Kulepas Dengan Ikhlas

Kulepas Dengan Ikhlas
EPISODE 7 ~ Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Setelah sampai di depan rumah Ed, mereka langsung berlari menuju pintu dengan panik. Ada apa yang terjadi? kenapa mamah menelpon ku tiba tiba? begitulah pikir nya.


Ed langsung memeluk Mamah dan Papah nya, Kyla pun sama melakukan seperti apa yang di lakukan suami nya.


"Ada apa mah,?" tanya Ed panik.


"Maaf sudah membuatmu panik. Kami hanya ingin mengatakan kalau kalian besok harus siap siap untuk pergi."


"Siap siap kemana mah, kami juga hari ini akan pindah ke Apart ku."


"Sayang, kalian kan sudah menikah, bulan madu lah dan fokus membuat cucu untuk kita." ucap Wine dengan santainya.


Sedangkan Kyla sudah bersemu merah dengan perkataan mertua nya.


"Huh! aku kira apa, mamah kalau hanya ingin membiacarakan ini, bicarakan saja di telpon."


"Maafkan mamah, mamah takut kamu tidak mau dan langsung mematikan telpon nya." ucap Wine sedikit sedih.


"Sudah Mah tidak apa apa, kita juga lagi santai. Iya kan sayang?" ucap Kyla sambil mendelik ke arah Ed.


Yang di tatap sangat bahagia saat mendengar kata sayang dari bibir manis istrinya. Begitupun orang tua Ed yang tak kalah bahagia. Ternyata mereka sudah saling menyukai. Begitah pikirnya.


"Iya haha, yuk kita membuat nya sekarang." ucap Ed dengan senyum jahil nya.


Tidak tahu semerah apa wajah Kyla menahan malu atas perlakuan suami nya.


"Ya benar, kalian istirahat saja disini dulu." ucap Wine yang tau dengan tingkah Ed.


Ed langsung menggendong Kyla ala Bridal Style sambil menaiki tangga untuk masuk ke kamar nya.


Saat sampai di dalam kamar, Ed menidur kan Kyla dengan pelan pelan, dan wajah Kyla sendiri sangat merah menahan malu.


"Kenapa Wajah mu memerah sayang?" tanya Ed dengan gemas sambil mencubit cubit pipi nya.


"Aku malu" jawab nya sambil memalingkan wajah nya, tidak mau bersitatap dengan Ed.

__ADS_1


"Malu kenapa? kita kan sudah suami istri,"


Ed membelai pipi Kyla dengan lembut dan Ed membisikan sesuatu kepada Kyla.


"Sayang, apa boleh kita lanjut permainan tadi" ucap nya pelan yang membuat Kyla bergidik geli.


"Aw geli Ed," ucap nya sambil tersenyum dan menangkup kedua pipi Ed.


"Ed, oh iya Sayang, kita lanjutkan saja saat kita bulan madu." ucap nya malu malu.


"Ah, aku ingin sekarang, aku tidak tahan."


"Hahaha, baiklah aku menyerahkan semua nya untukmu." ucap Kyla sambil menatap lekat mata suaminya.


"Sayang hentikan aku jika kau merasa tidak nyaman."


Ed langsung menyambar bibir Kyla mereka saling berciuman bertarung lidah dengan panas. Tangan Ed sudah kemana mana, yang membuat junior Ed bangun dengan sendiri nya.


"Ahh.." satu desahan lolos dari bibir Kyla yang membuat Ed semakin bergairah.


Ed kembali mencium Kyla dengan lembut dan langsung mengarahkan junior nya ke dalam sangkar. Setelah beberapa menit, junior Ed mendapatkan sangkar nya. Ed mengusap air mata Kyla dan mencium bibir Kyla agar tidak terlalu merasakan sakit di bawah sana.


Setelah beberapa menit mereka mendapatkan puncak nya masing masing.


Hareudang...


*****


Kyla sedang membereskan semua kopernya, tidak ada yang bicara dari tadi saat pulang dari rumah Ed, Kyla sangat malu untuk menatap suaminya itu.


Ed yang merasa di diamkan oleh Kyla merasa tidak enak, dia menghampiri Kyla dan memeluknya dari belakang.


"Ed apa yang kau lakukan?" Kyla masih tidak berbalik, ia masih malu dengan Ed.


"Aku ingin kau memanggilku seperti tadi saat kau memanggilku di depan mamah."

__ADS_1


Wajah Kyla bersemu merah, dia juga bingung ingin memanggil suami nya dengan sebutan apa.


"A-aku hanya bi-bingung mau memanggilmu apa di depan mamah, jadi aku memanggilmu dengan panggilan itu." gugup Kyla.


"Tapi aku suka panggilan itu, aku ingin kau terus memanggilku seperti itu." ucap Ed pelan yang membuat Kyla bergidik geli.


"Apa kau juga punya panggilan untukku?" tanya Kyla tanpa sadar, ia juga ingin mendapatkan panggilam sepesial yang di berikan suami nya.


"Kau ingin aku memanggil apa, Sayang, Mamih, Mommy, atau Princes, eee.. Putri, atau Bubu, atau istriku?" tanya Ed dengan santai nya sambil memikirkan panggilan apa yang di inginkan istrinya.


"Ah sudahlah, panggil senyaman mu saja." Kyla terlalu malu untuk menentukan panggilan untuk nya dari sang suami.


"Ya sudah aku memanggilmu Mamih, aku ingin cepat cepat mempunyai putra atau putri, jadi aku sudah terbiasa memanggilmu seperti itu." ucap nya tanpa tau bagaimana wajah Kyla sekarang.


"Lalu aku memanggilmu apa? apa tetap aku memanggilmu Sayang?" tanya Kyla yang berharap Ed merubah panggilan dari nya untuk suami nya.


"Ya sudah, kau memanggilku Papih saja" ucap nya sambil tersenyum bahagia.


"Okelah." itulah yang di harapkan oleh Kyla, tapi dia terlalu gengsi untuk mengajukan panggilan itu.


"Ya sudah, Papih tolong lepaskan aku, kita berangkat sekarang ke Apartemen." ucap Kyla lembut.


Ed membalikan tubuh Kyla dan sekarang mereka berhadapan. Jarak mereka hanya beberapa centi saja, Ed perlahan langsung mencium bibir Kyla dan menahan tengkuk nya agar ciuman itu lebih dalam.


Kyla tidak memberontak ataupun apa, dan ia sesekali membalas ciuman suami nya dengan lembut. Mereka berciuman cukup lama. Dan setelah Ed tau Kyla kehabisan nafas, Ed langsung melepaskan ciuman nya dan mengusap bibir Kyla dengan ibu jarinya.


"Manis," ucap Ed singkat.


Kyla langsung memeluk Ed dan menelusupkan wajah nya ke dalam dada bidang Ed, dia terlalu malu untuk di tatap oleh Ed.


"Aku mencintaimu." ucap Ed yang membalas pelukan Kyla.


"Aku juga mencintaimu." lirih Kyla pelan.


Dia sekarang sudah merasakan nyaman saat bersama suami nya, dia sangat ingin cepat cepat melupakan masa lalu nya dan mencintai Ed sepenuh nya, dia juga akan menyerahkan apapun yang di minta suami nya dengan pasrah tanpa ada bantahan sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2