Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 9 ~ Nasihat Orang Tua


__ADS_3

Malam hari pun tiba, Kyla dan Ed sudah selesai membersekan semua barang barang yang di bawa nya dan menata nya dengan rapi.


Kyla berjalan ke arah kamar mandi dan di ikuti oleh Ed, saat ia mengetahui suami nya mengikutinya Kyla langsung berbalik menatap tajam Ed.


"Papih, kenapa kau mengikutiku?"


"Aku ingin mandi bersama mu" ucap Ed yang tersenyum jahil.


"Silahkan Papih duluan yang mandi, aku nanti saja." ucap Kyla sambil meluruskan tangan nya mempersilahkan suami nya untuk mandi terlebih dahulu.


"Aku ingin mandi berdua bersama mu." lagi lagi Ed tersenyum jahil. Dia sangat bahagia melihat wajah imut sang istri ketika panik maupun kesal.


"Papih! bisa kah kau tidak nakal sebentar?"


"Aku tidak bisa, aku menginginkan mu." ucap Ed dengan seringai jahat nya.


"Ish Papih, aku masih sakit, nanti saja!" Kyla langsung memasuki kamar mandi tanpa menghirau kan Ed.


Sedangkan Ed sangat senang bisa menjahili istrinya.


"Hahaha, kau semakin cantik jika marah." ucap Ed pelan.


Ed kembali ke kamarnya, dan memilihkan baju untuk nya dan istrinya agar besok tidak perlu bersiap siap untuk pergi.


Setelah Kyla keluar, Kyla langsung memasuki ruang ganti baju dan di ikuti oleh Ed.


Ed langsung memeluk tubuh mungil Kyla dan menggendong nya ala bridal style.


"Papih! aku belum pakai baju!" teriak Kyla yang berontak atas perlakuan suami nya.


"Aku lebih suka kau seperti itu."


Kyla langsung di baringkan di tempat tidur dan Ed mulai menindihi badan Kyla.


"Sayang, Ah aku tidak tahan melihatmu." lirih Ed.


"Papih, aku bilang nanti saja. Aku juga masih sakit jadi besok saja yah hmmp." ucap Kyla terpotong karna Ed sudah menempelkan bibir nya ke bibir istrinya.


Tangan nya sudah kemana mana, sebenar nya Kya masih merasakan sakit di bawah sana, tapi mau bagaimana lagi suami nya sudah tidak tahan dengan nya, Kyla hanya bisa pasrah saja.


Tempat tidur sudah berantakan, baju sudah melayang ke berbagai penjuru, dan terjadilah pertarungan antara suami istri itu.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya...


Tepat pukul 06.00 Kyla bangun, dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya. Setelah merasa segar, ia berjalan menuju dapur dan memasak untuk sarapan pagi.


Ed yang mencium aroma makanan yang sangat mengguga selera, ia pun bangun. Saat menoleh kearah samping, ternyata Kyla sudah tidak ada. Dia berjalan kearah dapur ia langsung memeluk Kyla dari belakang. Ah sepertinya Ed sangat suka jika memeluk istrinya dari belakang.


"Papih! kau membuatku kaget saja."


"Morning sayang." Cup. tidak menjawab malah memberi kecupan di pipi Kyla.


"Morning Papih." Kyla berbalik dan mengecup pipi kanan Ed.


Cup. Ed mengecup bibir manis istrinya.


"Morning Kiss" ucap Ed yang mempererat pelukan nya.


"Papih duduk saja dulu, sebentar lagi aku selesai."


"Baiklah."


Setelah semua selesai, Kyla menata makanan nya dengan rapi, setelah itu ia pun ikut duduk dan sarapan bersama.


"Sayang," ucap Ed pelan.


Ed mengambil tangan Kyla, dan mengecupnya.


"Aku mencintaimu."


Tidak tahu semerah apa pipi Kyla. dia merasa sangat bahagia sekarang.


"Haha Papih. Aku juga mencintaimu."


Asal kamu tau aku sangat bahagia bersama mu. Terimakasih sudah mau bersamaku. Kyla.


Aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan menjagamu dengan penuh kasih sayang, aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk mu sayang. Ed.


Setalah selesai makan, Kyla langsung membereskan piring piring lalu mencucinya.


Di Apartemen Ed memang tidak ada pembantu, Kyla ingin mengerjakan pekerjaan rumah itu sendiri tanpa harus ada pembantu.


*****


Mereka sudah bersiap siap untuk pergi ke bandara, orang tua mereka sudah mengabarkan bahwa orang tua Kyla dan Ed akan sampai di sana 1 jam sebelum pesawat lepas landas.

__ADS_1


Tepat pukul 09.00 Ed dan Kyla sampai di bandara. Mereka belum tau akan bulan madu kemana, karna orang tua nya tidak memberi tahu itu.


Beberapa menit kemudian Orang tua Ed dan Kyla sampai di bandara. Dengan wajah yang sangat bahagia seperti mendapatkan hadiah teristimewa yaitu kebahagiaan putra putrinya.


Agri dan Santi mengahampiri putrinya dan memeluknya dengan kasih sayang. Mereka menumpahkan rasa rindu karna 4 hari mereka tidak bertemu, Kyla hanya menghabiskan waktu di rumah saja bersama suami nya sedangkan orang tua Kyla sangat sibuk dengan berbagai pekerjaan nya dan tidak mau mengganggu hubungan putrinya bersama suami nya.


"Sayang bagaimana kabarmu?" tanya Santi lembut.


"Aku baik baik saja Mamah. Bagaimana kabar kalian? aku sangat rindu." ucap Kyla yang kembali memeluk orang tuanya.


"Kami baik baik saja sayang." jawab Agri.


"Sepertinya kamu sangat bahagia bersama suamimu?" tanya Agri.


"Papah, Mamah, terimakasih telah mempertemukan ku bersama Ed, sekarang aku bahagia bersama nya, ya walaupun di awal aku mengalami masa sulit untuk menerima semua nya, tapi sekarang aku sudah ikhlas, mungkin ini jalan terbaikku, aku akan berusaha mencintai suami ku." ucap Kyla panjang lebar.


"Syukur lah jika kau bahagia, sekarang jangan pernah memikirkan masa lalu, buat saja masa lalu menjadi pelajaran untukmu." ucap Agri sambil membelai lembut rambut putrinya.


"Ya sudah bersenang senang lah di sana. Sudah temui suami mu sana." ucap Santi sambil menunjuk ke arah Ed.


Kyla menghampiri suami nya, setelah ia berpamitan kepada kedua orang tua nya.


"Pah, aku sangat bahagia jika dia bahagia." lirih santi kepada Agri.


"Iya aku juga bahagia."


*****


"Ed, sepertinya kamu bahagia bersama Kyla." tanya Rendra kepada putra nya.


"Pah, Mah, sebelum nya aku berterimakasih kepada kalian karna sudah mempertemukan ku dengan Kyla, dia gadis yang sangat baik dan mandiri, ya mungkin aku sudah jatuh cinta kepadanya, dan yang paling penting aku sudah bahagia bersama nya, aku sangat bahagia bersama nya."


"Syukurlah jika kalian bahagia. Sayangi dia seperti kamu menyayangi Mamah mu, jaga dia melebihi kamu menjaga dirimu sendiri. Utamakan lah dia, Kyla pantas mendapatkan perlakuan itu semua. Dan yang paling penting buatlah Kyla bahagia." ucap Rendra.


Wine hanya tersenyum bahagia, akhir nya putra sulung nya itu mendapatkan kebahagiaan nya setelah bertahun tahun di manfaatkan oleh mantan kekasih nya.


"Papih! berapa menit lagi pesawat lepas landas?" Kyla langsung menutup mulut nya dengan tangan nya. Ia sedah terbiasa memanggil Ed dengan sebutan Papih. Sedangkan Ed dan orang tua nya terkekeh melihat tingkah Kyla.


"Haha, tidak apa sayang, pesawat 20 menit lagi lepas landas, bersiap siaplah." ucap Ed yang terkekeh dengan tingkah istrinya.


"Iya" lirih Kyla pelan.


Orang tua Ed berpamitan, dan orang tua Kyla pun ikut pamit karna banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.

__ADS_1


__ADS_2