
Kejadian di kebun itu di lihat Ryan dan Emran. Ryan di minta Kyai Alim untuk mencari Bizar. Sedang Emran sedari tadi mencari sang adik untuk memberi kabar tentang gagalnya pernikahan Bizar dan Husna. Karena dari subuh Sani tidak menampakkan batang hidungnya.
Emran tahu tentang perasan Sani pada Bizar. Sani senang dengan sikap lembut pria itu makanya Sani bertekat untuk berubah. Tapi saat sang kakek lebih memilih Husna sebagai pasangan Bizar karena permintaan dari Bizar sendiri membuat hati Sani terluka. Tapi itulah Sani selalu tidak bisa menutupi perasan selalu jujur degan caranya hingga Bizar yahkin kalau Sani saat itu jujur mengungkapkan rasa patah hatinya.
Maka Bizar berani ambil keputusan untuk mengajaj Sani menikah. Lebih baik bersama wanita yang mencintai kita dari pada bersama wanita yang kita cintai tapi ingin bersama pria lain Saat ini hanya ini yang jadi pilihan Bizar.
Ryan nampak marah mengepalkan tangan melihat sepupu sang istri sedang memeluk adik kesayangannya. Dia marah dengan apa yang di lihat dan dia dengar. Kemarahan meliputi dirinya Ryan tidak mau kalau Sani hanya akan jadi pelarian. Ryan sudah tidak tahan melihat semua. Saat akan menghampiri untuk mengungkapkan kemarahan pada Bizar Emran mencegah utuk mendekat.
"Emran... lepas!"
"Biarkan kak.... Bizar sedang butuh Yas"
"Tapi itu tidak pantas"
"Tapi kakak tahu perasaan Yasmin kan.... kalau dia tidak menolak berarti dia juga punya rasa"
"Aku tahu... Tapi... Ah terserah. ..."
"Sani...."
Medengar seseorang memanggil Bizar gugup dan melepas pelukan. Sani seketika itu lari ke arah ke dua kakaknya sembunyi di perlukan Emran yang memang sangat lembut di banding Ryan yang keras.
"Yasmin. .. Ayo kembali sama kakak. .. Emran urus dia. . aku takut kehilangan kontrol"
"Baik kak...."
__ADS_1
Setelah Sani dan Ryan pergi Emran duduk di saung di ikuti oleh Bizar yang masih nampak Syok dengan sesuatu yang baru dia alami.
"Bagaimana perasaanmu Gus?"
"Sedikit Kecewa"
"Wanita Memang rumit"
"He.. he... he... "
"Jadi Gus serius mengajak Yasmin menikah. .. dia masih anak anak... tidak dewasa sulit di atur"
"Aku yakin dia bisa berubah"
"Menurutmu mungkin seperti itu. .. tapi jujur aku merasa damai dan tenang bila melihat Yasmin... Rasa yang tidak aku rasakan bila bersama Husna... Aku tahu dari awal dia sudah suka dengan senior di sini... tapi saat Kakek minta kami taaruf dia tidak menolak. . makanya aku yahkin kami akan baik biak saja... Tapi. .." Bizar mengantung perkataannya.
"Kenyataannya dia meninggalkanmu"
"Hauuuff...."
"Kalau kau yahkin dengan Yasmin. .. Hanya satu yang aku minta. .. jaga dia"
"Aku janji. ..."
"Kalau begitu yakinkan Ayah. .. Bunda akan ikut"
__ADS_1
"Terima kasih banyak atas perhatiannya. ...Emran"
"Hemmm..."
Di ndalem para tetua sedang bicara masalah ini setelah pak Bakri pamit. Tanpa sepengetahahuan mereka. Mereka membicarakan akan menganti Husna dengan Sani sebagai mempelai wanita. Abi Alwi setuju dengan ide sang ipar. Bunda Zora tidak setuju tapi melihat suaminya tidak menolak hanya bisa menarik nafas panjang.
Menjodohkan dan menikah kan Sani adalah 2 hal yang berbeda. Karena ini menyangkut masa depan sang putri yang harus hidup bersama pria yang tidak mencintainya. Menikahi nya hanya karena pelarian. Zora tidak ingin melihat sang putri menderita.
Melihat sang putri yang baru datang. mendengarkan semuanya. Tidak menolak dan tidak mengiyakan membuat Ayah Alex berspekulasi sendiri.
"Sani akan Setuju dengan Jaddun...dan Kakeknya. .. Ayah dan Bundanya juga setuju. .. Sani akan setuju untuk menikah dengan Gus Al. .." Ungkap Ayah Alex.
"Sani...." Bunda Zora masih gamang.
"Bunda jangan khawatir semua akan baik baik saja. ...." bisik Sani pada sang Bunda.
Zora memeluk sang putri penuh masiqul( Perasaan yang bercampur aduk dan tidak bisa terungkap)..Dia masih belum iklas melepaskan sang putri begitu saja. Apalagi sikap lagi Sani yang sulit untuk di atur . Pasti suatu saat akan bisa menyusahkan Abizar. Dan lagi ketakutan itu karena pelarian Bizar.
.
.
.
.
__ADS_1