Ku Sebut Nama-Mu

Ku Sebut Nama-Mu
Bertemu Abizar.


__ADS_3

Kini Sani dan Salma sudah sampai di Ponpes Al Amiin Jepara. Tempat Asal Nenennya. Salma sebagai Ning tentu di sambut dengan baik dan hangat. Sejak dari pintu gerbang sudah ada yang menyambut. Membawa tas dan barang bawaan. Sani sampai merasa tidak enak.


"Mari Ning kami bawakan barang dan tas nya" Tawar seorang santri.


"Iya..." Salma menyodorkan barang- barangnya untuk di bawa.


"Mari Ukhti... kami bawakan!" Seseorang menawari memebawa barang Sani juga.


"Ah... tidak usah" Tapi di tolak dengan ketus.


"Biarkan mereka bekerja San...//" Pinta Salma.


"Aku tidak enak. .. aku bukan siapa-siapa" Tolak Sani lagi.


"Kamu tamu aku....." Salma mantap tidak senang.


"Ah... lagi cuma tas ini...." Sani menunjuk sebuah tas cangklong kain yang isinya suma 2 buah gamis.


"Sudah. ... biar mereka dapat pahala" Paksa Salma menarik tas Sani dan di berikan pada santri.


"Ah... berasa kayak putri deh" Canda Sani.


Mereka berdua terus jalan. Karena tadi naik angkutan jadi mereka turun di Gerbang utama. Kini mereka jalan di ikuti para satri yang mengawal dan membawakan barang.


Semua mantap Sani kagum dengan wajah ayunya. Walaupun tidak bermek ap Sani menang cantik alami. Sedang Sani merasa risih tatap seperti itu sedari tadi. Kini mereka sampai di kediaman Utama. Seseorang sedang duduk santai di kursi depan rumah. Menatap dengan senyum manis menyambut kedua gadis manis itu dengan sangat senang.


"Assalammualaikum...." Salam ke 2nya.


"Waalaikum salam...." Jawab seorang pria muda tampan yang membuat semua gadis klpek-klepek dengan lihat senyumnya saja.


"Kakak...." Salma langsung menghamburkan diri ke pemuda itu.

__ADS_1


"Ah... adik kakak yang manja" Ternyata Pria muda itu adalah sang Calon pengantin si Gus Muda.


"Hi kak Abi...." Sapa Sani manis.


"Kai... San" Balas Bizar masih dengan membalas pelukan sang adik tersayang.


"Bizar... San.... Bizar... bukan Abi... Emang Bapak mu... Udah Panggil kakak pakai Abi lagi" Protes Salma tidak senang.


" Ha.... ha... ha..." Bizar tertawa mendengar protestan sang adik.


"Yang punya nama saja tidak protes. .. kenapa kamu protes" Ucap Sani santai.


"Kalian... Sudah Ayo.. masuk..." Bizar merasa lucu melihat tingkah gadis yang masih belia itu.


"Iya.. kak" Salam menerima.


"Ayo.. duduk.. kalian pasti lelah!" Perintah Bizar.


"Mau nikah masa mayun..?." Jawab Bizar.


"Iya... juga ya...." Salma memelerhatikan di rumahnya sudah banyak Orang.


"Abi sama Umi sudah sampai Kak?" Tanya Salma kangen.


"Sudah tapi sedang keluar" Selama ini mereka cuma tinggal ber2 di rumah itu karena sang orang tua di Luar Negeri.


"Ini acaranya kapan sih Kak?... Kok sudah ramai gini?" Sani juga penasaran.


"Lusa.... Sani Mesti di sini sampai selesai ya....//" Pinta Bizar.


"Dan melihat mu bersanding dengan wanita lain? Aku tidak akan mampu menahan luka sakit karena patah hati kak Abi //" Celoteh Sani sembarangan. Entah itu jujut atau bercanda cuma Sani saja yang tahu.

__ADS_1


Deg....


Bizar menatap Sani dengan tatapan bingung dan cengo. Mendengar penuturan dari gadis belia itu kenapa dadanya terasa sakit. Apa lagi mimik wajah Sani yang serius seperti memendam luka yang dalam.


Salma tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dia dengan cepat menarik lengan Sani dengan kuat untuk naik ke lantai atas Perlahan Sani mengikuti Salma Sedang Bizar masih berdiri diam mematung mendengar semua yang di ucap Sani barusan.


Kenapa dia merasa gelisah mendengar ucapan gadis belasan tahun yang bicara mengenai kekecewaannya. Bahkan dia masih kepikiran setelah Ke 2 gadisnya pergi ke kamar.


"Astagfirullahal azdim..... Kenapa hamba ini Ya Allah". Ucap Bizar sambil mengelus dada.


Sedang di kamar Salma.


Sani baru selesai mengerjakan Solat Dzuhur karena tadi masih di jalan. Sedang Salma yang sedang halangan sedang tidur terlelap karena lelah. Dalam doa diamnya Ada Air Mata yang membasahi pipinya. Ada luka yang tergores di hatinya kini terbuka lagi.


"Ya Alloh buat Aku kuat melihat semua ini. ... Aku sudah meminta nya Pada-Mu setiap saat dalam Doaku, Aku sudah menyebut nya dalam setiap harapan ku. .. tapi mungkin karena dia bukan jodoh. .. Aku bukan bagian dari tulang rusuknya maka Aku Ikhlas dia bersama wanita yang dia Cintai.... Kak semoga kau bahagia" Doa Sani ternyata dia serius memiliki rasa pada kakak sahabatnya itu.


"Maaf Ya Allah... Hamba ingkar. .. hampa lupa kalau Engkau Segalanya." Sani menyesal.


Entah sejak kapan Sani menyimpan rasa ini. Mungkin Salma sendiri tidak tahu akan perasaan dari Sani teruntuk kakaknya itu. Tapi bagi Sani Abizar Adalah Cinta keduanya Setelah Allah.


Kini dia menyesal sudah membuat perasaannya sendiri menjadi galau dan bimbang sekali. Sungguh Sani menyesal sekali.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2