
"APA KAMU BILANG!? Detektif Egan pergi dengan pelaku pembunuhan berantai?“ ujar pak Brox yang begitu kaget saat mendengar laporan dari detektif Keiko.
“Maaf pak, saya ceroboh,” balas detektif Keiko merasa sangat bersalah.
“Sudah saya katakan bahwa Brian itu berbahaya. Kenapa kalian bisa melakukan kesalahan seperti ini?“ tanya pak Brox.
“Maaf pak,” hanya itu yang bisa dikatakan oleh detektif Keiko.
“Saya bahkan belum memberi aba-aba untuk pasukan khusus yang akan mengawal kalian. Dengan kata lain kita kehilangan detektif Egan dan penjahat itu.“
Pak Brox mengkhawatirkan keselamatan salah satu detektif terbaiknya.
“Jadi maksud bapak, selama perjalanan kami ini tidak ada seoeang petugas kepolisian yang mengikuti?!“ detektif Keiko merasa kaget.
“Saya pikir jika kalian menghubungi saya di perbatasan baru saya akan menghubungi kantor kepolisian di wilayah itu,” jawab pak Brox.
“Tapi pak, kami sekarang tepat berada di perbatasan kantor wilayah. Dan sebagai tambahan informasi, Brian menegtahui semua kejadian yang membuat Egan trauma,” balas detektif Keiko.
Pak Brox terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh detektif Keiko dan menyadari bahwa detektif Egan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
“Apakah Brian berbicara soal Yvone?“
“Jadi anda juga mengetahui tentang Yvone, pak Brox?“ tanya detektif Keiko.
“Saya akan meminta bantuan Aris untuk melacak keberadaan Egan dan Brian,” ujar pak Brox tanpa menjawab pertanyaan detektif Keiko.
“Tapi ponsel detektif Egan mati pak,” balas detektif Keiko.
Pak Brox kesal mendapati keadaan mereka saat ini yang ternyata tidak baik namun begitu pun dia tak ingin berputus asa dan tetap meminta bantuan dari Aris untuk berusaha mencari keberadaan detektif Egan.
“Untuk saat ini kamu tunggu di sana, Keiko. Saya akan kirimkan seseorang yang akan menjemput kamu,” perintah pak Brox pada detektif Keiko yang disetujui oleh detektif Keiko walau dengan rasa cemas tentang keadaan rekannya saat ini.
__ADS_1
**********
“Keputusan yang sangat tepat untuk meninggalkan rekan anda di sana detektif ,” puji Brian kepada detektif Egan yang kini berada di belakang kemudi.
“Sepertinya selama ini anda telah mengintai saya. Sudah berapa lama?,” tanya detektif Egan.
Brian memilih untuk menyelesaikan makan siangnya dan meminta minum untuk menutup sesi makan siangnya kali ini daripada menjawab pertanyaan dari detektif Egan.
Detektif Egan menyerahkan sebuah gelas kertas berisi air putih dingin kepada Brian dan langsung Brian minum tanpa berpikir banyak.
“Kenapa bukan cola?“ protes Brian merasa kecewa.
“Ingat, anda adalah pasien yang masih harus minum obat dan sayabdiberi tanggung jawab untuk mengawasi anda,” jawab detektif Egan sambil tersenyum tipis.
Brian kembali meminum air itu hingga habis dan meremas gelas kertas itu dan meletakkannya di pintu mobil.
“Apa yang anda inginkan?“ tanya detektif Egan.
“Anda pasti punya tujuan saat mengintai saya,” balas detektif Egan.
Sekali lagi Brian melihat detektif Egan daru kaca spion tengah mobil itu dan menyeringai berusaha mengintimidasi.
“Anda pasti ingin sekali menangkap orang itu kan!? Orang yang telah menghabisi nyawa kekasih anda yang cantik, setia dan sabar itu?!“ ujar Brian.
Kedua mata detektif Egan kembali dia pejamkan erat-erat berusaha menguair rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dadanya saat Brian menanyakan hal itu.
“Jika anda menemukannya apakah anda akan mengambil nyawanya seperti dia mengambil nyawa kekasih anda?“ tanya Brian dengan nada memprovokasi.
“Saya polisi. Pekerjaan saya membuat orang-orang seperti anda berhadalan dengan hakim dan mendapatkan hukuman yang sesuai, bukan mengambil nyawa seseorang dan bergabung dengan kelompok orang-orang jahat,” jawab detektif Egan.
Brian menarik bibirnya kesalah satu sudut dan bertanya lagi, “Jika saya membantu anda mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan laki-laki itu apakah anda tidak inhin mengambil nyawanya?“
__ADS_1
“Tentu saja tidak. Saya hanya akan membawa laki-laki itu ke dalam persidangan dan membuatnya bertanggung jawab,” balas detektif Egan.
“Apa anda lupa bagaimana anda menemukan kekasih anda malam itu? Bagaiman kondisinya, berapa banyak darah yang keluar dan kue yang ada di samping tubuhnya yang sudah tidak bergeram lagi,” ujar Brian.
Sekali lagi detektif Egan memenjamkan matanya erat-erat berusaha mengusir kilatan kejadian yang terjadi di malam yang hujan turun dengan derasnya membuat Yvone kehilangan banyak darah dnegan cepat.
Darah Yvone membanjiri kursi taman yang dia duduki. Karena hujan malam itu pun pihak kepolisian kesulitan menemukan siapa pelakunya karena semua DNA dan sidik jari pelaku bersih terhapus air hujan.
“Wajahnya yang cantik itu basah oleh air hujan, gaun yang dia kenakan, bukankah seharusnya berwarna putih!? Tapi seingat saya, malam itu gaunya berubah warna jadi merah,” tambah Brian dan kalimat itu ternyata menicu rasa marah detektif Egan yang menginjak rem dengan kasar membuat Brian hamoir tersengkur ke arah depan.
Detektif Egan lalu keluar dari mobil dan membuka pintu Brian dan menarik Brian keluar dari mobil dan mendorongnya hingga membentur mobil.
“Benar. Seharusnya anda lebih sering menyakurkan emosi anda seperti ini jadi anda yidak perlu tersiksa setiap malam dan menghabiskan banyak waktu mengejar penjahat demi berusaha melupakan rasa sakitnya,” Brian tidak berhenti untuk terus memprovokasi dteektif Egan.
Detektif Egan tak memberi tanggapan apapun namun dia mengambil senjata apinya dan mengarahkan tepat di arah kepala Brian.
“Betul begitu detektif. Lakukan pada saya di sini, mumpung tidak ada saksi mata kalah anda mengambil nyawa saya di sini tidak akan ada yang tahu seperti kejadian malam itu pada kekasih anda. Tidak ada saksi mata, tidak ada pelaku yang ditangkap,” balas Brian yang tak berhenti memprovokasi.
“Diam. Saya bisa saja kehilangan kendali dan membuat jiwa anda berpindah ke alam lain,” ancam detektif Egan.
“Lakukanlah. Jadilah bagian dari kami, detektif.“
Detektif Egan mulai memperlihatkan wajah aslinya yang penuh dengan rasa marah yang hampir meledak namun sedetik kemudian dia tersadar bahwa tujuannya menjadi polisi bukan untuk mengambil nyawa seseorang.
Detektif Egan menarik nafas panjang berusaha mengisi seluruh paru-parunya dengan oksigen agar bisa membantunya berpikir jernih.
Detektif Egan meenurunkan senjata apinya dari dahi Brian dan melepaskan cengkramannya dari kerah seragam Brian dan mendorongnya untuk kembali masuk ke dalam mobil.
“Ayolah detektif. Kenapa anda justr berhenti di saat-saat terakhir seperti ini. Anda hanya harus menekan tuasnya dan DORR!!“ ucap Brian sebelum akhirnya detektif Egan menutup pintu mobil itu.
Detektif Egan kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi dan menjalankan mobilnya kembali.
__ADS_1
“Tunjukan saja kepada saya dimana anda meletakan korban pertama anda, setelah itu jika anda ingin saya menghabisi nyawa anda maka akan saya kabulkan,” ucap detektif Egan.