Ku Sebut Nama-Mu

Ku Sebut Nama-Mu
Sani Harus kembali.


__ADS_3

Kini semua sudah berkumpul di ruang makan. Menikmati sarapan dengan nikmat. Tapi Sani tidak menikmati sajian hari ini. Sedari tadi dia ingin mengutarakan niat untuk segera kembali tapi ini sedang makan jadi Sani tahan.


"Kenapa tidak makan nak?" tanya bunda Zora khawatir melihat sang putri hanya meminkan makanannya.


"Kenapa nak?" Umi Aisha ikut menatap gadis yang kini jadi menantunya itu.


"Sani ingin ingin bicara sehabis sarapan" Kata Sani berusaha tenang.


" Baiklah. .."Ayah Alex setuju.


Selama makan Bizar hanya diam tanpa perduli pada Sani. Sani yang merasa di abaikan merasa sangat sakit sekali. Tapi apa daya memang pria itu tidak menginginkannya.


Setelah sarapan semua berkumpul di ruang keluarga. Semua menunggu apa yang akan di sampaikan Sani pada mereka. Bizar juga sudah ikut bergabung dengan mereka duduk di samping Emran sedang Ryan dan Ana pagi tadi berangkat ke Demak untuk mengunjungi kakek mereka.


Sani keluar dari kamar Bizar sambil membawa sebuah rasel kecil berisi pakai. Semuanya menatap bingung pada sang putri.


"Kamu mau kemana nak?" Tanya Abi Yaqin. Manatap sang mantu dengan bingung.


"Sani akan kembali ke rembang" Jawab Sani.


Duuuweeeng...


"Apa?" Ungkap semua yang ada di ruang itu.

__ADS_1


Umi Aisha dan Bunda Zora tidak percaya apa yang di katakan sang putri. Sani dan Bizar baru menikah kemarin tapi Gadis itu ingin pergi.


"Sani cuma izin 3 hari.. jadi hari ini mesti kembali karena siang nanti Sani ada jam kuliah" Ungkap alasan Sani.


"Tapi kalian baru menikah?" Ungkap sang Kakek ikut bicara.


"Tapi Sani mesti kembali kek... Sani tidak tahu harus menikah jadi cuma izin untuk menghadiri pernikahan. .. 3 hari termasuk lama... Jadi Sani mohon izinkan Sani kembali" Sani menjelaskan alasan.


"Nanti Ayah dan Abi yang Akan urus Semua. .. yang pasti kamu harus tinggal dan berada di sisi Bizar Sani" Ayah Alex ikut bicara. Beliau tidak akan membiarkan masalah besar menimpa sang putri bungsu.


"Iya.. nak. .. kuliah mu pindah saja ke sini" Abi Yaqin ikut membujuk.


"Ayah. ..Abi... Sani sudah setuju untuk menikah Dengan Gus Bizar.... semua.. demi nama baik keluarga. . Walau hubungan ini tidak sehat dan tidak berhasil sama sekali. .. tapi Sani melakukan ini Ridho IklaspÄ—.... Tidak terpaksa ... Jadi Biarkan kami saling introspeksi diri. .. Sebenarnya kami ingin bersama atau tidak" Mendengar uraian panjang Sani Bizar tertunduk malu. Tapi tidak bisa di pungkiri kalau saat ini dirinya belum bisa menerima kehadiran Sani.


"Tapi kalau kalian berpisah apa itu akan baik untuk hubungan kalian. ... "Kakek Alim sedih mendengar uraian Sang cucu mantu.


"Kami tahu nak... kamu pasti sulit menerima semua ini jadi pergilah." Kakek mengizinkan.


"Ayah..." Umi Aisha sepertinya keberatan.


"Kenapa ammun mengizinkan. .. Kini Sani sudah terjebak dalam keadaan yang rumit. .. tapi kalau dia pergi bukan akan tambah rumit" Bunda Zora tidak terima. Mendengar sang putri mesti menikah dengan mendadak dan alasan yang sangat riskan saja membuat dirinya tidak nyaman. tapi kini semua semakin rumit.


"Kakek...." Bizar buka suara. Tapi masih bingung dengan hatinya sendiri.

__ADS_1


"Sani Kakak Hohon tinggallah. ..." Emran juga membujuk.


"Kak... Sani harus pergi. .."..


"Pergilah nak... Mungkin kamu benar. .. kalian butuh waktu. .."Ayah memeluk sang putri yang semakin dewasa.


Salma kini muncul setelah melihat keadaan yang nampak baik. Dia juga mesti kembali bersama Sani ke Rembang.


"Bizar Antar mereka!" Pinta kakek.


"Baik...."Hanya menyaut.


"Aku ikut..." Pinta Emran.


"Kamu harus segera kembali ke Jakarta. .." Pesan Ayah.


"Baiklah .yah...."


Setelah siap Bizar melaju mengantarkan sang adik dan istri ke rembang untuk melanjutkan pendidikan di pesantren besar di kota itu.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2