Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 16 ~ Bulan Madu Part 7


__ADS_3

Malam hari pun tiba, udara semakin dingin. Tapi Ed sekarang sedang ada di balkon kamar nya, ia memandangi bulan dan bintang yang bertebaran. Tapi pikiran dia melayang ntah kemana, apa Ed bisa membahagiakan Kyla? Apa Ed tidak akan mengecewakan Kyla? dan Apakah Ed bisa selalu berada di samping Kyla? begitulah yang ada di fikiran nya. Ia takut tidak bisa membahagiakan istrinya, ia juga takut mengecewakan istrinya.


Setelah tahu mereka akan bulan madu kemana, Ed merasa tidak enak, ia takut jika Kyla akan tersakiti oleh perkataan Della. Tapi nyatanya tidak, Kyla sangat pandai bersilat lidah, malah Della sendiri yang kesal atas semua perkataan Kyla. Tapi tetap saja, Ed takut jika Kyla lama lama akan terpengaruh oleh hasutan Della. Ed tau betul sifat Della seperti apa, Jika dia mempunyai keinginan apapun cara nya ia akan melakukan nya walaupun beberapa kali jatuh. Della sangat kerasa kepala, ya seperti ini, Della ingin mendapatkan Ed kembali karna ia sadar semenjak mantan suami nya meninggalkan nya di saat ia susah, Della sadar bahwa dia sudah jatuh cinta kepada Ed.


"Huh, sudahlah memikirkan dia hanya mebuatku sakit kepala saja." ujar Ed dan langsung berbalik.


"Papih, apa yang kau lakukan malam malam begini?." tanya Kyla yang heran apa yang di lakukan suami nya di malam hari begini.


"Aku hanya mencari udara segar saja." ucap Ed yang langsung memeluk Kyla.


"Ini sudah sangat dingin, kenapa Papih mencari udara segar? Sebenar nya Papih memikirkan apa?"


"Sungguh aku tidak memikirkan apa apa sayang." Ed langsung menggendong Kyla ala bridal style dan membawa nya ke kasur.


"Papih coba ceritakan, aku tau kau sedang ada masalah." ucap Kyla yang memeluk pinggang suami nya.


"Sayang apa kau cemburu saat kita bersama 'dia'?" tanya Ed pelan.


"Tentu saja."


"Bagaimana rasanya? apakah sakit? tolong maafkan aku sayang." ucap Ed yang langsung memberi beribu ciuman kewajah Kyla.


Kyla hanya terkekeh melihat tingkah suami nya. "Papih, tentu saja aku cemburu padanya. Tapi aku sengaja sering membiarkan dia mendekati kita. Aku ingin rencana dia memisahkan kita gagal sebelum di mulai." ucap Kyla sambil mencubit pipi Ed gemas.


"Sayang, aku hanya takut kau terluka karna pria sepertiku." ucap Ed dengan lirih sambil mengelus rambut Kyla lembut.


"Papih, aku tidak gampang terhasut oleh perkataan orang, aku hanya percaya dengan apa yang aku lihat." terlihat Kyla menghela nafas sebentar. "Tapi jika apa yang aku lihat ada penjelasan yang masuk akal, aku akan melupakan kejadian itu." ucapnya lagi menjelaskan.


"Tetapi..." ucap Ed terpotong karna Kyla berbicara kembali.


"Sekarang aku tahu dia perempuan seperti apa, aku hanya kahawatir kepada mu saja. Apa Papih akan tergoda dengan nya?" tanya Kyla yang menatap lekat mata suami nya.


"Sayang mana mungkin aku akan tergoda pada nya, mana mungkin juga aku meninggalkan istriku yang paling cantik ini." ucap Ed sambil mencium hidung Kyla.


"Apakah benar?" tanya Kyla memastikan.


"Sayang, apa kau belum percaya kepadaku?" bukan menjawab Ed malah balik bertanya.

__ADS_1


"Papih, aku tau rasanya di tinggalkan oleh orang yang di sayang. Oke Papih pasti pernah benci dengan nya, tapi apakah Papih bisa melupakan semua kenangan nya bersama Papih. Jujur saja, aku belum begitu melupakan masa lalu ku, aku hanya memikirkan Papih dan berbahagia bersama Papih tanpa memikirkan siapapun. Aku juga berusaha mati matian untuk mencintai Papih. Papih tau sendiri kita hanya di jodohkan, kita tidak saling mencintai di dalam pernikahan ini. Ya memang pada akhirnya kita juga saling mencintai. Aku tau Papih belum sepenuh nya mencintai aku. Dan jujur saja aku juga belum sepenuh nya mencintai Papih. Jadi wajar saja aku belum sepenuh nya percaya pada Papih, karna aku tau pasti Papih masih mempunyai sedikit rasa kepada Della. Karna dia yang menghinati Papih bukan karna cinta Papih yang sudah pudar." ucap Kyla panjang lebar.


"Sayang, maafkan aku. Sungguh aku tidak punya rasa lagi kepadanya. Maafkan aku sayang." lagi lagi Ed meminta maaf yang memebuat Kyla tersenyum.


"Papih, kau tidak salah apa apa, ini sudah takdir. Kita hanya bisa mengambil beberapa pelajaran saja dari masa lalu kita." lagi lagi Kyla berbicara dengan tulus yang membuat Ed merasa tersentuh dengan semua perkataan Kyla.


"Sayang, takdir Allah memang sangat tepat. Aku sekarang sangat bahagia bersama mu. Bahkan aku lebih bahagia bersama mu dari pada masa masa lalu ku." ucap Ed yang tak henti henti mengecup puncak kepada Kyla.


"Memang berapa mantan Papih?" tanya Kyla dengan polos nya.


"Sudah sudah, sebaiknya kita tidur saja." ucap Ed yang langsung memeluk Kyla lebih erat.


Kyla hanya terlekeh mendengar suami nya. Dan mereka pun terlelap dalam mimpinya.


*****


Keesokan harinya...


Di pagi yang cerah, Kyla bangun sebelum jam menunjukan pukul 07.00. Dia membersihkan semua ruangan itu dengan rapi dan bersih. Dia juga belajar untuk melayani suami nya dengan baik. Selama ia di Paris, dia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah sekalipun, dan dia ingin memulai nya dari sekarang.


Dan setelah semua beres, ia menuju kamar mandi dan melaksanakan ritual mandi nya. Setelah semua selesai, ia membuatkan teh hijau untuk suami nya lalu bernanjak ke kasur untuk membangunkan suami nya.


"Hmm" Ed hanya menggeliat kecil lalu tidur kembali.


"Papih, ini sudah pagi ayo bangun." ucap Kyla lagi.


"Apa sayang." ucap Ed dengan lirih.


"Aku sudah membuatkan teh untuk mu. Ayolah bangun, ini sudah pagi."


Ed perlahan bangun, saat melihat jam ternyata waktu masih menunjukan pukul 07.30. Dia berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya.


"Sayang kenapa kau bangun sepagi ini?" tanya Ed heran yang langsung menghampiri istrinya di meja makan.


"Sebentar lagi sarapan akan datang," bukan nya menjawab malah meninggalkan Ed dan ia pergi ke rak piring dan membawa piring secukupnya.


Tingtong. tingtong.

__ADS_1


"Sebentar Papih, aku akan membuka nya dulu." Ed hanya diam saja, dan mulai meminum teh yang di buat istrinya itu.


Kyla langsung membuka kan pintu dan menerima bungkusan makanan itu.


Kyla berjalan menuju suami nya yang masih kelihatan bingung. Kyla langsung menata semua makanan dengan rapi, setelah itu dia duduk dan menyiapkan makanan untuk Ed.


"Papih, ayo makan." ucap Kyla saat ia meletakan piring beserta makanan nya itu di hadapan Ed, dia hanya memandangi nya saja.


"Ah iya."


Setelah itu mereka makan bersama, tanpa ada suara hanya ada dentingan sendok dan garpu. Kyla hanya diam menikmati sarapan nya dan Ed pun sama ia masih bingung, kenapa Kyla bersikap seperti ini padanya, kenapa Kyla melayani nya dengan baik. Apa perkataan semalam membuatnya begini? begitulah pikir Ed.


Setelah selesai, Kyla langsung memberskan semua piring dan mencucinya.


Kemudian Ed menghampiri Kyla dan memeluknya dari belakang.


"Sayang, kenapa kau bangun sepagi ini?" tanya Ed sambil meletakan kepala nya di pundak Kyla.


"Aku ingin mengerjakan tugasku sebagai istri." ucap Kyla sambil menoleh ke arah Ed.


"Kenapa kau repot repot mengerjakan semua nya, jika kita pulang pun masih ada bibi yang mengerjakan pekerjaan itu." Ed semakin mempererat pelukan nya.


"Papih, biarkan bibi di pindahkan di rumah Papah dan Mamah, aku juga masih sanggup mengerjakan semua nya."


"Jika kau lelah bagaimana?" tanya Ed khawatir.


"Ya itulah kewajiban seorang istri memang sangat melelahkan, tapi lelah itu akan terbayar oleh bahagia Papih." Kyla sudah dengan pekerjaan nya dan berbalik memeluk Ed.


"Kau yakin?" tanya Ed memastikan.


Kyla mendongakkan kepala nya menatap Ed. "Aku yakin Papih, aku bisa mengerjakan semua nya." ucap Kyla meyakinkan.


"Kalau begitu baiklah."


Setelah itu Ed menggendong Kyla ala bridal style dan merebahkan nya di kasur.


"Sayang, aku mencintaimu." Cup. Ed mengecup bibir Kyla sekilas.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu Papih." jawab Kyla sambil mengaitkan tangan nya ke punggung leher Ed.


__ADS_2