
jam sudah menunjukkan waktunya pulang kerja,karyawan-karyawan yang lainpun semua sudah pulang,namun Hendra keluar dari ruangan dan pulang mengendari mobilnya,sedang asik menyetok tiba-tiba pandangan Hendra tertuju pada sosok wanita di yang baru saja keluar dari sebuah apotik,dengan hati senang Hendra segera menepikan mobilnya dan menghampiri
"Anita sedang apa kau disini"
"Eh pak Hendra" Anita kaget tiba-tiba Hendra sudah ada di depannya.
"apakah sakit Anita,tadi aku lihat kau keluar dari apotik ini"tanya Hendra dengan khawatir
"tidak koq pak,saya tidak sakit"
"lalu dalam bungkusan yang kau pegang itu apa,bukankah itu obat"
"oh ini,ini obat untuk ibu saya pak,bukan untuk saya".
"oh aku pikir kau yang sakit, Ibu mu sakit apa Anita,kenapa tidak dibawa kerumah sakit saja,aku bisa mengantar mu"
"tidak Pak,Ibu saya sakit biasa saja,terima kasih Pak tawarannya" bohong Anita ,Anita tidak mau merepotkan orang lain terlebih Pak Hendra yang baru dia kenal,Anita merasa saat ini,iya masih mampu membiayai pengobatan Ibunya.
"iya,saya menawarkan kamu bantuan Karena kamu karyawan saya,takut kamu tidak fokus bekerja nanti"ucap Hendra menyembunyikan perhatiannya kepada Anita,karena gengsinya nya yang tinggi.
"iya pak,saya mengerti"
"terus kamu mau kemana lagi,kenapa kamu seperti sangat terburu-buru sekali"
"saya harus cepat pulang sekarang pak,Ibu saya sudah menunggu"
"OOO begitu, kalo begitu biar aku antar"
"tidak usah pak,terima kasih, merepotkan bapak,saya bawa motor koq pak"
__ADS_1
"OOO begitu,ya sudah,hati- hati"
"iya pak" Anita berlalu pergi meninggalkan apotik tersebut.sementra Hendra masih disitu
"bisa-bisanya dia tidak mau aku antar, tidak tidak tau saya wanita-wanita diluar san berebut aku antar pulang" Hendra ngomong sendiri.
begitu masuk kedalam mobil Hani memanggil
"halo sayang,ada apa"
"halo sayang, sayang maaf ya sepertinya malam ini kita enggak jadi ketemu"
"iya tidak apa-apa"
"kamu nggak marah kan sayang"
"beneran kamu enggak marah" Hani bingung biasnya Hendra marah jika Dia membatalkan janji.
"iya udah ya,aku lagi dijalan lagi nyetir sekarang ya" Hendra meakhiri panggilan.
"syukurlah tidak jadi ketemu,aku juga sedang malas kali harus ketemu Hani,lebih baik aku mengikuti Anita saja,dimana ya tempat tinggal Anita" Hendra berbicara sendiri.
"koq dia ceper banget sih ngilang nya,perasan baru aja dia perginya,apa dia terbang ya hahhaa" Hendra berbicara dan tertawa sendiri.
setibanya dirumah Anita menghampiri Ibunya dikamar, " Buk ,ini obatnya,ibu mandi dulu ya,setelah itu kita makan sama-sama,baru Ibu minum obatnya"
"Iya Anita, ini jug Ibu mau mandi".
"Anita sipkan Airnya dulu buk,"
__ADS_1
"sudah Anita,tadi Nina yang menyiapkannya untuk Ibu"
"benarkah buk,aku jadi tidak enak dengan Nina,karena macet akhirnya Nina yang menyiapkannya untuk Ibu"
"tidak apa-apa Nak sekarang ibu mau mandi dulu,kamu bantuin Nina menyiapkan untuk makan malam kita"
"Iya buk"
Anita bergegas ke dapur menghampiri Nina yang sedang asik memasak.
" Wah ternyata Sahabat ku ini sudah pandai memasak ya" puji Anita
"Eh Anita,bisa ah kamu,sudah pulang kamu,obatny Ibu ada"
"iya barusan,ada koq,maaf ya Nin sekalian mkasih kamu udah repot-repot harus ikut ngurus Ibu ku"
"ih kamu ini,gitu aja koq minta maaf,biasa aja Anita,Ibu itu sudah aku anggap seperti Ibu sendiri untuk aku dan Doni,jadi kau tidak perlu merasa tidak enak"
"makasih ya Nin kamu baik banget,sama aku dan Ibu."
"Iya sama-sama,bagiku kita ini keluarga,jadi kamu gak boleh lagi merasa gak enakan sama aku ya"
"iya ,sini aku bantuin"
"gak usah Anita mendingan kamu mandi sekarang,biar aku yang masak,kamu harus cobain masakan aku ya,spesil Lo"
"iya -iya ,ya udah aku mandi dulu ya,masak ya enak ya"
"iya,tenang saja".
__ADS_1