
jam makan siang Andra mengunjungi restoran miliknya sekaligus menemui sahabat nya.
"siang pak Ardan" sapa semua karyawan yang berada di lantai satu restoran miliknya.
" siang, Pak Hendra ada?? tanya Ardan pada Pito salah satu karyawannya.
" Ada pak,pak Hendra ada didalam,silahkan masuk pak"
" Iya ,terima kasih.
Ardan berjalan menuju ruangan Hendra, Ardan sengaja tidak memberitahukan Hendra terlebih dahulu, karena Ardan ingin memberikan kejutan untuk sahabatnya tersebut.
" Hai Hen bagaimana kabarmu???, apa kau betah kerja disini??
" Hey Ardan, Kau mengagetkan ku saja, kenapa kau tidak mengabariku jika ingin kesini???
" hahaha, aku rasa jantung mu masih sehat Hen, aku sengaja tidak memberitahukan mu,aku ingin memberi kejutan saja.
" iya-iya baiklah kalau begitu, dan aku pun terkejut hahaha"
Hendra membawa Ardan kesebuah sofa lalu memesan makanan untuk mereka berdua.
selesai makan mereka kembali melanjutkan obrolan.
" bagaimana dengan restoran apa ada masalah?? tanya Ardan pada Hendra
__ADS_1
" sejauh ini baik-baik saja,bahkan bulan ini saja pegunjung kita meningkat pesat."
" baguslah kalau begitu, dari awal aku mempercayakan restoran ini dikelola oleh mu aku sudah yakin dengan kemampuan mu." puji Ardan
" aaahh biasa saja,kau lebih hebat dari ku,dan aku banyak belajar dari mu."
" hahaha kau ini bisa saja, kau juga hebat, OOO iya Hen kapan kau menikah,aku rasa kau perlu fikirkan tentang hal itu, dan berhentilah bermain-main!!
"iya kau benar, sebenarnya aku juga sudah ingin menikah,aku juga sudah lelah dan ingin menjalani hubungan yang serius,terlebih lgi ayah dan Ibu ku terus meminta cucu pada ku.
" hahaha, kalau begitu kau tunggu apa lagi,kau pilih satu yang terbaik diantara wanita-wanita mu itu.
" tidak mau, aku mau cari yang lain saja, aku ada sih calon tapi ya, gimana ya .
" tapi apanya, kau tidak suka isteri orang kan!
" bukan, aku ragu sepertinya dia tidak tertarik dengan ku." jawab Hendra jujur
" hahaha, sejak kapan kepercayaan dirimu terjun bebas, masa sih ada wanita yang tidak tertarik dengan mu,bukankah biasanya mereka mengantri?? Ucap Ardan kebingungan " seperti apasih wanit itu,sampe-sampe kepercayaan diri Hendra menurun drastis " Ardan berbicara dalam hati.
" entahlah aku juga bingung, aku sedang berusaha mendekatinya.
" OOO begitu, ya aku doakan semoga kau berhasil.
" Iya, terima kasih, bagaimana dengan kau dan Hani,kapan kalian memiliki anak,aku dengar om dan Tante sudah sangat ingin memiliki seorang cucu.
__ADS_1
" ya begitulah ayah dan ibu selalu saja,terlebih Ibu, beliau sangat ingin sekali memiliki seorang cucu dari Aku.
" Lalu kenapa kalian tidak program ank saja,kalian kan sudah lumayan lama menikah.
" Iya sih ku benar, Ibu ku juga sudah sering berbicara seperti itu, tapi mau bagaimana lagi aku tidak mungkin memaksakan kehendak ku, sementara Hani bilang kalo dia belum siap memiliki anak.
" kalo Hani tidak ingin memiliki anak kau menikah saja lagi.
" Huss kau ini,aku tidak mau isteri ku hanya Hani, tidak pernah terbesit sedikitpun dihatiku menikah lagi hanya karena Hani belum siap kami berdua memiliki anak.
" Baiklah,terserah kau saja,tapi lain kali jikau berubah pikiran kau katakan saja padaku biar aku bantu carikan calon isteri untuk mu hahaha.
" Kau ini sudah-sudah, sepertinya aku harus kbli kekantor sekarang, dan kau lebih baik ku fokus saja mengejar wanita itu ya,jangan smpai kau kecolongan,mengeti???
" iya baiklah, tenang saja aku pasti tidak akan kecolongan, hati-hati ya.
Ardan keluar dari ruangan Hendra begitu smpai di Lantai satu,tiba-tiba Ardan teringat sesuatu, teringat jika Hani sangat menyukai bunga dan kebetulan di restoran ada taman bunga, Ardan memutuskan untuk ke taman, Ardan bermit memetik beberapa bunga untuk Hani.
"Hani pasti senang jika aku bawakan dia bunga segar.!
Ardan berjalan kesalah satu Bunga didekat tembok lantai dua.
saat tengah asik memetik beberapa jenis bunga,Ardan tiba-tiba merasa kan guyuran air dari atas.Ardan reflek menoleh ke atas dan melihat Anita memegang sebuah ember smbil tersenyum kecil.
"apa-apaan ini, hey bocil apa yang kau lakukan hah???,kenapa kau menyirmku Hah!!?? teriak Ardan.
__ADS_1
" Maafkan aku Pak Tua, aku tidak sengaja aku tidak melihatmu ada dibawah sana,tadi aku hanya ingin menyiram bunga itu! Sahut Anita dari atas sambil sedikit berteriak,Anita berbohong tidak melihat jika ada Ardan dibawah, justru Anita sengaja karena saat di menengok ke arah taman dari lantai dua dia melihat ada sosok yang tidak asing yaitu Ardan, timbul lah ide Anita mengerjainya.