
Di ruangan VIP, Kyla terbaring lemas, ia masih pingsan yang membuat Ed sangat kahawatir sampai sampai ia tidak mengabari orang tua Kyla maupun orang tua nya.
Ia sedang menunggu di luar karna dokter sedang memeriksa keadaan Kyla. Ed hanya berjalan mondar mandir seperti setrikaan, ia sangat khawatir dengan keadaan Kyla.
Tak lama kemudian dokterpun keluar dan Ed langsung bertanya kepada dokter tersebut.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya, apakah dia baik baik saja?" tanya nya dengan khawatir.
"Tenang pak, istri bapak baik baik saja, dia hanya sedikit kelelahan dan stres karna banyak yang di pikirkan." ucap dokter tersebut membuat perasaan Ed sedikit lega.
"Apakah boleh sama melihat nya?"
"Silahkan."
Setelah itu Ed langsung masuk dan hatinya terenyuh saat melihat wanita yang di cintainya terbaring lemas di ranjang rumah sakit. Ia mendekatkan dirinya kepada Kyla dan duduk di samping ranjang tersebut.
"Sayang Maafkan aku. Maafkan aku, tolong bangun sayang, aku tidak kuat melihatmu seperti ini." air mata jatuh, ia tidak bisa menahan tangis nya, penyesalan nya sangat besar karna sudah tertipu oleh wanita pengganggu itu.
Tak berapa lama kemudian, jari Kyla bergerak yang membuat Ed panik sendiri. Ia berteriak memninta toling agar para Dokter datang untuk memeriksa istrinya.
"Istri bapak sudah siuman, jadi mohon jangan terlalu panik."
Tak menanggapi ucapan dokter, Ed langsung berhambur memeluk Kyla, ia sedikit menyeka air mata nya yang tertinggal di ujung pelupuk mata nya agar Kyla tidak melihatnya.
"Sayang, maafkan aku..." lagi lagi Ed meminta maaf dengan menyedihkan. Ia tidak tahu harus menjelaskan nya lagi dari mana semua nya sudah di jelaskan tapi istrinya masih marah kepadanya, yang membuatnya sangat merasa bersalah.
"Sayang, maafkan akuu..." dokter yang melihat itu pun langsung pergi tanpa pamit.
"Jangan terlalu erat, aku tidak bisa bernafas." ucap Kyla lemas.
Ed langsung melepaskan pelukan nya dan mengelus rambut Kyla lembut dan sesekali menciumi tangan Kyla yang sudah di infus.
"Sayang, maafkan aku, tolong jangan marah kepadaku, sungguh aku tak bermaksud menyakitimu." ucap nya dengan lirih. Tak terasa air mata menetes tanpa bisa di cegah.
"Papih, kenapa kau menangis." Kyla dengan lemas menghapus air mata suami nya.
"Tidak sayang, aku tidak menangis, aku hanya takut kau meninggalkan ku." lagi lagi Ed meneteskan air mata nya, yang membuat Kyla tidak tega sendiri. Tapi Kyla masih kesal dengan itu.
"Sudahlah, lupakan semua itu, aku sudah tidak mau membahasnya." balasnya datar.
"Tapi apa kau memaafkan ku?" tanya Ed yang menghapus semua air mata nya dan menatap istrinya lekat.
"Iya iya sudah, seperti anak kecil saja menangis seperti itu."
"Aku sangat takut kau terus marah padaku, aku pun melakukan itu karna mu juga, aku tidak mau 'dia' mengganggu mu." jelas Ed sambil terus mengecup punggung tangan Kyla.
"Iya iya aku mengerti, ya aku hanya kesal saja kenapa Papih masih percaya dengan nya dan mau memenuhi syarat jelas jelas dia melihatku sebelum memeluk mu, cih.. dia itu licik." Kyla hanya megerutkan bibir nya membuat Ed gemas sendiri.
"Terus kenapa kau sangat marah kepadaku?" tanya Ed antusias.
"Ya jelas aku cemburu Papih. Mana mungkin aku rela Papih di ambil oleh wanita buaya itu." lagi lagi Kyla mengerutkan bibir nya, Ed dengan gemas meng unyel unyel pipi Kyla.
__ADS_1
"Kau sangat lucu sekali sayang."
"Papih, aku ingin pulang, aku tidak mau di rumah sakit." rengek Kyla dengan manja.
"Sayang, apa kau sudah tidak apa apa?" tanya Ed khawatir.
"Aku sudah baik, aku tidak apa apa, aku sangat bosan di sini."
"Benarkah, aku tidak mau kau kenapa napa." ucap Ed lembut sambil mengelus rambut Kyla lembut.
"Papih, aku tidak betah disini."
"Baiklah, tapi kau makan dulu yah, ini sudah siang."
"Nanti saja di hotel, aku tidak mau makanan rumah sakit."
"Ya sudah aku izin terlebih dahulu kepada dokter." ucap Ed kemudian ia meninggalkan Kyla dan menemui dokter.
Di saat di lorong rumah sakit, Ed tidak meyadari bahwa ada orang yang memasuki ruang rawat istrinya.
Orang itu membuka pintu dengan perlahan, ternyata Kyla sedang bermain dengan ponsel nya.
"Papih, kau sudah kembali. Cepat sekali." ucap Kyla saat mendengar ada orang yang membuka pintunya.
Kyla tidak mendapat jawaban apa apa, dan saat Kyla mendongakkan kepala nya ternyata itu bukan Ed melainkan Della.
"Della ada apa kau kesini?" tanya Kyla dengan tegas.
"Sudah cukup kau mengganggu rumah tangga kami, sekarang kau mau apa?" Kyla sudah sangat geram dengan Della.
"Aku ingin kau menjauhi Ed. Aku ingin kau dan Ed bercerai." tegas Della sambil menunjukkan jari nya di kening Kyla.
Kyla langsung menepis tangan Della dengan keras. "Sampai kapan pun aku tidak akan menjauhi Ed dengar itu!" tegas Kyla dengan kesal.
Plakk..
Della menampar Kyla dengan emosi.
"Apa yang kau lakukan?. Sebenci itu kau kepadaku? kenapa kau dulu meninggalkan nya, kenapa dulu kau menyianyiakan nya dan sekarang kau mengejarnya? apa kau memanfaat kan suami ku demi uang?."
Della sudah melanyang kan tangan nya namun tangan nya di tahan oleh Kyla.
"Kenapa kau tidak terima?" Kyla menatap Della dengan penuh kebencian, ia sangat kesal dengan wanita pengganggu di depan nya.
"Kau tidak tahu sifat Ed yang sebenar nya. Dia itu orang nya kasar, dia sering..." ucap Della terpotong saat Kyla menampar pipi mulus Della.
Plakk...
"Jika kau tau sifat asli suami ku yang sebenar nya, kenapa kau ingin kembali pada nya, kenapa kau mengejarnya kembali? haha aku sudah tau semua keburukan mu, jadi aku tidak akan pernah mempercayai ucapan mu." ucap Kyla yang menahan amarah nya, ia sudah sangat kesal dengan wanita yang ada di depan nya.
"Kurang ajar, kenapa kau menamparku!" teriak Della dan.
__ADS_1
Plakk...
Della kembali menampar pipi mulus Kyla. "Apa? kau bilang kenapa aku menamparmu? apa kau tidak ingat kau yang telah menamparku duluan?" ucap Kyla dengan senyum jahat nya.
Plakk...
Tamparan kembali melayang di pipi Della. Kemudian Ed membuka pintu saat istrinya menampar Della, Ed sempat berfikir buruk kepada Kyla karna ia bersikap sangat kasar kepada Della.
"Hentikan!" teriak Ed.
Della langsung menjatuhkan dirinya sambil memegang pipi nya yang merah karna tamparan keras Kyla.
"Ed, istrimu menamparku. Padahal aku hanya menjenguk nya tapi dia malah memperlakukan ku tidak baik." ucap Della dengan air mata buaya nya.
Kyla hanya diam tidak mengelak atas perlakuan Della.
Ed beralih menatap Kyla. "Sayang apa yang di katakan Della benar?" tanya Ed yang menghampiri Kyla.
"Apa kau masih percaya dengan nya?" tanya Kyla dengan tersenyum getir.
Ed, aku berharap kau tidak percaya dengan nya lagi. Percayalah padaku, aku istrimu, dia hanya ingin merebutmu dariku. Kyla.
"Ed sungguh, dia yang menamparku, kau melihatnya bukan?" lagi lagi Della berbicara seperti dia adalah korban paling menyedihkan di dunia ini.
"Kau jangan asal bicara? kau yang menamparku duluan, apa aku tidak boleh membalas mu?" teriak Kyla yang memenuhi ruangan tersebut.
"Ed, percayalah padaku." lirih Della pelan.
Ed meraba pipi Kyla pelan, dan Kyla meringis kesakitan. "Aww."
"Ini kenapa?" tanya Ed sedikit khawatir.
"Dia berbohong, dia yang menamparku, bukan aku yang menamparnya." protes Della denga keras, ia takut Ed akan percaya dengan istrinya.
"Aku tanya sekali lagi, apa kau benar benar menamparnya?!" teriak Ed yang mengajukan pertanyaan itu kepada Kyla.
Kyla yang tau itu pertanyaan untuk nya langsung menjawab. "Iya aku menamparnya, tapi dia terlebih dahulu menampar ku! dia ingin kita bercerai, dia ingin kita pisah! apa aku salah jika aku membalas nya!" tangis Kyla pecah saat tahu bahwa Ed tidak percaya dengan nya.
"Bohong! dia..." ucap Della terpotong karna Ed langsung berteriak.
"Cukup! sebaiknya kau pergi." teriak Ed kepada Della.
Della kemudian bangkit dan berjalan perlahan, saat sudah dekat dengan pintu, ia memanlingkan wajah nya dan bertatap dengan Kyla. Della tersenyum dengan sinis, kemenangan sepertinya akan terpihak pada Della karna Ed hanya melihat istrinya lah yang menampar Della.
"Papih apa kau tidak percaya dengan ku?" tanya Kyla dengan suara bergetar.
"Cukup!" teriak Ed.
"Kau membentakku? kau membentakku gara gara wanita itu? iya kau masih percaya dengan nya dan kau tidak percaya dengan ku?!"
Plakk... Kyla menampar Ed dengan sangat keras. Kemudian Kyla menutup mulut nya tak percaya bahwa ia sudah menampar suami nya.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa percaya jika kau juga bersikap seperti itu padaku?!" bentak Ed kepada Kyla yang membuat Kyla merasakan sakit di hatinya.