
Selama di pesantren tidak ada yang tahu tentang pernikahan Sani dan Bizar. Hanya keluarga ndalem yang tahu akan hal itu.
Ilyas juga sudah mulai mengiklhaskan Sani. Walau hatinya terasa sangat sakit saat harapannya untuk bersama Sani kini sudah pupus. Cinta tidak harus bersama dan saling memiliki. Mungkin Allah akan memberikan seseorang yang lebih tepat untuk Ilyas kelak.
"Ya Allah... Aku iklas jika memang dia bukan Kau Takdirkan untuk ku. Aku mohon jangan hilangkan senyum dari hari harinya... Aku tahu cinta tidak harus memiliki"
Sani juga melakukan kegiatan sehari hari seperti biasa. Salma juga tidak membahas masalah sang kakak pada Sani. Dia cukup tahu kerumitan yang di rasakan Sani dan Bizar saat memutuskan menyatu dalam ikatan pernikahan.
Kini Sani sedang duduk di taman kampus. Saat istirahat Sani memilih duduk sendiri dengan memainkan Henpoonenya. Sesekali di lihatnya pesan yang di kirim pria tercintanya.
Walau hanya sebuah kalimat sederhana. Tapi pesan itu sempat memporak porandakan hati Sani.
Bizar:
"Sedang apa .... Sani?"
"Jangan memikirkan kak Abi ya....!"
__ADS_1
"Dan jangan rindu!"
Deg...
Deg
Deg.....
Pesan itu masuk saat di kelas tadi. Saat di baca dadanya berdetak lebih kencang dari biasanya. Seuntai senyum tipis terukir di bibir Sani. Benarkah itu Bizar suaminya yang mengirim.
Saat ingin membalas Sani malah mulai ragu. Di tepuk pipinya berapa kali. pipinya merona merah karena malu.
Tapi lihat sekarang kenyataannya Bizar di tinggalkan. Mengemis pada Sani untuk mau di sisinya. Karena Sani benar benar sudah jatuh cinta pada sosok Bizar makanya rasa marah , kesal dan sedih kini sudah berubah menjadi rasa rindu yang mendalam. Walau Bizar belum bisa menerima Sani bertekat untuk bertahan.
Sedang di sisi lain tempat. Bizar baru selesai mengajar. Saat selesai Bizar memilih untuk kembali ke ndalem.
Entah kenapa setelah mengutarakan isi hatinya pada Sani. Ada Samting yang mengganggu. Rasa sesak yang memenuhi dadanya. Rasa kehilangan yang tidak berujung.
__ADS_1
"Apakah ini rindu?"
"Aku merindukan dia.... apa dia juga merindukan ku... karena beberapa kali pesanku tidak di balas cuma di red"
Bizar sibuk degan pikirannya sendiri. sebenarnya dia rindu pada sang istri tapi malu untuk mengutarakannya.
Dengan iseng Bizar menulis pesan untuk sang Istri. Semoga saja dia tidak marah dengan pesan yang dia kirim. Setelah mengetik Bizar menaruh Henpoonenya di nakas. Tidak berharap Sani akan membalas seperti biasa.
Ting.....
Sebuah notifikasi muncul di layar hanpone Bizar. Pesan balasan dari Sani. Segera Bizar mendudukkan tubuhnya saking kagetnya.
"Kok tidak boleh rindu.... "
Satu pesan balasan dari Sani membuat Bizar berdebar debar.
.
__ADS_1
.
.