Ku Sebut Nama-Mu

Ku Sebut Nama-Mu
Salahkan saja Aku.


__ADS_3

Keheningan tercipta selama perjalanan mereka ke Rembang. Sani yang duduk di belakang bersama Salma sedari tadi hanya diam tidak bicara. Sedang Bizar yang duduk di kursi penumpang depan sesekali melihat Sani dari kaca spion belakang. Tapi sang istri memilih duduk di sisi pintu tanpa bicara menatap ke luar dari kaca jendela yang dia buka hingga dia hanya bisa menatap bingung. Dia sudah membawa Sani dalam keadaan yang rumit ini. Tapi entah kenapa melihat kebungkaman Sani membuat dirinya Sakit. Perasan terluka yang sangat dalam lebih dalam dari luka yang di tinggalkanlah Husna padanya.


"Sani... Eh... mbak Sani sekarang" Salma mencoba mencairkan suasana.


"Hm...Panggil saja nama seperti biasa!" Sani hanya melirik sebentar.


"Mana bisa begitu. ..." Salma tidak setuju.


"Terserah kamu saja. .." Sani pasrah dan kembali dengan melihat ke luar.


"Sekarang kamu kakak iparku. Senang sekali rasanya punya saudara perempuan. .. Apa lagi itu kamu.. Untung itu kamu" Salma mendekat dan memeluk Sani.


"Maksudmu apa?" Sani tidak mengerti.


"Dari Awal aku sudah tidak suka dengan Husna.... Karena terlalu banyak rahasia dia juga nampak terpaksa melakukan hubungan" Cerita Salma


"Hentinkan Salma!" printah Bizar menengok ke belakang.


"Mengapa kakak tak iklas.. aku bahkan tidak bicara buruk tentangnya" Salma mebela diri.


"Sudahlah" Bizar menyerah.


Suasana tiba tiba jadi tidak enak sama sekali gara gara ucapan Salma tentang Husna.

__ADS_1


Sani masih ogah ogahan meladeni salma yang sedari tadi sibuk bermain Hp. Seperyinya ada yang ingin di sampaikannya pada sang sahabat yang kini sudah berubah status menjadi sodara iparnya. Tapi dia tahan karena suasana menjadi canggung.


"Kak Emran ... apa sudah punya pacar?" Salma yang biasa bawel mencoba mencairkan suasana.


"Pacar ...Em... tidak. ..." Enran menjawab sambil konsentrasi di belakang kemudi.


"Yang banar saja. ..Salma tidak percaya" Cicit Salma


"Kakak tak sempat cari pacar. .... karena sibuk bekerja" Jujur Emran.


"Ah... kenapa bisa dulu mbak Sani di jodohkan duluan... sedangkan kakak belum?" Selidik Salma.


"Kenapa jadi membicarakan aku?" Sani tidak senang.


"Mana ada....?" Tolak Sani sewot.


"Kalau Insani Maulidina Yasmin Alexandria di jodohkan agar bisa terkendali..." Lanjut Emran Bercanda sambil senyum.


"Memangnya kambing?" Beo Sani kesal.


"Ha.. ha... ha... Kau tau tidak Bizar Salma?. .. Yas adalah gadis yang sulit diatur. .. Jail rese dan sesuka hatinya Slsemaunya sendiri. ... Tomboy dan urakan. . suka tawuran dan ngeselin" Ungkap Emran tentang sang adik.


"Sudah tahu aku. .. bahkan sampai sekarang ini masih.... " Salma melirik Sani. "Tapi kakak iparku ini adalah wanita yang berhati baik... di sukai banyak orang. Banyak yang ngejar ngejar... kalau sampai Kak Bizar menyakiti aku sendiri yang akan membalas. .." Acam Salma pada sang kakak.

__ADS_1


"Kekanak katakan sekali. .." Protes Sani.


"Aku serius. ..." Salma meyakinkan.


"Aku tidak berniat menyakiti" Bizar ikut bicara


"Iya. ..Aku sendiri yang melibatkan diri dari masalah yang pelik ini" Sani membenarkan.


"Kalau ada yang harus disalahkan itu Aku...." Bizar mendesah.


"Tidak penting siapa yang salah. .. mungkin ini cara Allah menunjukkan kebesarannya.... Saat dulu kau menolak di jodohkan dengan Sani tapi nyatanya malah kalian menikah" Emran mengungkap.


"Di jodohkan?" Salma kaget.


"Iya... Kita dulu di jodohkan. .. mungkin karena kebodohanku dan Egoku" Bizar mengakui.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2