
Beberapa menit kemudian pesawat pun lepas landas.
Kyla sedang memainkan Hp nya. Dia sesekali melihat sosial media nya dan menarik ulur beranda, setelah bosan dia menoleh ke arah suami nya.
"Papih, kita akan kemana?" penasaran para orang tua menyiapkan negara apa untuk bulan madu nya.
"Lihat saja nanti." jawab nya singkat.
Saat tahu negara apa yang akan ia kunjungi, Ed merasa tak enak hati. Bagaimana jika ia bertemu seseorang di sana. Dia takut Kyla terluka jika sampai benar benar yang ada di dalam fikiran nya terjadi.
Kyla yang melihat suami nya rada murung penasaran. Apa yang di pikirkan suami nya.
"Papih kau sedang memikirkan apa?" tanya Kyla penasaran.
"Tidak sayang, kenapa?"
"Tidak, aku hanya penasaran kamu kenapa?"
"Sayang." lirih Ed.
"Iya."
"Sayang, apa kamu percaya padaku?" ucap Ed sambil menarik Kyla kedalam pelukan nya.
"Insya Allah."
"Berarti kamu belum percaya kepadaku?"
"Aku akan percaya dengan apa yang aku lihat. Jika orang membicarakan tentang Papih, aku akan melihat bukti terlebih dahulu sebelum menuduh." terjawab sudah pertanyaan singkat dengan penuh arti.
"Baiklah."
"Memang nya kenapa?" tanya Kyla.
"Tidak apa apa,"
"Papih, aku mencintaimu." Cup. Kyla mengecup pipi Ed, ah rasanya dia benar benar tidak mau berpisah dengan Ed walaupun sedetik.
"Aku juga mencintaimu Sayang." Cup. Ed pun mencium bibir Kyla dengan lembut.
Detik berlalu, menit berlalu, jam pun berlalu. Beberapa jam mereka berada di dalam pesawat dan akhirnya sampai lah sepasang suami istri itu di negara Prancis tepat nya di kota Paris.
Tempat yang mungkin semua orang sangat ingin mengunjunginya, dengan keindahan nya di saat malam maupun siang membuat para pengunjung tidak bosan walaupun sudah berkali kali mengunjungi tempat itu.
Kyla hanya memandangi kota itu dengan takjub, ia pernah mengunjungi tempat ini saat umur nya masih sangat kecil, dan ini kedua kali nya. Kyla tidak pernah berjalan jalan atau apa, orang tua yang sangat sibuk membuat Kyla tidak berani meminta apa apa dari orang tua nya.
"Ah ini negara yang sangat ingin aku kunjungi." gumam Kyla pelan.
"Benarkah?" tanya Ed antusias.
"Iya. Terimakasih telah mempertemukan ku dengan negara ini." ucap Kyla sambil memeluk tangan Ed.
"Ayo kita ke Hottel." ajak Ed.
Merema memberhentikan taksi dan menuju hotel.
Setelah sampai di hottel, mereka langsung membereskan pakaian nya dan istirahat sebentar.
"Sayang, setelah ini kita akan kemana?" tanya Ed.
__ADS_1
"Terserah Papih saja."
"Nanti saja jalan jalan nya, kita istirahat saja malam ini." ia tau istrinya sangat lelah dengan perjalanan tadi, jadi mereka beristirahat terlebih dahulu.
"Papih aku ingin tidur sebentar."
"Iya sayang, aku akan membelikan mu makanan."
Kyla pun langsung terlelap dalam mimpi nya, sedangkan Ed keluar membelikan makanan untuk makan malam nanti.
Saat Ed berjalan di lorong hottel tersebut, Ed di panggil oleh seseorang.
"Permisi." teriak perempuan itu.
"Iya ada ap.." ucapnya terpotong saat melihat siapa yang ada di hadapan nya.
Ed bersikap biasa saja, mungkin wajah terkejut nya tidak terlihat oleh perempuan itu.
"Kamu benar Edzard Julian?" tanya perempuan itu.
Ternyata perempuan itu bernama Fredella Qiana. Dia adalah matan keasih Ed bebrapa tahun lalu, Della memang tinggal di Prancis, ya itulah yang tidak di harapkan oleh Ed. Bagaimana jika Kyla melihat Della? apa Kyla akan baik baik saja, tentu tidak, Kyla pasti terluka. Begitulah yang ada di fikiran Ed.
"Iya saya" jawab nya dingin.
"Ed kau tidak mengingatku?" tanya Della.
"Apakah harus aku mengingatmu?" bukan menjawab malah balik nanya dengan suara dingin nya.
Ternyata Ed sudah berubah.
"Baiklah, Kenalkan aku Fredella Qiana. Mantan kekasih mu dulu yang sangat di cintaimu dulu." ucap Della sambil mengulurkan tangan nya kepada Ed.
"Itu dulu." singkat Ed.
"Kau sedang apa disini?" tanya Della dengan senyum manis nya.
"Bulan madu." jawab nya singkat.
"Apa! memang kau sudah menikah, kenapa aku tidak tahu?" kaget Della.
Ed tidak mengiraukan Della, dia sudah muak melihat wajah sok polos nya. Ed langsung berjalan tanp menoleh lagi kebelakang. Tapi Della menahan nya, dia masing ingin merebut kebali hati Ed. Mungkin ini semakin sulit baginya karna Ed sudah mempunyai istri.
"Ed, Ed tunggu! aku rindu padamu." lagi lagi Della memakai wajah polos nya dan langsung memeluk Ed, tanpa Ed sadari ada orang yang melihat nya dari jauh.
"Lepas! lancang sekali kau!" tegas Ed. Dia sangat tidak suka dengan perempuan di depan nya.
Ed mendorong badan Della secara paksa, ia sangat takut jika Kyla melihat ini.
"Ed, aku hanya merindukan mu." lirih Della yang sudah terisak.
"Aku sudah mempunyai istri, dan aku mencintainya, ingat itu baik baik!" tegas Ed yang langsung meninggalkan Della.
"Ed, akan ku buat kau tergila gila lagi kepadaku." ucap Della pelan seperti sumpah serapah.
Setelah membeli makanan, ia langsng kembali ke hottel dan berharap perempuan pengganggu itu sudah tidak ada di tempat tadi.
Setelah sampai ternyata Kyla masih tertidur, ia hanya terlihat ujung rambut nya saja, Kyla menutupi semua badan nya dan Ed berfikir Kyla memang benar benar kedinginan.
Ed menata makanan di meja dan langsung membangunkan Kyla.
__ADS_1
"Sayang, Sayang, ayo makan." ucap Ed sambil menepuk bahu Kyla pelan.
Kyla hanya menggeliat kecil, dia sangat enggan untuk bangun.
"Sayang ayo makan, nanti kau lapar." ucapnya lagi.
"Apa.." lirih Kyla dengan suara serak nya.
"Ayo kita makan." ajak Ed.
"Aku belum lapar, kau saja sendiri." dia sangat malas bertemu dengan suami nya yang sok manis.
Ed sudah tidak enak hati, ia berfikir apa istrinya melihat semua nya? Ah sudah pasti istrinya akan marah kepadanya.
"Sayang ayo nanti kau sakit."
Perlahan Kyla bangun dan berjalan menuju meja makan tanpa melihat ke arah Ed.
Ah, aku sangat tidak mood hari ini.
Ed pun mengikuti istrinya yang di hantui dengan berbagai pertanyaan di hatinya.
"Sayang, ada apa? kau marah kepadaku?" tanya Ed khawatir.
"Tidak." singkat Kyla.
"Kau tidak bisa membohongiku, ada apa sebenar nya?"
"Tidak, Papih tidak." Kyla tidak ingin mendebat kan permasalahan perempuan yang ia lihat tadi dalam keluarga kecil nya. Ia memilih tidak mengungkapkan nya saja.
"Apa benar?" tanya Ed memastikan.
Jadi ini maksudnya yang kau tanyakan di pesawat tadi. Kyla.
"Iya iya Papih." Kyla sangat malas menanggapi suami nya, tapi mau bagaimana lagi jika mendiamkan suami nya ia pasti di tanya dengan banyak pertanyaan.
Setelah makan malam selesai, Kyla langsung memberskan semua nya dan ia langsung menuju kamar mandi.
Ed merasa ada yang aneh dengan sikap Kyla kepadanya, dia sangat kahawatur jika Kyla benar benar melihat kejadian itu.
Setelah Kyla selesai, Ed langsung menghampiri Kyla, dia langsung menggendong Kyla ala bridal style.
"Ed apa yang kau lakukan!" berontak Kyla.
"Bahkan kau merubah panggilan mu untuk ku, yakin jika aku percaya kau tidak ada apa apa?" ucap Ed yang langsung mengunci tubuh mungil Kyla dengan tubuh nya yang tinggi dan besar.
"Aku tidak ada apa apa sungguh."
"Yakin?"
Ed semakin mempererat pelukan nya, ia mendekatkan wajah nya ke wajah istrinya. Cup. Ed mengecup sekilas bibir Kyla.
Kyla hanya melotot galak dengan perlakuan suami nya, sia sedang bad mood dan suami nya melakukan ini kepadanya, rasanya ia ingin menampar pipi mulus Ed.
"Ed apa yang kau lakukan?"
"Kau masih memanggilku seperti itu, ada apa? kau marah kepadaku?" bukan menjawab malah balik bertanya.
"Iya aku marah kepadamu!" teriak Kyla yang sudah tidak tahan untuk mengucapkan nya.
__ADS_1
"Siapa perempuan yang ada di luar tadi? kenapa dia memeluk mu seenak nya, dan kenapa kau diam saja? kau lupa sudah mempunyai istri!" lagi lagi Kyla berteriak melampiaskan kekesalan nya dan tak terasa air mata nya keluar begitu saja tanpa permisi.
Ed...