
Kyla berdiam sangat lama di kamar mandi, ia hanya diam membisu tanpa bicara apapun walaupun yang di luar sudah mengetuk dan meneriakinya berulang kali.
Kyla tidak mempunya minat untuk membukakannya, ia sangat merasa di hianati saat suami nya lebih percaya dengan mantan nya.
"Sayang, tolong buka pintunya, sayang buka, jangan seperti ini, aku sayang kepadamu, maafkan aku. Sayang ku mohon buka pintunya. Tolong jangan bersikap seperti ini kepadaku." ucap Ed yang tak henti nya meminta maaf dan mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.
Kyla berjalan dengan semua kekuatan nya, ia membuka pintu perlahan dan Ed langsung berhambur memeluknya.
"Sayang, maafkan aku, aku menyesal sayang, aku janji aku tidak akan percaya lagi padanya, sayang ku mohon jangan bersikap seperti ini padaku." tak henti henti nya ia meminta maaf sambil memeluk istrinya tapi Kyla sama sekali tidak menjawab apapun semua yang di keluarkan oleh mulut Ed yang memebuat Ed serba salah.
"Kau sendiri yang membuatku bersikap seperti ini." ucap Kyla dingin.
Kyla berjalan tanpa menghiraukan semua perkataan Ed. Ed merasa sangat bersalah kepada istrinya.
Ah dia benar benar sumber masalah!. pekik Ed dalam hatinya.
Kyla berjalan ke arah dapur, dan ia langsung memasak untuk makan siang. Ed seperti biasa, jika istrinya sedang memasak maka ia akan memeluk Kyla dari belakang.
"Sayang ku mohon maafkan aku..." lirih Ed sambil menciumi pipi Kyla.
Perlahan Kyla melepaskan tangan Ed dan menyibukkan diri dengan masakan nya. Ed yang di diamkan seperti itu oleh istrinya merasa prustasi, dia sangat ingin Kyla bisa berubah lagi. Ed sangat rindu dengan sikap hangat Kyla dan sikap manja nya. Tapi sekarang Kyla hanya bersikap acuh dan dingin padanya, tidak ada peduli di dalam dirinya. Ed merasa Kyla sangat membenci dirinya, Kyla terus diam tidak menjawab semua apa yang di katakan Ed.
Setiap hari Ed harus menerima semua sikap dingin Kyla. Ya walaupun semua pekerjaan rumah tangga semua tidak terlewatkan oleh Kyla termasuk melayani nya.
Setiap malam Kyla selalu ingin tidur di sofa tidak mau dengan suami nya, tapi Ed selalu menghalang nya biar saja Ed yang tidur di sofa.
Detik terus bergati, hari pun terus berganti, dan ke satu bulan Kyla tidak pernah bicara dengan Ed dan tidak pernah keluar sama sekali untuk jalan jalan.
Kyla hanya menghabiskan waktu hanya di dalam hotel saja jika sore ia akan memandangi indah nya sunset. Ed yang di diamkan selama itu merasa sangat prustrasi, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia jelaskan kepada istrinya. Istrinya tidak sama sekali mendengar kan nya, jika di suruh ini itu Kyla tidak membantah ataupun kesal, Kyla hanya menjalankan semua nya dengan diam, ia sangat irit bicara, ia hanya sesekali menjawab perkataan Ed jika ia sudah tak tahan untuk menjawab. Kyla di setiap malam selalu menangis, di dalam sujud nya maupun di dalam tidur nya. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakulan kedepan nya, ia juga selalu meminta maaf di dalam doa nya karna sangat tidak baik jika istri mendiam kan suami apalagi sekarang sudah satu bulan berlalu dia terus mendiamkan nya.
Di pagi hari, Kyla seperti biasa menjalan kan hari harinya hanya menyibukkan diri dengan semua pekerjaan, ia tidak tahu harus bersikap apa kepada suami nya, Ed mungkin sudah jutaan kali ia meminta maaf, tapi sayang nya hati Kyla tidak bisa memaafkan semua nya.
__ADS_1
Saat Kyla sedang memasak, Ed terbangun dari tidur nya, ia langsung berhambur memeluk Kyla dari belakang, ia kembali meminta maaf tapi tetap tidak mendapat sebuah jawaban apa apa dari bibir Kyla.
"Sayang, kumohon maafkan aku, aku tidak sanggup lagi kau mendiam kan ku seperti ini, Sayang, sungguh aku sekarang tidak aka percaya lagi padanya, aku mencintaimu." ini pertama kali nya setelah satu bulan berlalu Ed menangis di hadapan Kyla.
Kyla juga bisa merasakan basah di pundak nya, ia sangat ingin berbalik dan memeluk suami nya.
Huh, baiklah, walaupun hatiku belum sepenuh nya memaafkan nya, apa salahnya aku berbaik pada nya, aku juga bisa berdosa mendiamkan suami ku seperti itu. Kyla.
Untuk pertama kali nya Kyla berbalik, Ed sangat senang saat tau Kyla berbalik menghadap nya. Kemudian Kyla menggantungkan tangan nya di punggung leher Ed, Kyla mengecup sekilas bibir Ed.
"Maafkan aku..." lirih Kyla pelan.
Senang nya bukan main, Ed langsung menggendong Kyla ala bridal style, ia langsung membawa Kyla ke tempat tidur.
"Sayang, ku mohon maafkan aku, aku tidak sanggup kau mendiamkan ku, Sayang kumohon." ucap Ed yang tak henti henti nya mencium seluruh wajah Kyla.
Kyla tersenyum dengan manis.
"Aaaa, terimakasih sayang, terimakasih. aku mencintaimu, sungguh mencintaimu."
Kemudian Ed mencium bibir Kyla dan lama kelamaan ciuman itu menjadi panas. Ed sangat bergairah, ia menahan mati matian nafsu nya dalam sebulan, ia sangat rindu dengan istrinya, ia rindu dengan belaian nya, ia rindu dengan panggilan mesra nya, ia sangat rindu dengan sikap manja nya, yang pasti ia sangat sangat merindukan Kyla yang dulu.
Beberapa saat kemudian, Kyla melepaskan ciuman nya, Ed menatap Kyla dengan heran.
"Ada apa sayang?." tanya Ed heran.
"Aku sedang memasak." jawab Kyla yang ingat dengan masakan nya.
Kemudian Ed turun dari tempat tidur dan mematikan kompor dan ia kembali lagi mendekap hangat tubub istrinya.
"Sayang, aku sungguh tidak kuat kau mendiam kan ku." Ed mengelus kepala Kyla lembut, mereka berpelukan, memecahkan semua kerinduan yang tertanam di dalam hati mereka.
__ADS_1
"Maafkan aku" Kyla merasa bersalah dengan suami nya, ia pun tidak menyangka bahwa dia akan mendiamkan Ed selama satu bulan.
Setelah puas berpelukan, Ed menindihi tubuh mungil Kyla. Ed menatap Kyla dengan penuh cinta dan gairah.
"Sayang, bolehkah aku melakukan nya, aku sangat tidak kuat." ucap Ed dengan serak menahan gejolak di hatinya.
Kyla hanya mengangguk malu, ia pun sebenar nya sangat rindu dengan semua perlakuan manis Ed, ia sangat rindu semua yang di lakukan Ed saat di ranjang.
Setelah mendapat persetujuan dari istrinya, perlahan Ed menjalan kan semua aktifitas nya. Mereka melakukan nya dengan penuh kerinduan, rasa nikmat yang menajalar membuat mereka merasakan kembali malam pertama.
Di pertengahan Ed melakukan itu, Wine menelpon nya dengan Video Call.
Ed hanya melihat sekilas ponsel nya, tapi ia sama sekali tidak mengambil benda kecil itu, ia terus melanjutkan aktifitas nya. Kyla di buat melayang dengan semua aktifitas suami nya, beberapa menit kemudian mereka mencapai puncak nya.
Ponsel Ed sudah berada di bawah bantal, Ed terus mendiamkan ponsel nya yang terus berbunyi, ia masih mendekap hangat istrinya, masih merasakan sisa sisa kenikmatan percintaan mereka.
Setelah nafas mereka kembali teratur, Ed langsung memakai baju nya, sedangkan Kyla ia menarik selimut sampai di pundak nya, karna baju nya sangat jauh dari jagkauan nya. Kemudian Ed mengangkat telpon itu dan langsng di beri ribuan pertanyaan dari orang tua nya.
"Hallo Assalamualaikum Ed, kau kemana saja, kenapa baru mengangkat telpon mamah." ucap Wine di sebrang sana dengan panik.
"Waalaikum sallam Mah, tenang Mah, Ed tidak kemana mana, tadi Ed dengan Kyla sedang ada urusan berdua. Iya kan sayang." ucap Ed dengan santai nya mengarahkan layar nya ke depan Kyla.
Kyla hanya tersenyum malu, Wine melihat Kyla dengan malu karna tau apa yang telah terjadi di antara anak dan menantunya.
"Maafkan Mamah yang sudah mengganggu kalian." ucap Wine yang hendak mematikan telpon nya.
"Eh Mah tidak, kita sudah selesai" malu menjawab, ia langsung menutup semua tubuh nya dengan selimut.
"Ya sudah, mamah hanya ingin melihat kabar kalian saja, ya sudah mamah matikan dulu yah." ucap Wine pamit.
Kemudian telpon mati dan Kyla langsung memeluk Ed, ia sangat malu jika nanti Ed akan menatap nya.
__ADS_1