
Santi hanya melihat nya dengan tatapan kesal, apalagi saat dia ingin menghampiri Delvin dia di cegah oleh suami nya sendiri. Dan besan nya pun tidak marah karna memang tau jika itu adalah mantan kekasih Kyla.
"Maafkan aku..." mereka kembali mengatakan itu bersamaan.
Ed yang melihat itu sangat sedih, bagaimana tidak dia pernah merasakan ada di posisi Delvin. Dia harus merelakan orang yang dia cinta bersanding dengan orang lain, dan harus kuat menahan semua amarah dan benci nya agar tidak menimbulkan masalah. Ya begitulah cinta, kadang menyakitkan dan kadang membahagiakan.
Cinta selalu punya cara untuk datang sendiri, tapi ia juga punya banyak jalan untuk pergi. Kyla.
Meski tak berakhir indah, terimakasih karna pernah singgah. Semua telah ku maafkan karna mau bagaimanapun kita pernah saling memberi kebahagiaan. Delvin.
Kemudian mereka melepaskan pelukan nya, dan Delvin langsung berbalik dan pulang. Sedangkan Kyla menatap kepergian Delvin dengan nanar.
Setidak nya kita pernah bertukar cerita, meski kini kita tak mungkin untuk saling sapa. Kyla.
Tak berapa lama kemudian, Kyla langsung memeinta ijin ke kamar mandi untuk menenangkan diri. Ed yang ingin mengantarkan istrinya itu di larang oleh Kyla, dia beralasan dia bisa sendiri jika hanya ke kamar mandi.
Setelah itu, dia bercermin melihat wajah nya yang cantik namun sedikit terlihat mata nya sembab karna ia terus menangis.
Di saat Kyla akan keluar, ternyata Delvin berada di lorong kamar mandi itu sambil melamun dan Kyla pun mengahmpiri nya.
"Haii," sapa Kyla.
"Haii, kau sedang apa? di mana suami mu?" jangan ditanya jika hati Delvin tidak sakit, ia sangat sakit saat mengatakan suami oleh bibir nya sendiri.
"Aku hanya ke kamar mandi, dan aku tidak perlu di antar siapa siapa." ucap Kyla dengan nada yang bergetar seperti merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatinya.
"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Kyla dengan wajah yang tegar agar ia tidak menangis.
Delvin hanya diam, sebenar nya dia juga sangat ingin memeluk Kyla tapi sekarang Kyla bukan lah kekasih nya lagi.
Setelah itu Kyla langsung melepaskan pelukan nya dan Kyla pun berpikir bagaimana jika ini pelukan terakhir nya bersama Delvin.
"Aku kira kamu tidak datang," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Hari ini adalah hari bahagia kamu, aku pasti datang." jawab Delvin sambil tersenyum getir.
"Bahagia? kata siapa." ucap Kyla yang di bumbui tawa getir dari bibir nya.
"kamu tau siapa yang bikin aku bahagia?" ucap Kyla lagi dengan nada bergetar.
"Tapi aku gak akan bisa bikin kamu bahagia!" ucap Delvin yang sudah mulai meninggi.
"Aku bahagia? Aku menderita apa peduli kamu?!" teriak Kyla. Hati nya bercampur tidak karuan. Antara tidak rela, takut kehilangan dan benci.
"Aku peduli, yah aku peduli."
"Kamu peduli tapi kamu pergi! hiks." teriak Kyla lagi yang sudah menangis sejadinya.
"Aku bisa apa, aku tidak punya apa apa?!"
"Kamu punya hatiku! hiks. kamu punya cintaku! Tapi kenapa? kenapa kamu berhenti memperjuangkan aku kenapa?!" lagi lagi Kyla melampiaskan semua kekesalan dan kebencian nya karna laki laki yang di cintainya melepaskan dirinya begitu saja dan berhenti memperjuangkan nya hanya karna alasan orang tua.
"Aku minta maaf. Aku minta maaf karna aku sudah mencintaimu. Aku juga minta maaf, kalau aku harus pergi, Selamat tinggal." bohong jika Delvin tidak menangis. Walaupun dia tersenyum, tapi hati nya tetap menangis.
"Rindulah pada nya, kamu akan bisa melupakan aku. Biarlah kerinduan ku ini mengalir bersama air mata ku." ucap Delvin yang langsung pergi meninggalkan Kyla karna ia sudah tidak tega melihat Kyla menangis.
"Vin, Vin, Delvin!." teriak Kyla dan ia langsung terkulai lemas ke lantai dan beberapa saat kemudian ada pegawai hotel tersebut yang membantu Kyla untuk berjalan dan menuju kamar nya.
Kyla, maafkan aku. Aku mencintaimu. lirih Delvin saat ia keluar dari hotel tersebut.
Setelah acara selesai, Ed dan Kyla langsung menuju kamar yang memang sudah di siapkan oleh orang tua mereka.
Kyla langsung bergegas masuk ke kamar mandi, dan ia menyiram tubuh nya dengan air shower, dan ia menikmati setiap tetes air itu mengenai tubuhnya. Dia merasa hari ini sangat melelahkan bagi tubuh, pikiran, dan hatinya. Ia ingin sekali langsung beristirahat tanpa di ganggu siapapun. Seketika ia sadar bahwa dia bukan lah wanita single lagi yang bebas akan tidur jam berapa saja dan mau melakukan apa saja. Sekarang dia sudah mempunyai suami dan mungkin harus melayani nya malam ini. Dia membayangkan bagaimana jika Ed meminta hak nya malam ini, dan membuat dia bergidig ngeri saat membayangkan nya.
"Aaaaaa..." teriak Kyla yang sukses membuat Ed langsung mengahmpiri kamar mandi dan langsung membuka pintu nya.
Itulah kebiasaan Kyla, dia tidak pernah mengunci kamar mandi dan ia berfikir untuk apa ia mengunci pintu kamar mandi jika kamar nya saja sudah di kunci. Dia juga tidak ingat bahwa dia sudah menikah dan sudah pasti mereka berdua dalam satu kamar.
__ADS_1
"Maaf maaf.." ucap Ed saat ia menyadari dengan lancang nya membuka pintu itu dan untung saja Kyla sudah memakai handuk walaupun masih terlihat beberapa bagian tubuh nya oleh Ed.
"Aaaa aku pasti sudah gila, kenapa sampai lupa tidak mengunci pintu." Kyla mengumpat kepada dirinya sendiri yang lupa dengan keberadaan Ed di dalam kamar nya.
Sedangkan Ed melanjutkan dengan memainkan Hp nya karna ia sedang mengecek beberapa file yang di kirim oleh sekertaris nya itu. Dada nya bergemuruh dengan kencang, dia pertama kali melihat tubuh wanita yang bertelanjang, ya walaupun memang ada yang tertutup beberapa bagian.
Setelah Kyla selesai mandi, dia langsung berlari menuju ruang ganti baju, dan memilih baju tidur nya yang sudah di siapkan semua oleh orang tua nya.
Kyla terbiasa memakai baju tidur yang berukuran pendek, dan dia lagi lagi lupa jika sudah mempunyai suami.
"Ya tuhan, ini terlalu pendek jika aku memakai baju ini di depan nya. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mempunyai baju selain ini." gerutu nya kesal.
Dan terpaksa ia harus memakai baju yang memang sudah di siapkan oleh orang tua nya, dan perlahan ia melangkahkan kaki nya menuju sofa.
"Hei, mau kemana?" tanya Ed heran.
"Tidur." jawabnya singkat.
"Kan ini tempat tidur nya." ucap Ed sambil menepuk kasur nya itu.
"A-aku belum siap untuk tidur berdua bersama pria." gugup Kyla.
"Ya sudah kau tidur disini, aku yang tidur di sofa." Ed yang sudah berdiri langsung tertahan oleh perkataan Kyla.
"Aku saja yang tidur di sofa, lanjutkan saja pekerjaan mu."
Ed yang mendengar bantahan dari gadis yang sudah sah menjadi istri nya itu merasa geram. Dia langsung berjalan mendekat ke arah Kyla, dan Kyla sepontan berdiri saat melihat senyum seringai yang terlahir dari bibir Ed, seperti kesal karna perintah nya di bantah.
"Ed a-apa yang kau lakukan." gugup Kyla.
"Aku akan mengambil hak ku sekarang!" ucap Ed dengan senyum jahat nya.
Ed terus berjalan, dan ternyata Kyla sudah terpojok, dia tidak bisa kemana mana lagi, dan sekarang jarak anatara mereka hanya beberapa centi saja.
__ADS_1
"Ed, Ed, jangan aku belum siap!" Kyla sudah memejamkan mata nya saat Ed mendekatkan bibir nya kepada bibir Kyla.