
Kita beralih sebentar ke Husna.
Setelah memutuskan membatalkan pernikahan Husna pergi ke Jakarta bersama Wildan. Santri Abi Yaqin dan satu pesantren dengan Husna. Mereka menikah di Jakarta dan memutuskan tinggal di sana. Tapi kemalangan tidak bisa di tebak. Setelah pernikahan yang terkesan mendadak bagi keluarga Wildan. Husna malah tidak mendapatkan kebahagiaan seperti yang dia inginkan.
Apa lagi mereka juga menginginkan calon menantu yang lain membuat Husna hidup dalam kegundahan. Setiap hari tiada hari tanpa kemarahan dari mertuanya. Wildan juga tidak bisa membela sang istri karena saat kejadian itu dia selalu tidak di rumah.
Mama juga mengancam jika Husna mengadu Wildan akan kehilangan segalanya. Itulah ancaman yang di berikan mamanya Widan pada sang mantu yang tidak di harapkan. Husna hanya bisa menerima kenyataan kini dia sudah salah langkah. Sudah meninggalkan permata indah demi sebongkah emas yang tidak seberapa.
Menyakiti Bizar dengan pilihananya yang Ego.
Kini hanya ada tangis penyesalan.
"Kalau bukan karena Wildan mohon mohon sama saya.... saya tidak mau punya mantu seperti kamu.... anak orang miskin... muka cantikmu tidak ada gunanya , kalau kamu hanya jadi penggoda" Marah mama Wildan.
"Hiks... hik... hik... Salah Husna apa lagi Ma.... kenapa mama selalu marah sama Husna?" Husna menangis sambil terduduk di lantai.
__ADS_1
Pernikahan baru 3 bulan. Tapi.setiap hari ada ada saja kemarahan mama Wildan. Dan sertiap hari alasannya selalu berbeda beda. Seakan akan mama memang sengaja mencari kekalahan sang menantu yang tidak dia inginkan.
"Gara gara kamu.. Wildan menolak menikah dengan Sandra.... gara gara kamu Sandra sakit hati... kamu memang tidak berguna" Mama menarik jilbab Husna hingga gadis itu wajahnya tedongak ke atas.
Sedang Sandra hanya bisa diam di tempat duduknya. Ingin rasanya menghentikan ketidak adilan tersebut. Tapi Sandra juga takut dengan mama Wildan.
"Tapi kami sudah menikah ma"
" Minta cerai... biar Wildan bisa menikah dengan Sandra''
Husna tersentak kaget mendengar permintaan dari mertuanya. Bagaimana bisa sang mama tega meminta hal seperti itu. Hal yang jelas di benci Agama walau halal.
Husna tidak bisa membendung air matanya. Sandra juga tidak berani berbuat apa apa karena dia juga ingin bersama dengan Wildan yang sudah dia cintai sejak lama.
"Kenapa mama begini...? Kalau sejak awal tidak setuju ... mama bisa bilang... kami tidak akan menikah''
__ADS_1
" Karena mama tidak mau Wildan kecewa.... Kalau kamu tidak mau bercerai... Biarkan Wildan menikah lagi dengan Sandra.... " mama menatap dengan tatapan tajam pada Husna.
Mendengar permintaan sang mertua dada Husna terasa sakit. Dia tidak menyangka akan mengalami nasib yang buruk seperti ini.
Meninggalkan Bizar demi cinta malah melabuhkan Husna dalam jurang. Kini hanya penyesalan yang dia rasa.
Mungkin ini karma dari keputusan bodoh yang dia pilih. Seperti sebuah kesalahan yang mendapat balasan karma kontan di bayar lunas.
Kini dia dilema harus memilih meninggalkan Wildan atau menuruti sang mertua mengizinkan Suaminya menikah lagi dengan Sandra.
Semua pilihan terasa sakit untuk Husna pilih.
Andai bisa memilih Husna tidak ingin menyakiti Bizar. Apa lagi dia tahu Bizar sangat mencintainya...
keluarganya juga sayang padanya. Betapa bodoh kini dirinya....
__ADS_1
.
.