Ku Sebut Nama-Mu

Ku Sebut Nama-Mu
Rasa Cemburu yang Nyata


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di Rembang. Di sebuah pesantren besar yang sudah 2 tahun Sani tempati. Suasana seperti biasa dengan kegiatan para santri yang melakukan aktivitas pembelajaran. Emran memarkirkan mobil di depan halaman ndal kyai. Semua yang melihat mobil mewah pajero putih parkir menarik perhatian. Apa lagi nampak Sani dan Salma turun dari mobil itu tambah menarik perhatian. Tidak banyak yang tahu kalau Salma putri seorang kyai. Salma selalu bisa membaur dengan para santri lain. Sedang Sani di kenal santri dari luar kota yang hambel.


Dari arah madrasah muncul seorang pemuda tampan. Dengan baju takwa bawahan sarung. Pemuda itu nampak semangat saat melihat gadis impiannya muncul dari mobil mewah itu. 3 hari tidak melihat pujaan hati membuat Ilyas tidak sabar untuk tidak menyapa Sani. Sudah banyak yang tahu tentang perasaan sang Gus yang suka pada Sani. Abah dan Ummahnya juga tahu perasaan sang putra.


"Assalamualaikum. ..Insani"


Sani membalik melihat siapa yang sedang menyapanya. " Waalaikum salam. . Gus"


"Kamu sudah kembali?"


"Iya...." Sani sedikit cuek pada Ilyas. Ilyas sudah biasa melihat sikap cuek dari Sani. Memang seperti itu sikap Sani pada para pria yang mendekatinya. Jadi Ilyas sudah tidak kaget.


" Sudah kangen Gus" Canda Salma.


"Ah...." Ilyas gugup mengaruk tengkuknya yang tidak nyaman.


Bizar dan Emran muncul dari depan Ilyas kaget melihat ada 2 pria muncul bersama Sani. Tapi pikiran positifnya mengatakan kalau mereka pasti kakak dari 2 gadisnya.


"Assalamualaikum. .."

__ADS_1


"Waalaikum salam...."


Bizar dan Emran Menyalami Ilyas. Gus tampan itu membalas. Dengan ramah Ilyas membalas dengan senyum ramah.


"Kalian Siapa?"


"Saya Emran Kakak Sani... sedang ini Abizar kakak Salma kami ingin sowan Kyai... Antum siapa? "


"Saya Ilyas... putra Kyai Dahlan."


Ilyas mempersalahkan masuk. Di sela sela obrolan dengan Emran dan Bizar Ilyas selalu memperhatikan Sani yang sedang sibuk berbincang dengan Salma dan Ning Adiba adik Ilyas.


Kyai Dahlan dan Ummah Hanifah baru kembali dari luar kota. Saat pesta pernikahan beliau berdua juga hadir di pernikahan Bizar dan Sani. Walau mereka kaget dengan kenyataan Sani tiba tiba menikah tapi tidak bisa berbuat apa pun.


Setelah salam di jawab mereka segera masuk rumah. Saat masuk mereka di kagetkan dengan kehadiran pengantin baru.


Semua mendekat menyalami 2 orang yang di hormati itu. Obrolan di lanjutkan dengan penuh ramah Ummah menahan diri untuk menyambut hubungan Sani dan Bizar karena beliau tahu perasaan sang putra . Tapi obrolan tidak bisa di bendung hingga Emran mengungkap hal yang mengetkan untuk Ilyas.


"Saya Kakak dan Gus Bizar sebagai suami Sani mengantar Sani dan. Ning. Salma.Kami titil selama di sini ."

__ADS_1


"Suami...."


"Iya.. Saya Suami. Insani Yasmin Maulidina Alexandria"


"Tidak mungkin" Tolak Ilyas tiak terima.


"Ilyas... ini Gus Bizar putra Kyai Yaqin... suami Sani. .. Abah dan Ummah kemarin hadir di pernikahan mereka"


"Apa. ..?"


Ada sembilu sakit di dada Ilyas. Dia sudah berniat untuk melamar gadis pujaan saat Sani lulus nanti. Tapi dia di tikung di sepertiga malam. Hati Sani mantap memilih Bizar sebagai pasangan. Di setiap Istiharohnya Hanya Nama Bizar yang muncul dalam doanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2