
"Ya sudah jika kau tidak percaya, aku akan pergi." Kyla langsung beranjak, dan berjalan dengan lemas.
Ia menangis sesegukan, banyak orang yang melihat nya saat Kyla melintas, Kyla berlari dan dia duduk di sebuah taman dan air mata nya sudah membanjir, ia sangat tidak menyangka bahwa Ed akan lebih percaya dengan mantan nya itu ketimbang istrinya.
Dan sekarang pun Ed tidak mengejar Kyla ataupun apa, rasanya Kyla ingin pulang ke indonesia dan memeluk Mamah dan Papah nya, tapi ia tidak mungkin memberi tahu bahwa ia sedang bertengkar dengan suami nya. Jadi ia hanya bisa diam, tidak ada sandaran yang biaa menguatkan nya.
Kyla kembali berjalan, dan ia memberhentikan taxi agar bisa sampai di hotel.
Saat Kyla akan masuk ke dalam taxi tersebut, Ed berteriak memanggil nama Kyla. Tapi Kyla langsung masuk tanpa menghiraukan suami nya. Kyla meminta agar sopir taxi tersebut bisa berjalan lebih cepat.
Setelah Kyla memasuki taxi, ia menangis merasakan sakit yang ada di hatinya.
Aku tidak menyangka kau seperti ini, kau lebih percaya dengan mantanmu dari pada dengan ku. Mah Pah, aku merindukan kalian, aku tidak mau hidup sendirian, aku masih butuh kalian untuk menyelesaikan masalah ku. Aku rindu kalian. ucapnya dalam hati.
Sedangkan Ed melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai duluan sebelum Kyla. Tapi sayang nya ia terjebak macet sebelum mendahului Kyla. Sedangkan mobil yang di tumpangi Kyla bebas dalam kemacetan. Ed sempat prustrasi saat ia tahu apa yang sebenar nya.
"Sayang, Maafkan aku..." ucapnya dengan lirih.
Flashback on.
Saat Kyla meninggalkan nya, Ed langsung ke ruangan satpam untuk mengecek cctv yang ada di ruangan istrinya.
Dan saat ia mengetahui semua nya, ia langsung berlari mengejar Kyla.
Saat di pertengahan lorong rumah sakit, Ed di jaga oleh Della.
"Ed, bisakah kau mengantarku?" tanya Della dengan wajah yang tak tahu malu.
"Aku tidak akan sudi percaya dengan mu lagi." jawab Ed dengan dingin.
Plakk... tamparan keras melayang di pipi Della, Ed sangat kesal dengan wanita di hadapan nya ia langsunv meinggalkan Della tanpa menoleh sedikit pun.
Saat Ed memanggil Kyla dan Kyla tak menjawab Ed merasakan sakit di hatinya. Mungkin ini yang di rasakan Kyla tadi bahkan bisa lebih sakit dari pada apa yang ia rasakan.
Di sepanjang jalan, Ed hanya mengutuki dirinya sendiri yang bodoh akan apa yang di lakukan nya tadi.
Ed, Ed, dasar bodoh! (author)
Flashback Off.
Saat Kyla sudah sampai, ia langsung membayar taxi dan berlari menuju lift. Ia menghapus semua air mata nya dan bersikap tenang. Setelah sampai di lantai paling atas, ia langsung membuka pintu itu dan kembali menguncinya.
__ADS_1
Kyla langsung melemparkan tas dan ponsel nya ke tempat tidur. Ia berjalan menuju kamar mandi dan membasuh wajah nya dengan air agar mata nya tidak terlalu kelihatan sembab.
Ia kemudia berjalan lagi menuju tempat tidur nya dan melemparkan tubuh nya karna lelah.
"Huh! kenapa mencintainya sesakit ini." lirih nya pelan. Air mata nya kembali menetes tanpa permisi.
Tringg... Tringg...
Ponsel Kyla berbunyi, saat ia melihat siapa nama yang menelpon nya, ia langsung menghapus air mata nya dan membenarkan posisi nya dengan benar karna orang itu adalah Mamah nya. Ia kemudian mengangkat nya dan langsung melihat wajah yang paling ia rindukan.
"Hallo, Assalamualaikum sayang, apa kabar." tanya Santi senang.
"Aku baik mah." jawab Kyla dengan tersenyum.
"Sayang, kau menangis? kenapa? ada apa dengan mu?" tanya Santu khawatir.
"Aku tidak menangis Mah."
Kemudian Agri muncul di layar ponsel Kyla. "Papah, bagaimana kabarmu, aku merindukan kalian." salam Kyla senang.
"Sayang, Papah baik baik saja. Papah juga sangat merindukan mu." Kyla tersenyum saat melihat laki laki yang pertama ia cintai dan tidak pernah menyakitinya.
"Maafkan aku Papah, aku tadi nonton drama, jadi aku terbawa suasana." jawab Kyla yang tak bisa menahan air mata nya.
"Ya ampun sayang. Papah dan Mamah kira kau sedang ada masalah." ucap Agri. "Kenapa kau sekarang menangis." tanya Agri khawatir.
Papah, aku memang sedang ada masalah dengan Ed, tapi aku tidak mau kalian khawatir kepadaku. Kyla.
"Aku merindukan kalian hiks. Papah, Mamah, aku merindukan kalian." tangis Kyla kembali pecah. Ia tidak bisa menahan air mata nya.
"Sayang, jangan menangis, kau sekarang sudah mempunyai suami. Oh iya suami mu di mana? kenapa tidak ada." tanya Santi lembut.
"Dia sedang pergi membeli kan makan ke bawah." ucap Kyla sambil tangan nya terus meremas sprei tempat tidur nya karna merasakan sakit di hatinya.
Ternyata Ed sudah berada di depan pintu kamar nya, Ed mendengar semua pembicaraan Kyla dan orang tuanya. Ed sangat menyesal telah menyakiti istrinya, ternyata istrinya tidak pernah sama sekali menceritakan apa masalahnya dengan dirinya.
"Oh ya sudah, Mamah tutup dulu telpon nya, salamkan pesan Mamah dan Papah kepadanya yah." pamit Santi.
Kemudian telpon itu mati, Kyla langsung melepaskan ponsel itu dengan lemas. Kaki dan tangan nya gemetar, ia sangat ingin berteriak sekencang kencang nya.
Aaaa... Ed kenapa kau lakukan semua ini kepadaku, kenapa!. Aku sudah mencintaimu, tapi kenapa kau malah menghianati perasaan ku. Apa salah ku. Aaaa...
__ADS_1
Ia berteriak sekencang kencang nya, Ed yang mendengar teriakan itu langsung membuka nya dan langsung berlari memeluk tubuh Kyla yang sudah lemas.
"Sayang, sayang, tolong maafkan aku... Aku tidak sengaja, aku mohon maafkan aku..."
Kyla dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan Ed, tapi sayang nya Ed terlalu kuat dari pada dirinya. Jadi Kyla hanya diam tak memberontak ataupun menjawab. Rasanya sudah sangat lelah terus bertengkar dengan suami nya. Ia memilih diam tak menjawab, ia sudah sangat lelah jika terus bertengkar.
"Sayang, ku mohon maafkan aku, maafkan aku sayang."
Ed sudah sangat prustasi melihat diam nya sang istri. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk istrinya.
"Kenapa kau meminta maaf kepadaku? bukan kah kau lebih percaya dengan 'mantan' mu?" ucap Kyla dengan diingin.
Air mata nya tak berhenti menetes, ia sekuat tenaga agar bisa menahan nya tapi tetap saja tidak bisa.
Ed melepaskan pelukan nya, dan ia berjongkok dan memegang tangan Kyla. Kyla hanya menunduk tanpa minat untuk menatap suami nya.
"Sayang, tolong maafkan aku, aku menyesal tidak mempercayaimu, maafkan aku." Ed sesekali mencium punggung tangan Kyla.
Kyla diam tak menjawab ataupun apa, Kyla perlahan melepaskan tangan nya dari genggaman Ed dan Kyla langsung berjalan.
Baru saja beberapa langkah Kyla berjalan, tubuh nya di balikkan oleh Ed dan di peluk oleh Ed.
Tangis Kyla tumpah kembali, ia merasa sangat lemah saat di peluk oleh Ed. Dan air mata Ed pun mengalir tak terbendung.
"Sayang tolong maafkan aku, sayang tolong jangan diam kan aku." lagi lagi Ed meminta maaf atas perlakuan nya tadi.
Kyla sebenar nya sangat ingin memaafkan dan berusaha melupakan semua nya, tapi hatinya menolak untuk memaafkan nya.
Kyla melepaskan pelukan Ed dengan sisa sisa tenaga nya. Tapi Ed malah mempererat pelukan nya.
"Boleh kah aku meminta sesuatu kepadamu?" tanya Kyla dengan suara gemetar.
"Apa sayang, kau meminta apa dariku, aku akan mengabulkan nya." jawab Ed sambil menangkup kedua pipi Kyla.
"Tolong lepaskan dulu aku." jawab Kyla dengan sisa sisa tenagan nya.
"Aku tidak mungkin melepaskan mu sayang, aku mohon maafkan aku. Sayamg tolong maafkan aku." jawab Ed dengan lirih.
Kyla hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya, dan perlahan ia melepaskan pelukan nya dengan alasan ia ingin ke kamar mandi.
Ed...
__ADS_1