Ku Sebut Nama-Mu

Ku Sebut Nama-Mu
Benih Kecemburuan.


__ADS_3

"Seharusnya kau menolak dengan pernikahan ini. Untuk apa bersama orang yang tidak perduli dan Masih memikirkan wanita lain" Ungkap Salma Sarkasme.


Dia tahu pembuatan sang kakak yang semalam membiarkan Sani sendirian di kamarnya. Sedang sang kakak bersembunyi di Masjid dengan dalih iktikaf. Niat ibadahnya itu baik tapi kalau menyakiti sang istri untuk apa. Semua yang di lakukan seperti menabur garam di atas luka.


Sedang Sani yang di sindir hanya diam saja. Tidak peduli dengan ocehan Sahabat yang kini menjadi adik iparnya itu. Sedang Bizar yang mendengar selorohan sang adik hanya bisa diam. Dia merasa kalau yang di utarakan sang adik memang benar. Perbuatan Bizar tidak bisa di benarkan sama sekali. Tapi dia sendiri tidak bisa memungkiri kalau hatinya belum bisa melupakan Husna sama sekali.


Tidak di gubris Sani Salma melanjutkan aksi untuk membuat masalah. Dia pura pura sibuk dengan main hpnya.


"Eh.. mbak... ada cet dari Pak Agus nih?"


"Kenapa pak Agus. ..cet kamu?"


"Minta no kamu...! boleh tidak?"


"Silakan saja.. Kalau mau aku hukum..."


"Ayolah.. jangan begitu galak sama adik ipar sediri... Pak Agus kan sudah lama suka sama kamu"


"Kalau semua pria bilang suka sama aku apa aku harus menerima semuanya jadi suami?"


Bizar melotot bak di tikam busur panah yang langsung menghilangkan nyawa dalam sekali serang.


" Tentu saja... kita cari yang paling ganteng paling kaya dan paling pantas jadi suami...."

__ADS_1


"Boleh juga ide kamu"


Mendengar perdebatan sang istri dan adiknya membuat Bizar mulai kesal dan panas. Bisa bisanya mereka membicarakan pria di hadapannya. Sedang Emran yang melihat ada gelagat aneh dari Bizar ikut gabung dalam permainan 2 gadis itu.


"Siapa itu pak Agus?"


"Dia salah satu Asisten Dosen kak di kampus. ..sudah lama suka sama mbak Sani... tapi tidak di gubris"


"Wah.. Asisten Dosen... keren dong"


"Tidak cuma Pak Agus... Ada Pak Davi Dosen muda Daniel Idola kampus. .. senior pondok dan Gus Ilyas juga ngejer ngejer mbak Sani...."


"Gus Ilyas... Gus kalian...?"


"Apa?" Bizar melotot menatap sang adik yang memuji sang istri. Sepertinya ada benih kecemburuan yang muncul. Sedang Sani tersenyum tipis melihat respons sang suami.


Selama perjalanan Salma bercerita banyak tentang Sani yang di sukai banyak pria. Emran juga sangat antusias untuk mengikuti permainan sedang Sani hanya menimpali sedikit. Tapi kata kata Sani yang mengatakan iya membuat Bizar panas dingin.


"Jadi dari sekian banyak pria siapa yang kamu suka Sani?"


"Tidak ada"


"Ah...bohong. .. bukanya Mbak Sani suka pada Gus... dan bilang suaranya bagus"

__ADS_1


"Iya... sih...."


"Tuh... kak Emran dengarkan. ..."


"Gus kalian seperti apa?"


"Dia pria tampan sederhana. .. hanya lulus S1... hambel dan mudah bergaul... sapa yang dekat dia pasti senang .. " Jawab Sani panjang lebar setelah dapat responden dari Sang suami yang terlihat mulai ada gelagat.


"Aku jadi penasaran... Kalau adik kakak sampai memuji seperti itu berarti ada Rasa..." Goda Emran melirik Sani lalu Bizar yang tampak tidak beres.


"Rasa pahit dan Rasa senang. ..."


Bizar tidak berani menyahut karena dia sendiri tidak tahu tentang perasaan apa yang dia rasakan pada Sani. Tapi mendengar akan obrolan mereka membuat dirinya ingin marah dan kesal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2