Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 8 ~ Apartemen Ed


__ADS_3

Dua hari setelah menikah, Ed belum sama sekali datang ke perusahaan nya, ia masih ingin bersenang senang dengan perempuan yang di cintainya, mungkin dalam satu bulan ia akan mengambil cuti dan di ambil alih oleh Papah nya. Kyla yang tadinya ingin bekerja harus merelakan semua cita cita nya dan akan fokus mengurus suami nya. Ed pun tidak mengijinkan Kyla bekerja, biarkan dia yang menafkahi istrinya.


Setelah sampai di Apartemen Ed yang lumayan jauh dari Hottel, Kyla dan Ed merasa lelah, mereka langsung berbaring di tempat tidur untuk menghapus rasa lelah nya sebelum membereskan semua barang barang nya.


Ed menengok ke samping nya dan menatap Kyla dengan penuh cinta.


"Terimakasih sudah mau mencintaiku." lirih Ed pelan.


"Aku juga berterimakasih karna kau sudah membuatku jatuh cinta kepadamu." jawab Kyla pelan sambil menatap Ed.


"Aku mencintaimu!" ucap mereka bersamaan. Mereka tersenyum bahagia dan mungkin saja Delvin akan tergantikan oleh Ed di dalam hatinya.


Walaupun Kyla baru tiga hari bersama suami nya, ia sangat nyaman dengan nya, Ed selalu membuatnya tertawa, dia sabar menghadapi Kyla yang terus menangis saat hari pernikahan, dan Ed berhasil mengambil hati Kyla perlahan dan sekarang Ed sudah memiliki Kyla seuutuhnya, Kyla pun sekarang sudah mempasrahkan semua miliknya untuk suami nya.


Mudah sekali Kyla berpaling dari Delvin?


Mungkin sebagian orang akan bertanya seperti itu, tapi memang kenyataan nya, Kyla sudah berpaling hati. Dari awal pernikahan ia sudah tidak berharap untuk lari dari kenyataan dan berusaha menerima semua nya walaupun itu pahit. Ia pun sudah mentekadkan akan mencintai suaminya lebih dari ia mencintai Delvin, dia akan mengorbankan apapun yang dia punya untuk suaminya, dia tidak akan pernah membahas Delvin di depan suami nya agar Ed tidak merasa terhianati. Dan Kyla pun sudah menyiapkan hatinya dari awal jika Ed akan mengambil Hak nya di malam pertama mereka, ternyata Kyla salah, Ed mengerti dengan keadaan nya. Sebegitu perhatian nya Ed kepada Kyla, dan Ed selalu ada saat Kyla membutuhkan pegangan saat ia akan terjatuh, dan cinta Ed lah yang membuat Kyla bangkit kembali.


Mungkin itu alasan yang cukup untuk menjawab pertanyaan di atas atau pun pertanyaan yang ada di hati Ed sekalipun.


Cinta memang bisa datang kapan saja, membuat kita bahagia, tapi kadang membuat kita terluka.


Kembali ke Ed dan Kyla.


"Ed, eh Papih aku lapar." ucap Kyla dengan manja nya sambil membelai wajah tampan Ed.


"Mamih, kau ingin makan apa biar aku pesankan." ucap Ed yang mau mengambil Hp nya.


"Jangan, apa disini ada bahan makanan?" tanya Kyla.


"Dulu sebelum menikah aku tinggal di Apartemen ini bersama bibi, sepertinya masih ada." ucap Ed menjelaskan.

__ADS_1


"Jangan pesan apa apa, aku saja yang akan masak." ucap Kyla yang langsung beranjak duduk.


"Mamih, apa kau bisa masak?" tanya Ed tak percaya, Kyla terlihat seperti anak manja yang tidak mungkin bermain di dapur.


"Apa Papih meragukan ku?" tanya Kyla tersenyum sinis.


"Haha, tidak sayang, aku percaya padamu." ucap nya sambil tersenyum kikuk.


Kyla langsung berdiri dan berjalan menuju pintu, kemudian ia berbaik ke arah Ed.


"Papih, dimana dapurnya?" tanya Kyla.


"Jika aku menjelasakan nya kamu pasti tidak mengerti, biar aku yang mengantarkan mu ya?" ucap Ed yang sudah menghampiri Kyla.


"Ya sudah."


Ed berjalan di belakang Kyla, Ed meletakan kepala nya di bahu Kyla, ia berjalan sedikit membungkuk, karna Kyla sedikit lebih pendek darinya


Ed mencium bibir Kyla sekilas. Kyla hanya tersenyum malu dengan perlakuan manja Ed. Setelah itu perjalanan dari kamar menuju dapur ala Ed dan Kyla sampai juga, Ed langsung duduk di meja makan yang ingin memperhatikan Kyla memasak.


"Papih, kau mandi saja dulu, selesai mandi lalu makan." ucap Kyla sambil menatap Ed.


"Aku ingin melihatmu." jawab nya singkat.


"Ya sudah." ucap Kyla pasrah.


Kyla mulai mebuka kulkas, dan menemukan bahan bahan yang sering ia masak di rumah nya. Kyla melanjutkan dengan memotong sayur dan membuat resep yang sering ia buat juga untuk orang tua nya.


"Sejak kapan kamu bisa memasak?" tanya Ed.


"Aku sejak kecil sering melihat Mamah ku memasak, saat aku kelas 6 SD aku ingin belajar masak dan beberapa bulan aku belajar aku sudah bisa memasak sesungguh nya tanpa arahan dari Mamah lagi." ucap Kyla menjelaskan.

__ADS_1


Ed hanga manggut manggut saja, dia juga tidak menyangka gadis secantik Kyla dan terlihat manja ternyata sangat mandiri.


"Memang kenapa? Papih mengiraku gadis manja yang tidak tahu masalah dapur?" tanya Kyla yang menengok ke belakang untuk melihat suaminya.


Sedangkan Ed tersenyum kikuk karna berhasil di tebak oleh istrinya.


"Dari aku umur 5 tahun, perusahaan Papah bangkrut, Rumah Papah di sita dan kami pulang ke rumah nenek, saat di rumah nenek, Papah mencari pekerjaan agar tidak merepotkan nenek. Beberapa minggu Papah tidak di terima di perusahaan manapun. Setelah satu tahun berlalu, Papah mendapat panggilan di salah satu perusahaan dan ternyata itu teman Papah. Papah di terima di perusahaan teman nya, dan sekarang teman Papah menjadi mertua ku. Dari kejadian itu aku tidak pernah lagi bermanja kepada Mamah maupun Papah." ucap Kyla menjelaskan.


"Jadi Papah ku yang menolong papahmu? pantas saja aku pernah melihat sesekali wajah papah mu di anak perusahaan Papah." ucap Ed tidak percaya.


Ya sebelum nya memang mereka tidak di kasih tahu, tapi iangatan Kyla cukup baik walaupun ia masih berusia 5 tahun, dia sangat mengingat sosok orang yang sudah membantunya di saat hari sulit itu.


"Ya mungkin itu juga motif Mamah menjodohkan ku dengan mu." ucap Kyla lagi.


"Ya walaupun pertama aku mengalami masa pahit, tapi sekarang aku bahagia bersama mu." ucap nya lagi.


Ed yangendengar itu sangat terharu, ah rasanya dia sangat beruntung bisa bersama Kyla sekarang.


Ed berjalan memeluk Kyla dari belakang dan mencium pipi Kyla sekilas.


"Papih! kau mengagetkan ku saja." ucap Kyla protes tapi dalam hati nya ia sangat senang jika Ed memperlakukan nya seperti itu.


"Aku mencintaimu. Tolong jangan tinggalkan aku." lirih Ed pelan.


Kyla berbalik dan menangkup kedua pipi Ed.


"Papih, mungkin aku sudah mulai mencintaimu, jadi aku mohon kau pun jangan pernah meninggalkan aku." ucap Kyla yang menatap lekat mata suaminya.


Ed mencium bibir Kyla dan Kyla hanya menanggapi perbuatan suami nya saja.


"Papih sudah dulu, kau tidak mau makan? aku sudah lapar." ucap Kyla sambil mencubit pinggang suaminya karna tangan nya sudah kemana mana.

__ADS_1


"Aww, iya iya sayang," Ed langsung melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah meja makan.


__ADS_2