
Pesantren AL KHIKAM.
Rembang.
Di sinilah kini Yasmin berada. Sudah dua tahun dia jauh dari keluarganya. Memutuskan untuk mandiri. Setelah menolak 10 pemuda untuk menikah Yasmin memilih sembunyi. Berhenti dari hingar bingar keramaian kota. Melupakan kesenangannya dengan Yuotobe memilih menjadi Sani yang sederhana semua demi keluarganya. Tapi Sani tetaplah Yasmin yang cantik energik Aktiv dan banyak tingkah. Seperti hari ini dia sedang berulah di dalam gothak (kamar asrama). Dia sudah kuliah semester 5. Heran kan padahal dia baru 1 tahun lulus SMA. Tapi itulah Sani. Isi di Otaknya itu pelajaran semua.
Selama itu pula tidak ada yang tahu siapa senarnya Sani. Apa lagi Sani pintar Bahasa Jawa tidak ada yang menyangka dia dari Jakarta.
"Sani....." Suara teriakan dari arah lorong lantai 2 koples baru pondok putri.
Si punya nama hanya tertawa cekikikan sambil sembunyi di belakang tembok lorong sambil membawa kitab. Lalu dengan santai berjalan keluar dari persembunyian seakan tidak ada masalah sama sekali. Sani jongkok di samping Salma sahabat karibnya yang paling dekat.
"Apa?//" Sani datang tanpa rasa bersalah.
"Apa kamu lakukan ini...?" Salma marah dengan manja. Dia teman akrab Sani.
"Aku tidak melakukan apa-apa.... dari tadi aku di belakang lagi hafalan" Sani Pintar beesandiwara. Jangan kaget dia kan Artis Yautobe.
"Lalu ini ulah siapa?" Salma kesal dan marah.
"Emmm..a....." Seseorang ingin bilang tapi sudah di tatap Sani dengan Smiks nya hingga satri itu pergi meninggalkan 2 sahabat itu.
"Mana ku tahu. ... setan kali" Canda Sani duduk di samping Salma yang masih di atas karpet.
"Masak sih....." Salma bingung sedang Sani senang sudah jahil pada sahabatnya itu sambil menahan tawa.
"Makanya jam segini jangan tidur...." Sani mengingatkan karena Salma tidur di waktu habis Asar.
"Kamu benar. ..." Salam merutuki kebodohannya.
Sani sudah usil dengan memindahkan posisi tidur Salma yang tadi tidur di dalam gothak dengan Alas tikar. Tapi saat terbangun dia sudah berada di lorong depan kamar sebelah. Salma yang lelah pulang kuliah memutuskan untuk tidur tadi. Sedang Sani yang usil mencari kesempatan untuk melakukan kejahilan. Semua sudah tahu dengan kenalan yang Sani lakukan. Sudah berkali-kali juga Sani di hukum tapi tidak kapok juga.
"Ayo... bangun... mandi!" Sani berdiri sambil membawa bantal Salma.
"Iya..." salma juga bangkit dari duduknya sambil membereskan karpet.
"Eh... Aku besok pulang" Salma baru ingat dengan apa yang dia mau sampaikan pada Sani.
__ADS_1
"Kok mendadak?" Sani kaget.
"Kakakku mau nikah...." Jawab Salma sambil berjalan menuju kamar di ikuti Sani di belakangnya.
"Oh...." Sani cuma meng Oh saja.
"Kamu ikut ya...!" Ajak Salma semangat.
"Memang boleh....?"Tanya Sani penasaran. Ini tidak libur jadi tidak sembarang bisa pulang tanpa izin.
"Nanti biar. .. Abi yang ijinin lewat Telpon... soalnya Aku tidak dijemput" Ide Salma. Dia tidak di jemput jadi butuh teman.
''Masak.... sang ning tidak di jemput" Gurau Sani.
"Tsuuuut... jaga mulut mu..." Salma menutup mulut Sani hingga gadis itu kehilangan nafas sangking kuatnya di bekap.
"Iya... iya... Afwan...." Sani menarik yang Salma hingga dia terengah-engah.
"Kebiasan...." Gerutu Salma kesal.
Sani hanya tersenyum nyengir melihat Salma yang kesal. Kalau begini hanya pelukan persahabatan yang membuat Salma luluh. Salma tahu Sani tidak sengaja apa lagi melihat sikap Sani yang nyablak membuat Salma maklum.
"Bizar... Sani panggilannya Bizar... bukan Abi" Protes Salma sambil mengurai pelukan dari Sani.
"Namanya kan Aldin Abizar Abidillah Yaqin... kenapa tidak di panggil Aldin..." Protes Sani seenaknya.
"Terus mana putri Yasmin ya?" Beo Salma.
"Hi... ini..." Sani menuju dirinya sendiri.
"Mimpi... saja. ..." Ketua Salma.
"Memang Aku Yasmin...." Sani tidak mau kalah.
"Ya... ya... tidak ada yang bisa ngalahin kamu kalau dalam bicara" Salma menyerah.
"Ha... ha... kamu sudah mengakuaiku..." Sani senang tertawa menang.
__ADS_1
"Eh... ngomong- ngomong Calon Kak Bizar Orang mana?" Sani mulai Kepo duduk di lantai di samping Salma yang mengambil baju ganti.
"Namanya Ayatul Husna... dia Gadis Kendal sudah 8 tahun tinggal di pondok" Cerita Salma.
"Wah... lama ya..." Sani takpercaya.
"Mereka di jodohkan lewat Taaruf...." Lanjut Salma.
"Apa sih enaknya di jodohkan?" Gerutu Sani kesal mengingat kembali kejadian 2 tahun lalu saat pertunangan nya.
"Enaknya .. cocok langsung nikah. .." Ucap Salma Ngawur.
"Kamu juga. ..suka begitu?" Sani menatap Salma.
"Kayaknya sih.... Kalau kamu?" Salma semangat jawab lalu melirik sahabatnya.
"Kalau aku... pengin suami yang langsung ngajak nikah.... dan tiba-tiba sudah jadi suami istri" Oceh Sani ngasal.
"Keinginan aneh...." Dengus Salma.
Setelah bercanda sebentar mereka mandi dan mengikuti kegiatan selanjutnya. Sani kenal betul seperti apa kakak Salma. Sani sudah berapa kali berkunjung ke Jepara. Apa lagi Sani juga masih punya darah Jepara dari pihak nenek dari bundanya. Jadi Sani berasa pulang ke rumah. Kalau libur Sani juga lebih sering ke kudus dan Jepara di tempat uyutnya.
Keesokan harinya 2 Gadis ini sudah berada sebuah bus. Tadi Salma sudah menawarkan diri untuk pakai jasa Grep tapi Sani menolak. Dia ingin merasakan santai di kendaraan Umum. Salma tidak bisa menolak .
Sani tidak menyangka ini akan menjadi perjalan yang sangat panjang untuk nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.