Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 18 ~ Bulan Madu Part 9


__ADS_3

Di saat malam hari, tepat nya jam 2 pagi. Kyla terbangun, dan ia segera memasuki kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan shalat malam.


Setalah selesai, kejadian semalam yang terus mengganggu pikiran nya melintas, Kyla tak habis pikir Ed akan melakukan itu. Hati Kyla terasa sakit melihat suami yang di cintainya di peluk oleh wanita lain yang notabe nya adalah 'mantan'. Ia kembali meneteskan air mata nya dan mengangkat kedua tangan nya, dan berdoa kepada yang Maha Kuasa.


"Ya Allah, apakah hamba harus kehilangan orang yang hamba cintai untuk kedua kalinya. Hamba tidak mau melanggar janji pernikahan itu, tapi apakah hamba kuat menjalani ini sendiri? Ya Allah bantulah hamba menyelesaikan masalah ini tanpa ada perceraian, Robbana Atinna Fidunya Hasanah, Wafil Akhirati Hasannah Wakina Azabannar. Aminn" ia kembali menangis di sela sela doa nya, ia kembali melanjutkan tidur nya saat ia merasa lebih tenang setelah shalat.


Di pagi hari yang cerah, Kyla bangun dengan perasaan yang tidak mengenakkan. Ia sangat sakit hati kepada suami nya saat malam.


Kyla bangun dan seperti kemarin, ia membersihkan semua tempat itu dengan rapi dan membuatkan teh untuk Ed. Setelah itu Kyla memasak karna kemarin Ed pun membeli sayuran dan daging untuk di masak hari ini.


Ed yang mencium aroma masakan pun bangun, ia menoleh ke samping ternyata Kyla sudah tidak ada.


Ia berjalan ke dapur dan memeluk Kyla dari belakang. Kyla tidak menolak ataupun apa, ia hanya merasa sebal kepada suami nya.


"Kau sudah bangun." ucap Kyla dingin.


"Sayang Maafkan aku." ucap Ed dengan lirih sambil terus mempererat pelukan nya dan tak lupa menciumi pipi Kyla.


Kyla diam tak menjawab, ia masih tidak bisa berbicara dengan Ed.


"Sayang," ucap Ed sambil mencubit pipi Kyla pelan.


"Sayang," tak ada jawaban ia pun memanggil kembali.


"Sayang!" tidak ada jawaban yang kedua kalinya, ia pun sedikit mengeraskan panggilan nya dan membalikkan tubuh Kyla.


Kyla hanya diam tak menjawab ataupun protes atau pun apa.


Ed mencium bibir Kyla tapi Kyla sama sekali tidak membalas ciuman suami nya.


"Sayang, tolong maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Maafkan aku..." ucap Ed terpotong saat Kyla menyela nya.


"Aku sedang memasak." Kyla hanya melihat Ed sekilas dan langsung berbalik badan melanjutkan masakan nya.


"Teh mu sudah kubuatkan minumlah." ucap nya lagi tanpa mengalihkan pandangan nya dari wajan.


Ed diam, ia merasa sangat bersalah kepada istrinya. Ia sudah sangat membenci Della, dan kenapa orang tua nya membiarkan mereka berlibur di kota tempat Della tinggal.


Ed hanya mengotak ngatik hp nya memberi pesan kepada Mamah nya.


Edzard: "Mah kenapa membiarkan ku bulan madu disini?!"

__ADS_1


Mamah: "Sayang, mertuamu yang menyuruh nya, Kyla sangat suka tempat itu dan Kyla pun belum pernah kesana lagi sejak kecil karna mereka terlalu sibuk."


Mamah: "Memang ada apa? apa Della mengganggu mu?"


Edzard: "Mamah tau kan bagaimana sifat Della, ia sering mengganggu ku dan Kyla."


Mamah: "Maafkan mamah, ini keiinginan mertua mu. Tapi hubungan kalian baik baik saja kan?"


Edzard: "Kami baik baik saja, ya sudah aku makan dulu mah."


Mamah: "Baiklah, ingat jaga dia jangan sampai membuatnya menangis."


Ed tidak menjawab pesan terakhir Mamah nya, ia merasa bersalah kepada 2 orang wanita yang di cintainya. Ia sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan, tapi alasan Della untuk memeluknya membuat ia tidak berfikir dengan perasaan Kyla.


Kyla juga tidak terlalu risih dengan keberadaan Della, tapi Ed merasa risih karna ia tidak mau Della berbicara yang tidak tidak kepada Kyla makanya ia memutuskan untuk menyetujui persyaratan Della untuk memeluknya.


Kyla sudah menyelesaikan masakan nya, ia menata nya dengan rapi kemudian mengambil piring dan nasi, ia langsung mengambilkan untuk suami nya dan mengisi gelas kosong Ed dengan air, kemudian ia melakukan hal sama untuk dirinya. Tidak ada senyum di antara mereka, Kyla pun tidak tahu kenapa ia sangat kesal dengan suami nya.


"Sayang, aku..." ucapan Ed kembali terpotong oleh ucapan Kyla.


"Makan lah dulu, tidak baik makan sambil berbicara." sela Kyla dengan cepat.


Ed diam, ia langsung melanjutkan makan nya dengan cepat, ia ingin segera menjelaskan semua nya kepada istrinya, bahwa apa yang ia putuskan untuk nya juga.


Setelah semua selesai, seperti biasa Kyla memberskan semua nya dan mencucinya. Ed seperti biasa pula langsung memeluk Kyla dari belakang.


Kyla kembali diam yang membuat Ed tidak kuat di diamkan oleh sang istri.


"Sayang, kumohon jangan diamkan aku." Ed sedikit menggoyang goyang kan bahu Kyla agar mau bicara, tapi nihil Kyla sama sekali tidak berbicara kepada Ed.


"Sayang Kumoho..."


"Aku sedang cuci piring, sebaiknya duduklah." lagi lagi Kyla berbicara dengan nada dingin yang membuat Ed selalu merasa sangat bersalah kepada istrinya.


"Sayang, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semua." Ed sudah memohon setulus mungkin, tapi Kyla masih belum tersentuh sama sekali.


"Baiklah, kau tunggu saja di sofa."


Ah rasanya Ed ingin mengulang waktu untuk kejadian itu, ia akan menyesali keputusan nya jika akan berakhir seperti ini.


Ed berjalan dengan lunglai, ia menduduki sofa dengan sangat kasar, ia ingin sekali membuat Della mengilang di kota ini maupun indonesia.

__ADS_1


Setelah pekerjaan Kyla selesai, benar saja Kyla menghampiri Ed dengan tatapan datar.


"Sayang, tolong maafkan aku." lagi lagi Ed meminta maaf sambil menggenggam tangan istrinya, tapi tangan nya di tepis oleh Kyla.


"Jelaskan." ucapnya datar dan dingin.


Ed menjelaskan semua nya dari awal, tidak ada yang tertinggal satu pun, Kyla pun tidak menjawab ataupun menyela semua penjelasan Ed.


"Sudah?" lagi lagi Kyla hanya menjawab nya dengan datar yang memebuat Ed kesal sendiri dengan dirinya sendiri.


"Jangan memotong pembicaraan ku." ucap Kyla lagi.


"Sekarang aku tanya kepadamu, apa kau masih bisa percaya kepada Della, orang yang selalu membohongimu. Dan kenapa kau tidak menolak semua tawaran nya, dan membiarkan dia memelukmu dalam waktu 5 detik? biarkan dia mengganggu kita, aku tidak risih dengan nya, tapi kenapa kau sangat risih dengan keberadaan nya, apa kau takut jika kau mempunyai rasa lagi kepadanya, iya?. Aku selalu berusaha percaya kepadamu, dengan itu aku membiarkan dia mengganggu kita karna aku percaya kau tidak akan lagi jatuh kepelukan nya, bayang kan saja orang yang kau cintai berpelukan dengan orang lain yang notabe nya adalah 'mantan' apa kau rela? bagaimana jika mereka kembali menumbuhkan cinta mereka, apa kau tetap rela?." terlihat ia menghela nafas dalam, ia pun berusaha untuk menahan air mata nya.


Ed langsung memeluk Kyla ia sudah tidak kuat melihat orang yang di cintainya akan menangis.


"Sayang, Sayang, maafkan aku, aku tidak tahu kau melihatnya. Maaf..."


Kyla dengan kasar melepas pelukan itu dan memotong pembicaraan Ed.


"Jika aku tidak tahu apa kau akan langsung berbicara kepadaku? apa kau akan langsung menjelaskan nya kepadaku! hiks" teriak Kyla yang memenuhi semua ruangan itu.


"Atau kau akan menyembunyikan itu dan membiarkan aku tahu sendiri iya? haha, ku pikir kau orang yang menepati janji nya, ternyata tidak. Kau lebih menentingkan ego mu, kau rela di peluknya demi aku agar tidak risih dengan nya itu maksud mu? Hati aku sakit, aku sudah mencintaimu tapi kenapa kau melakukan seperti ini kenapa? kenapa kau tidak melakukan ini sebelum aku mencintaimu!" Kyla sudah menangis sejadi nya, mungkin ini terkesan lebay tapi Kyla tidak dengan Kyla, ia tidak mau jika harus kehilangan orang yang ia cinta untuk kedua kalinya.


Kyla sudah kehilangan kendali, ia merasa tubuh nya sangat lemas, ia pun menatap Ed dengan nanar, penglihatan sudah tidak jelas, dan.


Bruakk...


Kyla tumbang dengan sigap Ed langsung menahan Kyla dan menggendong nya. Ed langsung berlari keluar dan menaiki lift dengan perasaan gelisah.


"Sayang, ku mohon bangun lah, maafkan aku, sayang ku mohon. Sayang bangun, aku mecintaimu, aku hanya ingin kau tidak di ganggu oleh nya, maafkan aku, sayang ku mohon."


Setelah pintu lift terbuka, Ed lagsung berlalri dan memberhentikan taxi.


Ia mencari rumah sakit terdekat agar Kyla bisa langsung di tangani.


Ed tak henti henti nya menangis, ia meminta maaf dengan beribu ciuman yang ia berikan untuk istrinya, berharap istrinya bangun saat ini juga.


Tapi sayang nya Kyla tak kunjung bangun.


Ada apa dengan Kyla, tunggu terus kelanjutan nya yah...

__ADS_1


__ADS_2