Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 14 ~ Bulan Madu Part 5


__ADS_3

Pagi pun telah tiba, matahari dengan malu malu menampakan diri, dan perlahan naik ke atas. Walaupun matahari sudah terang benderang tapi tidak bisa membangunkan pasangan yang sedang di mabuk cinta yang masih tenggelam dalam mimpi nya. Cinta memang indah, tapi kadang cinta itu menyakitkan yang membuat kita lupa akan semua nya. Di hari ke 7 Ed dan Kyla menikah, mereka sudah sangat saling mencintai dan menyanyangi, sesingkat itukah tumbuh nya cinta. Ya memang singkat jika kita berniat untuk mencintainya.


Matahari sudah naik, hari sudah mulai siang, Kyla menggeliat kecil dan membuka mata nya perlahan. Ia menggerakan badan nya tapi ada tangan yang terus memeluknya erat.


"Papih!" ucap Kyla sambil menggoyangkan badan nya pelan.


"Hmm" Ed hanya menggeliat kecil lalu nafas nya teratur kembali.


"Papih ini sudah siang."


"Hmm" lagi lagi Ed menjawab seperti itu.


"Papih!" ucap Kyla kesal sambil mecubit pinggang suami nya pelan.


"Aww, sayang, sebentar dulu. Aku masih ngantuk." ucap Ed dengan suara serak nya lalu dia tidur lagi.


"Ihh Papih kenapa tidur lagi? aku lapar." rengek Kyla.


"Kau ingin makan apa?" tanya Ed sambil mencari ponsel nya.


"Papih aku ingin keluar, untuk apa kita bulan madu tapi tidak keluar!" protes Kyla.


"Baiklah. Tapi..." Ed tidak meneruskan kalimat nya, ia langsung menindih tubuh Kyla.


"Tapi tapi apa Papih." ucap nya gugup.


"Sayang kau memancingku jadi tanggung jawab lah." ucap Ed sambil tersenyum jahat.


Kyla hanya diam tak menjawab, pipi nya sangat merah, dia terlalu malu jika suami nya meminta haknya sambil menatap matanya.


Kantuk yang masih ada di pelupuk mata Ed langsung hilang saat Kyla menyetujui nya.


Ed pun dengan semangat langsung mencium bibir Kyla dengan lembut. Perlahan ia membuka semua pakaian Kyla dan tangan sudah tidak bisa di kondisikan. Tangannya sudah berada di area terfavorit nya. Kyla hanya pasrah atas perlakuan suami nya, ia hanya menikmati setiap sentuhan suami nya dan membalas nya dengan penuh cinta.


Saat ini Kyla sudah tak ada satu helai benang pun yang berada di tubuh nya. Ed menghentikan aktifitas nya dan menatap tubub Kyla intensis. Sedangkan yang di tatap merasa malu, dia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Sedangkan Ed melebarkan kaki Kyla dan perlahan junior itu masuk dengan mudah.


Des*han demi des*han terdengar di tempat itu, saling bersahutan dengan merdu yang membuat mereka semakin bergairah. Setelah beberapa menit mereka pun mencapai puncak bersamaan.


Hareudang...


Setelah itu mereka berbaring dan berpelukan tanpa sehelai benang pun. Di baluti dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka sampai leher.


"Sayang, terimakasih." ucap Ed sambil mencium pucuk kepala Kyla.


Kyla hanya diam, ia malah semakin mempererat pelukan nya kepada Ed.


"Aku mencintaimu." ucap Ed lagi sambil mencium kembali pucuk kepala istrinya.


"Aku juga mencintaimu Papih." jawab Kyla sambil menelusup kan wajah nya kedalam dada bidang suami nya.


Kyla membelai dada bidang suami nya dengan lembut, sesekali ia menusuk nusuk dengan jari telunjuk nya. Sedangkan Ed hanya menanhan nafsu yang menghampirinya. Kyla tidak tahu bahwa di bawah sana sudah ada yang menegang lagi.

__ADS_1


"Sayang tolong hentikan." ucap Ed dengan nada seraknya.


Kyla mendongakkan kepala nya dan bertanya dengan polos.


"Kenapa Papih?"


"Kau ingin menggoda ku lagi?" tanya Ed yang tersenyum jahat.


"Ishh Papih!" Kyla mencubit pinggang suami nya pelan.


"Ah, aku ingin memakan mu lagi." ucap Ed yang sudah mau menindihi tubub istrinya.


"Papih! aku lapar, aku capek." rengek Kyla.


Seketika junior Ed melemas, ia pun merasakan lapar karna ini memang sudah sangat siang.


Ed langsung beranjak dan menggendong Kyla ala bridal style dan memasuki kamar mandi. Akhirnya mereka mandi bersama.


Setelah selesai acara ritual mandi tersebut, mereka langsung bersiap siap untuk pergi.


"Sayang kita sekarang akan kemana?" tanya Ed yang sudah siap.


"Terserah Papih, aku ingin makan terlebih dahulu" ucap Kyla yang baru saja siap.


"Sayang kau cantik sekali, aku tidak rela jika kau keluar." ucap Ed sambil membelai pipi Kyla.


"Papih aku juga tidak cantik cantik bangat." ucap Kyla sedikit protes.


"Papih ayo aku lapar." rengek Kyla.


"Aiss ia aku lupa." Ed hanya tersenyum kikuk saat Kyla ketiga kalinya mengatakan makan.


"Ishh Papih memikirkan apa sampai sampai lupa." Kyla mencubit pinggang suami nya pelan.


"Aku memikirkan bagaimana cara nya agar kau tidak kabur dariku sayang." goda Ed sambil mencolek dagu Kyla.


"Memang aku pernah berniat kabur darimu?" tanya Kyla.


"Aku hanya takut." ucap Ed dengan lirih.


Kyla mendongakkan kepala nya menatap Ed lekat.


"Papih sungguh aku tidak akan pernah kabur darimu. Aku janji." ucap Kyla sambil mengacungkan jari kelingking nya.


"Janji?" tanya Ed sambil mengaitkan tangan nya kepada Kyla.


"Iya Papih aku janji. Tapi kau juga harus janji jangan pernah menghianatiku apa lagi meninggalkan ku." Kyla menatap lekat Ed, ia mencari ketulusan di mata Ed.


Andai kau tau betapa aku mencintaimu, aku tidak mungkin meninggalkan mu, apalagi menghianatimu. Kau bertemu dengan Della pun aku sudah merasa berhianat kepadamu. Ed.


"Iya aku berjanji, ya sudah ayo kita berangkat." ucap Ed sambil melepaskan pelukan nya.


Setelah itu mereka bersiap siap untuk berangkat.

__ADS_1


Mereka pergi mengunjungi resto terbaru di kota itu, pengunjung cukup ramai dan mereka memilih meja dekat dengan kaca agar bisa memandangi indahnya di luar.


Saat mereka sedang berbincang asik, ternyata ada orang yang menghampirinya.


"Haii, kita bertemu lagi." ucap Della.


Dengan tidak tahu malunya dia langsung duduk tanpa di persilahkan terlebih dahulu. Sedangkan pasangan itu hanya diam malas menanggapi. Della memanggil pelayan dan memesan makanan nya. Ed sangat tidak suka dengan keberadaan Della. Ia ingin mengusir tapi pasti akan sia sia, jika ia mengusir dengan cara kasar pasti akan memalukan karna situasi nya sedang ramai jadi ia hanya diam saja.


"Oh iya, aku mengganggu kalian ya?" ucap nya dengan muka polos yang menyebalkan.


"Iya kau mengganggu ku." ucap Ed dengan ketus.


"Tidak! kita juga lagi santai iya kan Papih?" ucap Kyla sambil menjentikkan mata nya kepada Ed.


"Baiklah." ucap Della tersenyum malas.


"Kau sedang jalan jalan disini? ini kan jauh dari hottel kita." Kyla mencoba berbicara agar mereka tidak canggung dan perlahan lahan juga Kyla akan memancing emosi Della.


"Kebetulah aku tadi pergi ke rumah teman ku dan mampir ke resto ini." ucap Della tersenyum malas. Kenapa harus Kyla yang mengajaknya bicara, kenapa bukan Ed. begitulah pikir nya.


"Kenapa tidak duduk di meja lain saja, kan masih ada beberapa meja yang kosong." ucap Kyla yang menunjukan satu persatu meja kosong yang dekat dengan mereka.


"Ini tempat Favorit ku." ucap Della tersenyum dengan licik.


"Oh, jadi kau sering ke tempat ini?" tanya Kyla dengan senyum seribu arti. "Papih, apa kita pindah tempat saja, kita sudah mengambil meja favorit orang lain." ucap nya lagi dan akan beranjak mengambil tas nya.


"Berhenti! baiklah, aku hanya ingin mengenal kalian berdua apakah salah?" dengan tidak tahu malunya ia mengatakan itu dengan lantang.


"Bukan kah kau sudah mengenal suami ku?" tanya Kyla dengan senyum jahat nya. " Dan kemarin kita sudah berkenalan apa tidak cukup?" ucapnya lagi dan kembali duduk di tempatnya tadi.


"A-aku hanya tau nama mu, aku hanya ingin kenal lebih dekat dengan mu." gugup Della.


"Untuk mencari kelemahan ku?" ucap Kyla lagi dan menatap Della dengan sebal.


Della diam, pembicaraan mereka terpotong saat pelayan datang mengantarkan makanan nya.


"Silahkan. Selamat menikmati hidangan nya."


"Terimakasih." ucap Kyla dengan tersenyum ramah.


Della mengambil makanan nya dan berdiri. "Sepertinya aku mengganggu kalian, sebaik nya aku ke meja lain saja." ucap Kyla sambil menunduk malu karna telah di permalukan habis habisan oleh Kyla.


"Ya itu kau tahu." ucap Ed dingin.


Sedangkan Kyla tersenyum manis kepada Della saat mata mereka berpandangan. Ed hanya menahan senyum nya, ternyata Kyla sangat pandai beradu mulut jika dengan orang yang di anggap 'pengganggu'.


"Hahaha, Sayang kau pintar sekalii." Ed langsung tertawa saat Della jauh dari meja nya.


Ed mencubit pipi Kyla gemas, "Papih! sakit tau." protes Kyla.


"Aku hanya sebal melihat dia seperti ingin merebut Papih dariku. Papih hanya milikku, mana mungkin aku merelakan Papih di rebut oleh orang lain." ucap Kyla dengan manja.


Setelah itu mereka tertawa bersama setelah puas mengerjai pengganggu yang mengganggap dirinya pintar.

__ADS_1


__ADS_2