
Hari sudah semakin siang, tapi sepasang suami istri itu masih menetap di dalam kamar. Mungkin mereka akan menghabiskan waktu hari ini hanya di dalam kamar saja tanpa jalan jalan.
Tringg... Tringg...
"Sayang sebentar, Mamah Video Call." ucap Ed yang langsung mengangkat telpon Mamah nya.
"Hallo, Assalamualaikum mah, ada apa?" tanya Ed sopan.
"Waalaikum sallam Ed, bagaimana kabarmu?" tanya Wine senang.
"Alhamdulilah aku sehat Mah."
"Dimana istrimu? kenapa kalian tidak keluar rumah?" tanya Wine lagi.
"Ada, kami sepertinya hari ini tidak jalan jalan." ucap Ed sembari mengahmpiri istrinya dan mengecup puncak kepala Kyla.
"Hallo Assalamualaikum Mah, bagaimana kabar Mamah?" tanya Kyla sopan sambil tersenyum manis.
"Waalaikum Sallam sayang, Mamah baik baik saja. Bagaimana kabar kamu? Ed tidak menyakitimu kan?" tanya Wine khawatir karna ia tau Della memang ada di kota Paris.
"Aku Alhamdulillah baik Mah, Ed juga sangat baik ya walaupun sedikit jahil orang nya." ucap Kyla seperti mengadu kepada orang tua nya.
"Ed kau jangan menjahili istrimu dong, jaga dia baik baik!" teriak Wine menghardik Ed.
"Haha, iya Mah," Ed hanya tersenyum kikuk. Sedangkan Kyla hanya terkekeh melihat tingkah suami nya dan mertua nya.
"Mah sudah dulu yah, kami mau membuatkan cucu untuk Mamah." tidak tahu semerah apa wajah Kyla.
Kyla mencubit pinggang suami nya sampai sampai Ed mengaduh kesakitan.
"Haha, baiklah, maaf sudah mengganggu kalian. Buatlah cucu yang banyak biar rumah Mamah tidak sepi." Wine hanya tersenyum bahagia saat melihat tingkah putra nya dan menantunya.
"Baiklah Assalamualaikum." pamit Wine dan langsung mematikan ponsel nya.
Ed beralih menatap Kyla dan berbisik.
"Sayang, kapan kita mulai?" bisik Ed yang membuat Kyla bergidik geli.
"Papih geli haha."
"Kapan kita memulai, Mamah menginginkan cucu yang banyak darimu" ucap Ed sambil tersenyum jahil.
Kyla hanya diam dan pasrah.
Ed yang mendapat lampu hijau dari istrinya langsung...
__ADS_1
Kalian tau sendiri ya haha...
*****
Siang sudah berlalu menjadi sore. Matahari yang berwarna oren sudah menyelimuti semua bumi. Ya senja, senja memang sangat indah jika di pandangi. Waktu senja yang tercipta ketika menjelang malam ini memang amat indah meski hanya berlangsung begitu singkat. Mungkin karena hal tersebutlah yang menjadikannya saat yang istimewa. Senja selalu saja begitu, melahirkan kenangan, senyum, rindu, bahkan air mata.
Sekarang sepasang suami istri itu sedang berada di jendela, memandangi indah nya senja dalam pikiran masing masing. Mereka terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun.
Di sini aku berdiri. Di bawah dinginnya senja menghampiri. Merasakan goresan-goresan luka, mengingat kembali rangkaian rangkaian kata. Mungkin aku telah bisa melupakanmu, tapi tidak dengan rasa sakit yang kau beri untukku. Ed.
Ahh sial, kenapa aku kembali memikirkan nya!. pekik Ed dalam hati.
Senja tak pernah salah. Hanya kenanganlah yang kadang membuatnya basah. Dan pada senja, akhirnya kita mengaku kalah. Rindu dan kenangan selalu datang di setiap akan menjelang malam, karna di waktu itulah aku banyak mengahbiskan waktu ku untuknya. Kyla.
Kenapa melupakan orang sesulit ini. Ahh sial, kenapa aku bisa memikirkan nya lagi!. pekik Kyla dalam hatinya.
Mereka tersadar dalam semua lamunan nya, senja belum berakhir, masih berlangusng di waktu itu. Sesekali Ed memandangi Kyla dan begitupun Kyla, ia pun sama sesekali memandangi Ed dari samping.
"Ekhem. Sayang." ucap Ed yang memecahkan keheningan.
"Iya ada apa?" tanya Kyla lembut sambil menoleh menatap Ed.
"Saat kau melihat indahnya sunset apa kau memikirkan sesuatu?" tanya Ed yang membuat Kyla sedikit gugup.
"Pap-pih maafkan aku." lirih Kyla. Lebih baik jujur dari pada menyembunyikan nya. begitulah pikirnya.
"Haha, tidak sayang, kau wajar memikirkan nya." ucap Ed yang tergelak dengan wajah panik Kyla sambil mengecup kening Kyla sekilas.
"Papih maafkan aku, sungguh aku memikirkan nya hanya untuk melupakan nya. Aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya mencintai Papih percaya lah." ucap Kyla yang langsung berhambur memeluk tubuh Ed.
"Tidak apa apa, aku mengerti." Ed membalas pelukan hangan Kyla dan beberapa kali mengecup puncak kepala Kyla.
"Terima kasih Papih." lirih Kyla pelan.
Dan setelah itu mereka berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuh masing masing.
"Papih, aku lapar." rengek Kyla manja.
"Uluh manja nya istri Papih. Haha" Ed hanya tertawa melihat sifat manja istrinya saat lapar.
"Ish Papih aku tidak manja!" protes Kyla.
"Haha, iya iya sayang. Sebentar yah aku akan membelikan makanan untukmu." ucap Ed yang langsung beranjak menuju pintu.
"Papih hati hati." ucap Kyla malu malu.
__ADS_1
"Hati hati apa sayang. Aku hanya membelinya di depan saja tidak kemana mana." Ed hanya tergelak dengan tingkah istrinya yang semakin lucu menurutnya.
Setelah itu, Ed pergi keluar dan membeli makanan di lantai yang paling bawah. Kyla hanya memandangi Ed dari atas, karna Ed membeli makanan tidak di dalam Hottel tapi di luar hottel.
Saat Ed akan pulang, Ed di jaga oleh Della. Ed hanya memutar bola matanya jengah melihat Della yang berada di depan nya. Ed pun tidak tahu bahwa Kyla memperhatikan nya dari lantai yang paling atas.
"Jangan mengahalangi jalan ku!" tegas Ed dengan wajah dingin nya.
"Ed, tunggu dulu sebentar. Aku hanya rindu dengan mu yang dulu." ucap Della sambil memegang tangan Ed. Tapi tangan nya langsung di tepis kasar oleh Ed. Della tau Kyla memperhatikan mereka, tapi ia sengaja agar mereka bertengkar dan bercerai begitu pikirnya.
"Kau bilang kau rindu aku yang dulu? apa aku bisa menjadi yang dulu atas apa yang kau lakukan kepadaku!" ucapan Ed sudah meninggi. Ia sudah emosi saat Della membahas masa lalu nya.
"Ed, maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu." lagi lagi Della memegang tangan Ed. Ed pun langsung menepis nya kembali.
"Aku sudah memaafkan mu, jadi tolong jangan ganggu aku!" tegas Ed dengan wajah dingin nya.
Nyali Della sedikit menciut saat tau wajah dingin Ed yang sebenar nya. Tapi ia tau semarah apapun Ed kepada wanita ia tidak akan pernah mengotori tangan nya sendiri untuk menyakiti wanita itu. Jadi Della sedikit mempunyai kekuatan lagi saat ingat itu.
Della hanya diam menunduk, Ed yang melihat itu langsung melangkah kan kaki nya tapi di halang lagi oleh Della.
"Apa yang kau ingin kan!" rahang Ed sudah mengeras, ia sudah terbawa emosi dengan keberadaan Della.
"Aku sekarang tidak akan mengganggu kalian lagi, aku akan membiarkan kalian bahagia. Tapi aku minta satu hal kepadamu." ucap Della yang sudah mengeluarkan air mata buaya nya.
Ed diam tak menjawab dia hanya menunggu apa yang ingin di katakan wanita pengganggu itu.
Saat ia tau bahwa mendapat lampu hijau dari Ed, dia langsung melanjutkan perkataan nya.
"Aku ingin memelukmu sebentar saja untuk terakhir kalinya hiks." ucapnya yang sudah terisak.
"Kau jangan kurang hajar!" tegas Ed.
Della tidak menghiraukan perkataan Ed, dia langsung berhambur memeluk Ed dengan tangisam buaya nya.
Ed tidak menolak, ia membiarkan Della memeluknya selama 5 detik. Semoga saja Della bisa menepati janji nya begitu pikir Ed.
Kyla yang melihat semua kejadian itu hanya diam membisu merasakan betapa perih rasanya melihat orang yang di cintainya berpelukan dengan orang lain.
Setelah 5 detik, Ed langsung melepaskan pelukan secara kasar dan dia langsung berjalan dengan cepat tanpa menoleh sedikit pun lagi kepada Della, rasanya ia sudah berhianat kepada istrinya.
Sedangkan Della hanya tersenyum licik penuh kemenangan.
Ed cepat cepat menaiki lift dan dan langsung masuk kedalam kamar nya.
Kyla...
__ADS_1