
Kalau pernikahan yang di impian sepasang anak manusia itu sesuai harapan pasti mereka akan sangat bahagia. Tapi kenyataannya walaupun banyak yang mengharapkan pernikahan ini tapi hati mereka masih saling bertolak belakang.
Bizar menatap wajah Sani yang baru saja dia nikahi. Wanita yang menyelamatkan nama baik keluarga dengan setuju menjadi pengantin penganti. Entah rasa Iba karena sudah membuat gadis belian itu terjebak dalam keadaan yang begitu rumit atau rasa kesal dengan situasi yang sangat rumit ini yang mesti dia jalani. Sani memberaniakan diri meraih tangan Bizar yang dari tadi diam untuk salim dan mengecup penuh takdzim. Rasa bahagia tidak bisa dia pungkiri kini bisa memiliki pria yang membuat dirinya jatuh cinta sedalam dalamnya. Tapi Sani tahu kalau saat ini pria yang beesetatus suaminya ini tidak memiliki rasa padanya. Mungkin hanya ada rasa iba.
Setelah itu Bizar memakaikan cicin di jari manis kanan Sani. Entah bagaimana bisa cicin yang di pesan untuk Husna bisa bertahta manis di jari Sani begitu pas. Padahal saat di pesan selalu ada masalah kebesaran lalu kekecilan seperti sebuah tanda kalau mereka tidak bejodoh. Tapi anehnya cicin itu kini terlihat manis dan pas di jari Sani. Untung cicin itu tidak ada nama jadi tidak akan menyakitkan kalau sebenarnya buka dirinya yang harus jadi mempelai wanita. Setelah itu tidak ada kecupan sayang pelukan hangat seorang suami untuk istrinya. Sani hanya bisa bersabar dengan semua ini.
"Sani terima kasih sudah mau ada di sisi Bizar di saat seperti ini" Umi Aisha memeluk hangat sang menantu.
"Sama-sama. . Umi. .."
"Bizar kini Sani sudah menjadi tanggung jawab mu... Bunda mohon bimbing dia yang masih manja dan kekanak kanakan ini..." Bunda Zora menitipkan sang putri pada menantunya penuh haru.
__ADS_1
"Inshaalloh.. Kholah...."
"Mulai sekarang Panggil. saja bunda ... Bunda juga bunda kamu sekarang. .."
"Iya.. Bunda. ..".
Nasihat nasihat dari para tetua di sampaikan pada ke 2 pengantin untuk bekal berumah tangga. Bizar dan Sani menyimak dengan penuh perhatian walau dengan perasaan yang berbeda. Para orang tua tahu perasaan sepasang manusia yang baru menampakkan kaki di dunia pernikahan.
Setelah itu resepsi tetap di gelar. Walau masih penasaran siapa yang menjadi pengantin wanita dan kenapa mesti di ganti dengan gadis lain masih mendominasi pertanyaan dari mereka.
Akhirnya rasa penasaran mereka terobati setelah Abi Yaqin dan Ayah Alex membuat pengumuman. Tentu saja pengumuman itu membuat mereka kaget dan bingung. Tidak ada yang di tutupi sedikitpun begitu juga dengan pembatalan yang di lakukan dari pihak wanita dengan alasan yang di buat baik tentunya. Tidak di ungkapkan dengan sebenar benarnya demi menjaga nama baik keluarga dan tentu saja Husna. Karena Bizar sendiri yang meminta untuk menyembunyikan alasan. Dia juga tidak peduli kalau setelah itu akan muncul masalah yang akan menyudutkanya karena sebenarnya perasaan itu belum juga hilang dari hati Bizar.
__ADS_1
Sani mengerti dengan hal itu. Dan kini hati dirinya sudah terungkap sebagai putri Alexander Aldo Wobowo seorang yang terkenal bentangan dingin di dunia bisnis.
.
.
.
.
.
__ADS_1