
Ed terus diam di dalam perjalanan pulang, Kyla pun merasa bersalah kepada suami nya, ia tak seharus nya bersikap seperti itu di depan suami nya.
"Papih, maafkan aku." lirih nya.
"Sedekat itu hubungan mu dengan nya? sampai sampai kau tidak ingat jika kau sudah mempunyai suami." ucap Ed dengan dingin.
"Maafkan aku, aku terlalu senang bertemu dengan nya." ucap Kyla yang langsung memegang tangan Ed.
"Senang? apa kau sesenang itu bertemu dengan nya, aku ada di belakang mu." ucap Ed yang menahan emosi nya dari tadi.
"Maafkan aku Papih. Aku tidak bermaksud seperti itu." ucap Kyla dengan lirih.
*****
Kyla menghampiri laki laki itu dan menepuk pundak nya pelan. Kemudian laki laki itu menoleh pelan.
"Kau, Kyla?." ucap laki laki itu.
Ternyata laki laki itu adalah kakak dari teman nya, ia bernama Deon Mexime. Ia adalah kakak dari teman kecil Kyla. Deon sangat akrab dengan Kyla bakhan Deon terlihat lebih sayang dengan Kyla dari pada dengan adik nya. Dan Kyla pun menganggap Deon adalah kakak nya, karna Kyla tidak mempunyai adik atau kakak, ia hanya menganggap Deon sebagai kakak nya yang paling ia sayang dan satu satu nya yang menemani nya di saat orang tua nya sibuk.
Kemudian Deon harus pergi meinggalkan Kyla karna ia harus kuliah di luar negri. Dan terakhir mereka bertemu sekitar 3 tahun yang lalu saat Deon sudah sukses di luar negri.
"Kak Deon?! Aaaa, kakak kemana saja, sudah beberapa tahun tidak bertemu." ucap Kyla yang refleks memeluk Deon. Dan Deon pun langsung membalas pelukan itu.
Kyla tidak sadar bahwa ia di tatap tajam oleh suami nya, ia pun lupa bahwa sudah meninggalkan suami nya saking senang nya bertemu dengan kakak lama nya.
Kebiasaan mereka memang seperti itu, jika baru bertemu pasti mereka akan berpelukan dan bercerita tentang kehidupan masing masing dan Deon pun sempat menyukai Kyla dan menyatakan nya. Tapi di saat itu Kyla masih lugu, ia tidak tahu apa itu cinta. Jadi Kyla hanya menolak mentah mentah pernyataan cinta Deon. Kyla hanya melupakan semua perkataan Deon, ya begitupun Deon, ia hanya meghapus semua cinta nya untuk orang yang menganggap nya sebagai kakak.
Mereka pun melepaskan pelukan nya.
"Kakak sedang mengurus semua pekerjaan kakak yang ada di sini." ucap Deon dengan bahagia. Sangat terlihat di mata mereka terdapat kerinduan yang sangat besar.
"Kakak, aku merindukan mu." lagi lagi Kyla memeluk tubuh laki laki itu membuat Ed menggeram kesal.
"Sial, siapa dia, kenapa Kyla memeluknya sebegitu bahagia nya." gerutu kesal Ed.
__ADS_1
Kemudian Ed melangkah kan kaki nya dengan emosi melihat wanita yang di cintainya berpelukan dengan orang lain.
Mungkin ini yang Kyla rasakan saat Ed di peluk oleh Della, sekarang Ed pun merasakan semua nya.
Ed langsung menarik paksa tangan Kyla dan langsung di pegang nya dengan erat.
Deg...
Kyla lupa bahwa ada Ed yang melihat nya.
Ahh sial, kenapa aku melupakan nya. Kyla.
"Anda siapa? kenapa berpelukan dengan istri saya?." tanya Ed dengan dingin.
Aaaa, dia marah dia marah.
"Papih, kenalkan ini kak Deon, kak kenalkan ini suami ku." ucap Kyla yang mengenalkan satu sama lain.
Mereka berjabat tangan, Ed menekan kan jabatan nya yang membuat Deon meringis kesakitan.
"Kyla kau sudah mempunyai suami? kenapa tidak mengundang kakak?." tanya Deon.
"Maaf, dia adik ku jadi saya harus tau saat dia menikah."
Eh, aku seperti mengenal nya. Dia Edzard Julian Ceo kedua perusahaan Julian kan?. Deon.
"Istriku tidak mempunyai kakak, dia hanya putri tunggal."
"Sebentar sebentar, saya sepertinya kenal dengan anda, apa anda Edzard Julian Ceo kedua dari perusahaan Julian group?." tanya Deon dengan antusias.
"Jadi kau mengenal ku?." tanya Ed sinis.
"Oh jadi benar, Hallo pak saya Deon Mexime dan perusahaan saya akan bekerja sama dengan perusahaan bapak nanti." ucap Deon dengan antusias.
"Ah benarkah, kenapa bisa kebetulan seperti ini." ucap Kyla senang.
__ADS_1
Ed menatap Kyla dengan tajam, amarah nya belum mereka, tangan nya semakin kuat menggenggam tangan istrinya.
"Baiklah. Saya masih sibuk, saya permisi." Ed langsung meninggalkan Deon tanpa menoleh lagi ke belakang.
Sedangkan Kyla sangat tidak enak dengan Deon, ia baru saja bertemu dan bertukar kabar tapi ia harus terhalang oleh suami nya.
*****
"Papih, dia hanya kakak ku, ya walaupun beda darah kita menganggap nya sebagai kakak beradik." ucap Kyla sambil terus menggenggam tangan Ed.
"Papih maaf kan aku..."
Ed hanya diam tidak menjawab, ia terus melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Sesampai nya di hottel Ed tidak bicara ataupun apa, dia hanya diam membisu tanpa menghiraukan istrinya.
Kyla bingung dengan semua sikap Ed kepada nya, Kyla pun menyadari bahwa Ed cemburu kepada Deon. Tapi ia sudah menjelaskan bahwa Deon sudah di anggap Kyla sebagai kakak, tapi Ed tidak mengerti dengan perasaan Kyla. Kyla sebenar nya sangat mencintai Ed, tapi sekarang masalah datang lagi, dan Kyla pun mengutuki dirinya sendiri kenapa dia bisa seceroboh itu tadi.
"Papih, tolong maafkan aku, Papih, tolong jangan marah kepadaku." ucap Kyla sambil terus menggenggam tangan Ed, tapi Ed hanya diam.
Sayang, andai kau tahu aku cemburu melihatmu bersama nya, tapi kenapa kau tidak mnegerti aku. Ed.
"Papih, hiks, Papih tolong maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu, tolong maafkan aku Papih hiks." Kyla sudah menangis, ia sudah tidak tahu harus apa.
Kemudian Ed memeluk Kyla.
"Sayang, tolong jangan menangis." ucap Ed sambil mengelus kepala Kyla lembut.
"Kau jahat, Papih kau sangat jahat!." teriak Kyla sambil memukul mukul dada bidang Ed.
"Kenapa kau mendiamkan ku, aku hanya menganggap nya sebagai kakak ku apakah salah? aku sudah mencintaimu, mana mungkin aku akan menghianatimu hiks." tangis Kyla pecah dalam pelukan Ed.
Ed semakin mempererat pelukan nya, Ed tidak sanggup melihat istrinya menangis.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuat menangis, tolong jangan menangis lagi." ucap Ed yang terus mempererat pelukan nya.
"Kau jahat kau jahat." lagi lagi Kyla menangis sambil memukul dada bidang Ed.
__ADS_1
"Maafkan aku maafkan aku."
Setelah itu Ed memutuskan untuk melupakan semua yang tadi terjadi, ia tidak mau rumah tangga nya hancur gara gara madalah sepele seperti itu.