
Kini Yasmin berdiri di depan para tamu di atas panggung di samping sang Ayah. Semua memandang kagum pada Yasmin karena kecantikannya. Selama ini sang putri tidak pernah muncul di acara perusahaan. Dia seperti di sembunyikan dari khalayak ramai hingga sosok nya tersembunyi dari pihak lain. Tidak ada yang tahu sebenarnya Sang putri dari Aldo Crop itu seperti apa wajahnya.
Tapi kini semua terkagum melihat sosok menawan yang di atas sana yang di perkenalkan sebagai putri bungsu dari Alexander Aldo Windowo.
Para nak pria menatap tergila-gila memandang tanpa kedip penuh dengan damba. Sedang para gadis menatap penuh iri dengan ke Kecantikan alami dari Yasmin. Yasmin tidak berdandan berlebihan. Dia terkesan sangat sederhana dan santai dengan topil sedanya dengan dandanan sendiri.
Sedari tadi Ayah Alex sudah berpidato panjang lebar. Memperkenalkan sang putri yang menawan. Di Bagian meja depan sang istri Zora sedang duduk dengan 2 putra tampannya dan sang menantu yang baru beberapa bulan menikah.
"Ini adalah putri bungsu saya... Insani Maulidina Yasmin Alexandria." Perkenalkan Ayah Alex.
Tepuk tangan bergemuruh. Dengan sopan Yasmin membungkuk memberi penghormatan pada semua hadirin. Semua memuji dengan sikap manis sang putri yang menurut mereka sangat sopan. Yasmin tau ini acara besar untuk keluarganya makanya Yasmin tidak ingin mempermalukan mereka di depan semuanya.
"Selain memperkenalkan putri kami... Acara ini terselenggara karena malam ini adalah pertunangan putri kami" Ayah Alex melanjutkan pidato
"Wah... tunangan. ..." Semua ramai.
"Bukankah... itu Yasmin si Yutuber cantik itu kan?" Ada yang tahu juga.
"Iya kamu benar" Saut mereka setuju.
"Wah... ternyata tuan putri" Puji yang lain.
"Sepertinya masih muda" Ada yang bertanya -tanya.
"Siapa pemuda beruntung itu ya....?" Semua penasaran.
"Dari keluarga mana?//" Tanya yang lain lagi.
"Atau putra kyai besar mana?//" Celoteh yang lain.
"Putra Kyai?" Suasana tambah ramai.
"Iya... Keluarga ini kan masih ada darah Kyai//" Ungkap yang lain.
"Oh..../" semua ada yang tidak percaya.
Sedang di meja keluarga Sang Bunda Zora menapak tidak senang dengan adanya pengumuman yang di Umumkan oleh sang suami. Dia tahu sang suami melakukan ini semuanya demi sang putri yang beberapa waktu ini sudah sedikit kehilangan kontrol.
Sedang Yasmin sendiri merasa lemas mendengar akan permintaan sang ayah.
"Kholah apa Ammun tidak buru-buru?" Tanya Zaki dia putra sulung dari Abi Fazha dan Umi Kanzha.
"Kak Zaki benar Bunda?" Emran membenarkan.
__ADS_1
"Mau Bagian mana lagi nak... ini sudah keputusan Ammun mu.... khalah sudah membujuknya beberapa kali. .. tapi kenakalan Yasmin tidak bisa di bendung lagi" Urai bunda Zora.
"Yasmin memang tidak bisa di prediksi... kadang dia menurut dan kadang dia berontak ...Kalau dia di Biarkan terlalu bebas akan kehilangan kontrol" Si Sulung Ryan ikut buka suara.
"Tapi kasihan Mas...." Anna ikut khawatir.
"Demi... " Ungkap Ryan.
"Ah... semoga saja dia tidak barulah lagi. .." Ungkap Zaki.
"Memang dia berulah?" Emran membenarkan.
"Kabur. ...//" Bunda dan Zaki penasaran.
"Ha... ha.. ha..." Zaki tertawa.
" Adik kalian kabur. ...?/" Bunda tidak percaya.
"Maaf bunda. .. Anna tidak bisa menjaga Yasmin dengan baik" Sang menantu merasa bersalah.
"Sudah jangan merasa bersalah nak... bunda tidak marah kok...." Bunda menengkan.
"Tenanglah nda...." Pinta Ryan.
"Malam ini Saya akan memilih dari beberapa kandidat yang ada untuk menjadi pendamping putri saya" Ayah Malanjutka misi.
"Apa...." Yasmin kaget.
"Calonnya belum di putuskan?" Semua ramai lagi.
"Wah... aneh...." Seakan tidak percaya.
"Ayah bermain apa lagi bunda?" Tanya Ryan.
"Bunda juga tidak tahu. ...tapi ayahmu bilang sudah ada" Bunda juga bingung.
''Siapa?" Semua penasaran.
"Karena bunda kesal dan marah pada nya ... bunda lupa bertanya" Bunda menyesal.
Yasmin menatap sang Ayah dengan tatapan mata yang berkaca-kaca. Alex mengelus dan mengecup kepala sang putri sambil merangkul Yasmin hangat.
"Ayah..." Panggil Yasmin.
__ADS_1
"Ayah membebaskan kamu untuk memilih sendiri?" Hibur Ayah.
"Ayah serius?" Yasmin tidak percaya.
"Iya..." Ayah menggaguk.
"Kalau tidak ada kriteria dari pilihan Yas... boleh Yas menolak?" Yasmin ingin kepastian.
"Iya..." Ayah setuju.
"Kalian semua naik ke atas...." Perintah Papa penuh Wibawa.
Beberapa pemuda tampan naik ke atas panggung. Mereka berbaris di belakang Yasmin dengan rapi. Yasmin melihat ada 10 pemuda yang sudah di pilah sang ayah. menurutnya semuanya tampam. Tapi bukan itu yang Yasmin cari. Dan saat ini Yasmin tidak merasa tertarik untuk sama merka sama sekali.
"Apa ini tidak keterlaluan bunda?" Emran kesal.
"Ini semua tes dari ayah kalian melihat apa ada keseriusan dari Yasmin untuk berubah. .. Kalau dia mau bisa langsung memilih dari mereka." Zaki yang menjelaskan kan.
"Kak Zaki benar.... Emran.... kita lihat apa yang akan di rencanakan adik kecil kita" Ryan membenarkan.
Yasmin meminta seseorang membawa sebuah barang dari dalam mobilnya. Tidak ada yang tau opa yang akan dilakukan Yasmin saat itu.
Setelah barang itu datang di bawa seorang pengawal. Yasmin meletakkan di meja.
"Siapa yang bisa membaca kitab ini akan tunangan dengan saya malam ini" Pinta Yasmin kepada kandidat tunangan hingga mereka hanya diam melongo.
"Apa?" Semua tak percaya.
"Wah...ini aneh" Kegaduhan terjadi.
Di salah satu meja ada seorang pemuda yang merasa kagum dengan sang putri. Dia duduk di temani tunangannya yang cantik. Tapi gadis itu merasa tidak nyaman di acara seperti itu. Apa lagi saat melihat pria di sampingnya yang sedari tadi tidak memperhatikan dirinya sama sekali.
Ternyata apa yang di lakukan sang putri sangat ampuh untuk menolak pertunangan itu dan Yasmin terlihat sangat Dewasa dengan apa yang dia lakukan. Sedang sang Ayah mantap bangga pada sang putri hingga rasa haru menyelimuti.
.
.
.
.
.
__ADS_1