Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 12 ~ Bulan Madu Part 3


__ADS_3

Matahari semakin naik, tapi suhu di kota itu tidak sama sekali menghangat yang membuat suami istri sangat betah di dalam rumah.


Setelah melakukan ibadah suami istri, mereka langsung membersihkan diri. Hari sudah semakin siang, mereka sudah merasa kelaparan. Setelah mereka bersiap siap, mereka langsung keluar dan berniat untuk keliling kota itu.


Sebelum keliing lebih jauh, mereka berhenti di sebuah Resto.


"Papih kau ingin makan apa?" tanya Kyla.


"Aku sama dengan mu." ucap Ed yang terus memandangi Kyla.


"Yakin?" tanya Kyla lagi.


"Iya." jawab nya singkat. Ed hanya sibuk memandangi wajah cantik Kyla. Istrinya sangat mempesona dilihat dari manapun yag mebuat ia tak berkedip sama sekali.


Kyla yang di pandangi seperti itu merasa risih.


"Papih! ada apa melihat ku seperti itu."


"Kau sangat cantik sayang." ucap Ed sambil membelai pipi Kyla.


"Papih, bolehkah aku bertanya?"


"Kau mau bertanya apa sayang." jawab nya sambil menatap lekat mata istrinya.


"Apa kau benar benar mencintaiku?" tanya Kyla ragu.


"Sayang, kenapa kau bertanya seperti itu, sudah pasti aku sangat mencintaimu." Cup. Ed mencium tangan Kyla dengan lembut.


Tangan Kyla di tuntun oleh Ed dan di letakan di pipinya.


"Sayang, lihatlah mata ku. Apa aku terlihat berbohong kepadamu? aku sungguh mencintaimu sayang." ucapnya lagi.


Kyla mencari kebohongan di dalam mata Ed, ternyata memang benar, Ed benar benar tulus mencintai Kyla. Kyla sangat bahagia saat ia hanya melihat kejujuran saja di mata suami nya. Ia sangat takut jika Ed akan berpaling hati kepada mantan nya yang kebetulan ada di sekitar kota ini, bahkan mereka satu hotel dengan wanita itu.


Tanpa mereka sadari, ada orang yang sedang mendengarkan semua pembicaraan mereka, dan ia tersenyum jahat, seperti merencanakan sesuatu untuk merusak hubungan mereka.


Ternyata Della sudah mengikuti mereka dari sejak mereka keluar dari pintu kamar, Della ingin mencari tahu kelemahan istri Ed, dia sangat tidak rela jika wanita yang bernama Kyla itu sangat cantik di bandingkan dengan nya. Dia tersenyum jahat dan terlihat ia mengangguk seperti mengerti apa yang harus ia lakukan kedepan nya.


Tunggu aku Ed, aku akan memisahkan kalian berdua dengan cara apapun itu. Della.

__ADS_1


Kembali ke Ed dan Kyla.


Setelah selesai makan, mereka langsung pergi meninggalkan resto dan kembali berkeliling kota.


Hari sudah mulai gelap, mereka kembali pulang ke hottel untuk mengistirahat kan badan, mereka memesan makanan dan memakan nya saat sampai di kamar. Setelah itu Kyla pergi kekamar mandi dan di ikuti oleh Ed.


"Papih jangan mengikutiku!" ucap Kyla.


"Aku akan terus mengikutimu sayang." ucap nya dengan seringai jahat nya.


Kyla hanya pasrah, mau bagaimana pun ia melarang nya Ed akan terus mengikutinya, jadi lebih baik pasrah saja dan biasakan itu.


Ed cepat cepat menghampiri Kyla dan ia langsung menggendong Kyla ala bridal style.


"Papih! apa yang kau lakukan!"


Ed diam tak menjawab, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan Kyla di dudukkan di walk in closet dan Ed segera mengisi air di bathtub dan ia langsung menghampiri istrinya dan dia membuka semua baju istrinya, sesekali ia menciumi tubuh istrinya.


Kyla hanya pasrah, diam tak memberontak.


Ed kembali menggendong Kyla dan membaringkan Kyla di bathtub yang sudah terisi air tersebut.


"Papih aku bisa memakainya sendiri." ucap Kyla malu.


"Diam." jawab nya singkat.


Beberapa menit kemudian, Ed membasuh semua tubuh Kyla dan dia beralih ke rambut.


Kyla merasa ia berada di salon, karna Ed sangat pintar mengerjakan nya.


"Papih kau belajar dari mana seperti ini."


"Aku hanya sering melihat dari pantulan kaca jika aku di perlakukan seprti itu, dan aku sedikit sedikit mengerti." ucap Ed menjelaskan.


"Ya sudah aku tidak usah ke salon saja kalau begitu." ucap Kyla sambil mendongakkan kepala nya sambil melihat Ed.


"Kau ingin seperti ini setiap hari?" tanya Ed antusias.


"Tidak" tolak nya cepat.

__ADS_1


Ed hanya terkekeh melihat tingkah istrinya.


Ed sesekali menciumi badan istrinya dan akhir nya mereka mandi bersama.


Setelah ritual mandi ala suami istri selesai, mereka langsung memakai piyama. Setelah itu Ed mengeringkan rambut nya dengan telaten, sesekali ia menciumi pucuk kepala Kyla dan bercerita sana sini.


Setelah semua beres, Ed berpindah posisi dan sekarang Kyla lah yang mengeringkan rambut Ed. Kyla sedikit bermain main dengan rambut halus Ed. Setelah sudah kering Kyla belum melepaskan tangan nya dari rambut tersebut. Ia beranjak pergi dan mengambil sesuatu. Setelah itu Kyla duduk kembali dan ternyata Kyla mengambil ikat rambut untuk mengikat rambut suami nya. Kyla mengikat rambut dengan beberapa bagian, di samping kanan, samping kiri, maupun belakang, setelah selesai, Kyla membalikan badan Ed dan melihat nya.


Kyla tertawa terbahak bahak, Ed sangat lucu, dengan rambut terikat seperti anak kecil yang membuat Kyla tak berhenti tertawa.


"Hahaha Papih, kau lucu sekali." bagaimana tidak, seorang Edzard Julian yang selalu berpenampilan formal di mana pun ia berada dengan sikap nya yang dingin kepada semua orang, sekarang ia rela dia apakan saja oleh sang istri.


Ckrek..Ckrek.. beberapa gambar di ambil oleh Kyla dengan beberapa fose yang lucu, Kyla tak henti henti nya tertawa, Ed hanya tersenyum bahagia melihat istrinya sebahagia itu.


"Papih kau sangat lucu, maafkan aku sudah menertawakan mu haha." ucap Kyla dengan tersisa gelak tawa di antara mereka.


"Tidak apa sayang, aku juga bahagia melihatmu." ucap Ed sambil memeluk erat istrinya.


Ed yang akan menarik ikat rambut di tahan oleh Kyla.


"Papih apa yang kau lakukan?!"


"Aku ingin membuka nya." ucap Ed yang berhasil membuka satu ikatan yang berada di belakang.


"Ahh Papih, jangan kau sangat lucu, lihatlah di cermin mpp" ucap Kyla terpotong, Ed langsung membekap muluk Kyla dengan bibir nya agar istrinya bisa diam dan membiarkan nya membuka ikatan rambut tersebut.


Kyla sedikit mendorong tubuh Ed,


"Papih! ya sudah baiklah lepaskan."


Setelah itu Ed langsung membuka semua ikat rambut nya, dan membereskan lagi rambutnya dengan rapi.


"Papih aku lapar." rengek Kyla.


"Baiklah, ayo kita keluar mencari makanan."


"Papih bagaimana kita pergi ke menara Eiffel" tanya Kyla.


"Baiklah sayang."

__ADS_1


Setelah itu mereka bersiap siap untuk pergi jalan jalan. Dengan dress selutut dan berwarna Navy yang membuat Kyla semakin terlihat cantik, Ed yang memakai baju santai pun sangat terlihat tampan. Kyla menelan ludah saat melihat ketampanan Ed yang baru ia lihat. Ed pun menelan ludah saat melihat penampilan yang tidak biasa dari diri Kyla selain hari pernikahan nya.


__ADS_2