kesal.
Detektif Keiko kemudian mengambil remote yang sejak tadi tergeletak di atas meja kerja detektif Egan, sebuah remote yang juga biasa dia gunakan untuk mengontrol kursor di layar monitor besar di ruangan itu dan kini mengarahkannya untuk membuka beberapa file yang telah dikirimkan oleh Aris.
“Jadi ternyata selama ini kita ini melakukan sebuah kesalahan dalam menganalisa! Jadi Brian bukanlah seorang pembunuh berantai seperti yang kita sangka selama ini,” ujar detektif Keiko.
“Dia adalah seorang pembunuh yang di perintah oleh seseorang untuk melakukan sebuah penghilangan nyawa orang lain dan kini sudah menghilangkan nyawa sebanyak lima orang sejauh ini dan dia selalu mendapatkan uang sebagai balasan dari apa yang sudah dia kerjakan,” lanjut detektif Egan.
“Gue juga udah coba memeriksa latar belakang para korban degan teliti. Kenyataannya mereka tak bekerja di perusahaan yang sama, usia mereka pun berbeda satu sama lain, begitu pula dengan jenis kelamin ke limanya,” ujar detektif Keiko.
“Mereka juga sudah pasti tidak berasal dari tempat yang sama karena seperti yang kita ketahui bersama kalau dua korban yang sejak awal kita ketahui berasal dari Winter hill dan Spring hill,” tambah detektif Abraham.
__ADS_1
“Dilihat dari ciri fisik mereka berlima pun tak ada satu pun yang memiliki kesamaan. Di kasus kami di Winter hill, korban berambut coklat panjang dan seseorang yang menyukai olah raga serta memiliki tubuh yang cukup bugar namun di kasus anda korban berambut hitam pendek dan merupakan seseorang yang menyukai game on line dan menghabiskan banyak waktnya di depan komputer baik di rumah maupun di warung internet,” detektif Egan melanjutkan.
“Berarti tak ada satu pun latar belakang korban yang saling berkaitan dan sama,” sambung detektif Keiko.
“Satu-satunya hal yang membuat mereka berlima saling berkaitan adalah Brian dan orang yang merekrutnya untuk melaksanakan proses penghilangan para korban,” detektif Egan melanjutkan.
“Pertanyaannya jadi siapa yang menyewa jasa dan menyuruh Brian melakukan ini?“ lanjut detektif Abraham.
“Kita sendiri belum mengatahui informasi itu. Aris masih terus berusaha untuk menyelidiki dan memeriksa aliran dana yang masuk ke rekening Brian,” ujar detektif Keiko
Sementara di beberapa lantai di atas lantai ruangan divisi pembunuhan itu dua orang forensik sedang sibuk berbincang di ruangan Aris.
“Saya sungguh sudah tidak butuh itu prof,” ujar Aris yang lengannya kini sudah terbalut kain khusus yang tersambung dengan alat untuk memeriksa tensi darah.
“Tapi saya benar-benar baik-baik saja prof,” Aris masih berusaha mengelak dan ingin segera kembali mengerjakan tugas yang diberikan oleh para detektif.
“Apakah situasi tadi sama sekali tidak mengganggu kamu ris?“ tanya Birdella.
“Sesungguhnya kekhawatiran anda yang berlebihan ini yang mengganggu saya saat ini prof. Saya masih punya sebuah pekerjaan penting untuk membantu Egan, Keiko dan detektif Abraham,” jawab Aris begitu menggebu-gebu.
“Lo juga sih dell, kenapa harus segitu khawatirnya sih!?“ celetuk detektif Egan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Aris.
“Hei! Aris ini masih anak buah gue. Gue berhak khawatir tentang apa yang terjadi pada dia. Apalagi tadi itu situasi yang berbahaya, bukan sebuah situasi yang biasa-biasa aja,” protes Birdella.
__ADS_1
“Sebenarnya Egan juga tadi ketakutan dan khawatir kok del. Dia ngomong gitu juga karena tahu kalau kondisinya memang udah jauh lebih baik,” timpal detektif Keiko sambil memegang lembut pundak Birdella.
Birdella melirik ke arah detektif Egan yang langsung menghindari tatapan Birdella saat dia menyadarinya.
“Jadi apa yang kita dapat lagi kali ini ris?“ tanya detektif Egan berusaha untuk mengalihkan perhatian Birdella yang ternyata berhasil dilakukan.
Aris langsung membuka kain balutan tensi darah yang berada di lengan kirinya dan langsung memainkan jari jemarinya di atas keybord kesayangannya.
“Seperti yang udah aku bilang beberapa hari lalu bahwa sumber dana Brian adalah sebuah badan organisasi yang cukup besat tapi setelah aku selidiki lebih lanjut ternyata bukan sebuah organisasi biasa melainkan sebuah instansi pemerintahan,” Aris menjabarkan informasi yang dia dapatkan.
“Instansi pemerintahan?“ tanya detektif Keiko kaget.
“Iya. Sebuah instansi pemerintahan yang bergerak di bidang ketahanan negara,” ucap Aris sambil membaca segala artikel yang telah dia dapatkan dan terpampang di layar monitor.
“Maksud lo, orang yang selama ini membayar Brian adalah orang dari pemerintahan?“ tanya detektif Keiko.
“Aku ngga tahu pasti tapi ini data yang aku dapat selama pemeriksaan dan segala sesuatunya mengkerucut ke sana,” Aris sendiri tak begitu percaya dengan informasi yang dia dapatkan namun memang begitulah adanya.
“Tapi itu bisa saja terjadi. Bukankah Brian memang pernah menjadi salah satu anggota dari militer?!“ timpal detektif Egan.
“Tapi dia sudah diberhentikan secara tidak hormat dari kesatuannya dahulu,” detektif Keiko mengemukakan info yang mereka dapatkan sebelumnya.
“Bukan sebuah jaminan bagi Brian untuk tidak bisa untuk tetap bekerja di bawah perintah mantan atasannya, bukan!?“ detektif Egan mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
“Kemungkinan itu memang bisa saja terjadi tapi kita harus menyelidikinya jauh lebih mendalam lagi detektif,” jawab detektif Abraham.