
Hari semakin siang, tapi sepasang pengantin baru belum juga keluar dari tadi pagi. Orang orang yang di luar sudah sibuk membicarakan apa saja yang mereka lakukan sampai sampai mereka tidak keluar sama sekali bahkan makan pun tidak.
Sedangkan yang di bicarakan sedang berusaha mengakrabkan diri agar tidak canggung nantinya.
"Sayang, kapan kita mulai?" tanya Ed lembut yang sudah berada di atas tubuh Kyla.
Wajah Kyla memerah antara Malu bercampur tidak siap.
"A-aku belum siap, beri aku waktu." gugup Kyla sambil memejamkan mata nya tidak mau bersitatap langsung dengan Ed.
"Aku menginginkam mu sekarang." ucap Ed yang sudah di kelubuti nafsu.
"Ma-maaf Aku tidak bisa sekarang," tidak tahu sepanik apa sekarang wajah Kyla.
Ed tergelak melihat wajah panik Kyla, sebenar nya Ed masih bisa menahan nafsu nya, dia hanya ingin mengerjai istrinya saja.
Ed menurunkan kepalanya mendekat ke arah istrinya, dan Cup. Ed mengecup sekilas bibir Kyla. Sedangkan Kyla melotot tak percaya, dia ingin sekali memarahi Ed yang mengambil ciuman pertamanya, tapi dia berfikir, Ed adalah suami nya, dia wajib menuruti apa yang di mau suami nya itu, jadi dia mengurungkan niat nya untuk mendorong Ed, dan ciuman pertama nya itu pun memang untuk suami nya kelak. setelah itu Ed langsung berguling kesamping Kyla, dan kembali memeluk Kyla dari samping.
Kyla hanya diam tidak menolak atau apa, dia masih membisu atas perlakuan manis suami nya yang membuat ia sedikit membuka mata hatinya.
Saat waktu menunjukan pukul 11.00 Kyla merasakan perut nya yang kosong, dia kembali ingin beranjak tapi lagi lagi Ed menahan Kyla dan terus mengeratkan pelukan nya.
"Ed, aku lapar." ucap Kyla pelan.
"Baiklah, kamu mandi dulu," ucap Ed yang sedikit melonggarkan pelukan nya.
Kyla tidak menjawab apa apa dia langsung melepaskan pelukan Ed dan langsung berlari kecil agar cepat cepat hilang dari pandangan Ed.
"Aaa aku pasti gila, kenapa dia bersikap manis padaku, ah kenapa juga hati ku sangat senang dengan perlakuan nya." gumam Kyla saat sampai di dalam kamar mandi.
Kyla langsung memulai ritual mandi nya dengan cepat cepat, perut nya sudah sangat keroncongan, dia juga sudah melewatkan makan siang nya. Pasti Mamah berfikir aneh tentang ku, Aaa kenapa juga Ed menahan ku dari tadi. begitulah pikiran Kyla.
Setelah Kyla selesai mandi, Ed pun langsung mandi karna sama dia pun sudah lapar karna sudah sesiang ini mereka belum makan sama sekali.
Setelah mereka selesai dengan urusan masing masing, Ed langsung menyambar Hp nya untuk memesan makanan, sedangkan Kyla berjalan keluar dan mengetuk pintu sebelah nya yang memang itulah kamar orangtua nya.
"Mah, Mamah!" panggil Kyla.
Setelah mendengar sahutan dari dalam Kyla langsung memegang handle pintu dan membuka nya.
"Mah, apa kau sudah makan?" tanya Kyla.
__ADS_1
"Mamah sudah makan tadi bersama papah dan orang tua Ed." ucap Santi sambil merentangkan tangan nya agar Kyla bisa mendekat dan memeluknya.
Kyla langsung memeluk Santi dengan lembut.
"Apa kau dan Ed sudah makan?" tanya Santi.
"Kami sedang memesan makanan Online." ucap Kyla pelan.
"Ya sudah, sekarang temui suami mu, dan layani lah dia. Kamu sekarang sudah menjadi seorang istri, kamu harus patuh dengan suamimu, dan kamu harus melayani nya sebaik mungkin." ucap Santi mengingatkan putri nya.
"Iya aku mengerti Mah. Papah mana?"
"Papah kamu sudah berangkat ke kantor dari tadi pagi."
"Ohh, ya sudah Mah, aku pergi dulu" pamit Kyla.
"Iya sayang." ucap Santi sambil mencium kening putrinya itu.
Ada rasa bahagia dan sedih, dia harus merelakan putri nya kepelukan orang lain, dan sudah pasti mereka akan berpisah dari orang tuanya.
Setelah itu, Kyla berjalan dan berdiri di depan pintu mertua nya.
"Sayang! ada apa?" tanya Wine sambil memepersilahkan masuk Kyla.
"Apa Tante sudah makan? Kalau belum ayo makan bersama kami." ajak Kyla.
"Tante sudah makan sayang, kalian berdua saja yah." ucap Wine sambil membelai wajah cantik Kyla dengan kasih sayang yang penuh.
"Ohh, Om kemana?" tanya Kyla.
"Om sudah berangkat dari pagi sayang untuk menguruskan semua pekerjaan Ed." ucap Wine lembut.
"Maaf ya tante, Ed jadi tidak masuk bekerja hari ini." ucap Kyla yang merasa bersalah.
"Tidak apa sayang, ini hari bahagia kalian berdua, jadi Om juga dengan senang hati menggantikan Ed sementara."
"Terimakasih Tante, ya sudah aku pergi dulu." Kyla berpamitan sambil mencium tangan sang mertua dengan lembut.
Setelah mendengar kata hari bahagia, ia teriangat dengan semua perkataan Delvin yang di berikan kepada Kyla.
Ahh ternyata memang sulit untuk melupakan seseorang. Kyla.
__ADS_1
Dia langsung berjalan menuju kamar nya dan membuka pintu perlahan.
Dia melihat lihat semua penjuru, tapi Ed sama sekali tidak terlihat. Saat ia berjalan menyusuri tempat itu, ternya Ed sedang berada di balkon kamar nya, yang sedang meminum teh hijau sambil menunggu pesanan nya datang.
Saat Kyla akan mengahampirinya, ternyata bel kamarnya berbunyi dan Kyla langsung membuka pintu itu, ternyata kurir yang mengantar makanan pun datang.
"Atas nama tuan Edzard Julian?" tanya kurir sopan.
"Iya." jawab nya singkat dan langsung menerima bunggkusan itu.
Kyla langsung masuk dan menata makanan itu di meja makan dengan rapi.
Dia langsung berjalan menuju balkon untuk memanggil suami nya. Tapi dia berfikir sejenak, panggilan apa yang cocok untuk ia berikan kepada Ed, dia merasa tidak sopan jika harus memanggil nama.
Ah sudahlah aku memanggil nya senyaman ku saja. Kyla.
Setelah mereka sampai di meja makan, Kyla melihat semua makanan yang ada di meja makannya. Bagaimana Ed memesan makanan sebanyak ini. begitulah pikir Kyla.
"Ed, kenapa memesan sebanyak ini?, kita mana mungkin sanggup menghabisman nya" ucap Kyla.
"Aku tidak tahu apa makanan kesukaan mu." ucap Ed pelan.
"Baiklah aku mengerti."
Kyla lansung memakan makanan nya, dan dia tak lupa mengambilkan juga untuk Ed.
"Terimakasih sayang." lagi lagi kata sayang yang keluar dari bibir Ed membuat jantung Kyla berdetak lebih cepat.
Kyla hanya diam tak menjawab, dia langsung memakan nya dengn cepat.
Setelah selesai makan, Kyla langsung membereskan semua nya, dan langsung menyuci piring kotor nya.
Setelah itu, dia memberskan tempat tidur nya dan setelah selesi dia duduk di sofa dan diikuti oleh Ed.
Kyla yang ingin beranjak kembali di tahan oleh Ed. Tangan nya di tarik paksa dan Kyla pun jatuh ke dalam pelukan Ed.
"Ed! kenapa selalu menahanku!" tegas Kyla.
"Aku hanya ingin bersama istriku apa aku salah?"
Sejujurnya Ed takut jika Kyla akan keluar hotel dan bertemu Delvin, tidak tahu kenapa dia sangat tidak suka dengan Delvin, dia ingin membuat Kyla jatuh cinta pada nya apapun caranya.
__ADS_1