
Dua Tahun lalu.
Seorang gadis sedang berlari dengan tergesa-gesa. Dia sedang berlari dan kabur dari pesta pertunangan yang di atur orang tuanya dengan seorang pemuda yang tidak pernah dia temui apa lagi di kenalnya. Di hati gadis itu masih ingin bebas tidak ingin terikat dengan cara pertunangan. Egonya masih besar degan keinginan bebas dari seorang anak remaja.
Para pengawal sudah berhamburan mengikuti jejak sang putri tapi tidak ditemukan di mana pun.
Gadis itu menolak karena dirinya masih kelas 2 SMA . Belum berfikir ke arah pernikahan.
Yasmin berlari terus tidak berhenti hingga tidak sadar menabrak seseorang di depan pintu hotel tempat acara akan di mulai.
Bruuuk....
Tubuh Yasmin terhuyung ke belakang dengan cepat sebuah tangan kuat meraih pinggang tapingnya hingga tubuh sang putri tidak tersungkur ke belakang.
"Kamu mau kemana?" Sebuah mata elang menatap tajam wajah sang putri yang menutup mata. Yasmin masih syok dengan kejadian yang hampir membuat Tubuh indahnya jatuh tersungkur.
"Kak Emran. ..." Yasmin tersentak melihat siapa yang memeluknya kini.
"Yasmin.. kamu mau kemana?//" Emran sang kakak ke 2 sudah mengakap basah sang adik yang akan meneruskan pelariannya.
"Kabur. ..." Emran tersentak kaget dengan jawaban sang adik bungsu.
__ADS_1
"Tunggu. .. Kabur. .. tidak boleh. .. kamu akan membuat Ayah Dan Bunda mulu dek" Mendengar jawaban Yasmin, Emran mencekal tangan sang adik dengan kuat.
"Kak sakit. ..." Keluh Yasmin merasa sakit di pergelangan tangannya.
"Diam jangan meronta kalau tidak ingin tangan mu sakit" Pinta Emran serius.
"Yasmin tidak peduli. .. apa kakak tidak kasihan sama Yasmin. aku itu masih kecil." Yasmin mengungkap kesedihan dan kekesalannya.
"Tapi kalau mau nolak bukan begini caranya dek" Emran mulai melembut. Dia tahu sang adik sedang dalam keadaan yang rumit. Yasmin menundukkan kepala dengan kekesalan yang memenuhi sanubari.
"Ayo..." Ajak Emran.
Kini mereka masuk ke arena Baulroom yang sudah di hias indah. Pandangan semua orang tertuju pada pria tampan yang sedang mengandeng sang putri cantik. Penampilan Yasmin yang cantik dengan Gaun biru toska dengan hiasan yang indah membuat Yasmin memang tampak bak putri.
Semua yang melihat Yasmin dan Emran yang mempesona sangat terkagum-Kagum. Penampilan mereka yang sempurna membuat semua orang merasa iri.
Seorang wanita cantik penuh kekhawatiran datang mendekati sang putri. Dia Anna sang kakak Ipar yang penampilannya tidak kalah cantik dari Yasmin. Di ikuti seorang pria tampan yang Semua juga terkagum-Kagum dengan sang kakak sulung Rian.
"Emran... syukur Alhamdulillah kamu menemukan Yasmin" Tanya Anna khawati memegang pipi Yasmin yang di tutup hijab yang indah.
"Di mana dia sembunyi?" Tanya Rian serius. Dia memiliki sifat seperti sang Ayah yang dingin.
__ADS_1
" Itu ... Tadi saat keluar bertabrakan dengan ku di pintu kak" Emran menjelaskan. Dia sedikit beda dari Rian. Emran lebih hangat dan ramah seperti sang bunda.
"Syukurlah. .. ayo sayang" Anna tersenyum tenang.
"Iya..." Yasmin menurut dengan sang ipar.
"Senyum dek...." Pinta Rian judes.
"Kalian jahat...." Yasmin memberontak.
"Sudah kamu nurut saja dek..." Pinta Emran
Kini ke 5 nya sudah duduk bersama ke 2 orang tuanya. Ada keluarga besar juga di sana semuanya hadir demi Sang Putri yasmin.
.
.
.
.
__ADS_1