Kutemukan Ayah Pada Suami Lumpuh Ku

Kutemukan Ayah Pada Suami Lumpuh Ku
Episode 21


__ADS_3

sesampainya di apotik Ardan dan Hendra segera masuk ke dalam dan langsung masuk keruangan tanpa mengantri terlebih dahulu menemui dokter Doni yang merupakan adik dari sahabat Ardan, Dani pemilik Apotik tersebut.


" Hey kak Ardan, kak Hendra tumben datang kesini?? hehehe " ucap Doni langsung berdiri dari kursinya menghampiri dan memperlihatkan Ardan dan Hendra masuk dan duduk di kursi yang sudah disiapkan.


" Ya kau benar tumben sekali aku kesini, karena hari ini hari sialku bertemu gadis gila" Ucap Ardan langsung membaringkan badannya di tempat pasien. Hendra yang melihat tingkah Ardan hanya geleng-geleng kepala.


" gadis gila??? siapa kak??aku tidak mengerti kak " tanya Doni bingung mendengar perkataan Ardan


" kau tidak perlu tau siapa dia!! bisa-bisa kau juga ikut gila seperti dia,sekarang cepat kau periksa aku,,perut ku sakit sekali!!


" Baiklah" Doni menghampiri Ardan dan memeriksa Ardan kemudian memberikan obat, setelah memeriksa Ardan kemudia Doni memeriksa Hendra yang sejak tadi meringis kesakitan menahan sakit perut nya, dan memberikan obat yang sama seperti yang Doni berikan Kepada Ardan.


" Doni, bagaimana dengan lambung ku apa baik-baik saja,lambung ku tidak bocor kan??, rasanya perutku seperti di obok-obok " tanya Ardan dengan wajah khwatir.


Hendra yang kesal mendengar perkataan Ardan, menarik telinga Ardan pelan


" Kau ini ada-ada saja, jangan lebay donk, masa hanya karena saos pedas lambung mu sampai bocor!!"


" Apa-apaan sih, berani sekali kau menarik telinga ku, tentu saja aku khwatir jika lambung ku sampai terganggu aku tidak bisa bekerja bagaimana dengan isteri ku dan semua karyawan ku" kesal Ardan berusah ingin meraih telinga Hendra, namun Hendra menghindar.


" Dasar lebay " ucap Hendra dengan memelas


Dokter hanya tersenyum melihat tingkah Ardan dan Hendra, Doni sudah faham dan sudah terbiasa melihat pemandangan barusan, dia sangat tau jika Ardan adalah orang yang sangat disiplin masalah kesehatannya.


" Sudah-sudah jangan bertengkar, tidak apa-apa,lambung kak Ardan baik-baik saja tidak sampai bocor koq " Ucap Doni sambil tersenyum sambil menahan tawanya melihat kekhwatiran Ardan yang berlebihan menurutnya.


" Tu kau dengarkan !! kau baik-baik saja, malu jika Anita sampai dengar kau selebay itu!!" Ucap Hendra sambil memegang perutnya yang masih sedikit sakit


" Iya-Iya!! Ucap Ardan sambil mengambil plastik obatnya yang diberikan Doni.

__ADS_1


setelah selesai Ardan dan Hendra keluar lewat pintu belakang.


Ardan dan Hendra berjalan ke parkiran menemui Pito.


" Kau mau diantar langsung pulang atau kekantor terlebih dahulu ?? " Tanya Hendra


" langsung pulang saja, sepertinya aku tidak kuat kalo harus kekantor lagi,aku perlu istrhat, kau juga sebaiknya pulang saja, besok saja kalo sudah baikan baru kau kerestoran" Kata Ardan sambil bersender dimobil Hendra.


" Iya baiklah! ayo cepat masuk aku dan Pito akan mengantarmu terlebih dahulu" Ucap Hendra membukakan pintu untuk Ardan namun ditahan oleh Ardan.


" tidak perlu biar aku dijemput Hani saja, biarkau bisa cepat beristirahat, " Ucap Ardan yang kasian melihat Hendra jika harus mengantarnya terlebih dahulu walaupun Pito yang menyetir.


" OOO begitu, apa kau sudah menghubungi Hani untuk menjemput mu disisi?? aku dan Pito akan menunggu mu disini sampai Hani menjemput mu?? "


" belum sih,, aku baru ingin menghubunginya"


" koq jadi tidak aktif sekarang!! apa-apaan si Hani, sedang apa dia sampai tidak bisa menjawab panggilan ku" kesal Ardan


" sudahkan Ardan lebih baik aku dan Pito saja yang mengantarmu pulang, isterimu itu memang tidak berguna, tidak bisa diandalkan,lebih baik kau ganti isteri saja!! bisa-bisanya dia tidak menjawab panggilan mu" kesal Hendra karena kasian melihat Ardan yang mencoba menghubungi Hani sambil memegang perutnya yang masih sakit.


mendengar perkataan Hendra, Ardan terdiam dan memilih untuk mengikuti perkataan Ardan untuk masuk ke mobil.


" sekarang kau bersender saja biar perutmu tidak terlalu sakit" Ucap Hendra sambil memberikan sebuah bantal karakter kecil


Ardan mengambil bantal tersebut dan meletakkan diatas perutnya, Ardanencoba memejamkan matanya.


selama perjalanan tak ada satupun yang bicara, Hendra pun mulai memejamkan matanya, namun sempat tertidur ponsel Hendra berbunyi panggilan masuk yang juga berhasil membangunkan Ardan yang berada disamping Hendra


" Aduhh ponselmu itu berisik sekali!! kenapa tidak kau buang saja "

__ADS_1


" enak saja!! ini aku baru beli kemarin!! " Ucap Hendra langsung mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang memanggilnya Hendra tersenyum.


" Iya Anita ada apa?? " Ucap Hendra dengan lembut


" Hmmm bapak bagaimana?? bapak baik-baik saja kan, perut bapak masih sakit gak??? tanya Anita dengan Khawatir.


Hendra tersenyum bahagia mendengar Anita sangat mengkhawatirkannya


" Aku baik-baik saja Anita, kau tidak perlu khwatir, perut ku sudah tidak sakit lagi" bohong Hendra kepada Anita.


" OOO begitu syukurlah!! jika bapak baik-baik saja!! ya sudah kalau begitu Anita lanjut kerja lagi Pak" tanpa sempat Hendra menjawab Anita menutup panggilan.


" kau lucu sekali Anita,,!! apa seperti itu caranya menelpon bos mu, belum sempat aku menjawab sudah kau matikan duluan!!" Ucap Hendra geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum sendiri.


melihat ekspresi Hendra dan mendengar nama Anita Ardan langsung duduk mendekatkan telinganya ke dekat telingan Hendra.


" beraninya gadis gila itu menelpon mu,setelah apa yang sudah dia lakukan!!"


" keterlaluan gadis gila itu, bisa-bisa nya dia hanya bertanya keadaan Hendra saja, dan tidak bertanya bagaimana keadaan ku!! awas saja dia !! aku harus beri pelajaran pada gadis gila itu!! Ucap Ardan dalam Hati.


" sudah-sudah lebih baik sekarang kau kembali keposisi mu semula,jangan menguping pembicaraan ku,, calon isteriku sedang mengkhawatirkan aku disana, jadi aku harus cepat sehat dan masuk kerja lagi" Ucap Hendra kembali merebahkan tubuhnya dan tersenyum.


" Apa jadi perempuan tempo hari yang kau ceritakan itu gadis gila itu!! apa mata mu sudah rusak Hen?? apa tidak ada lagi yang mau dengan mu selain dia?? "


" Sttt sudah -sudah !! lebih baik kau rebahan lagi!! aku ingin tidur sebentar siapa tau aku bermimpi Anita " ucap Hendra mengedipkan sebelah matanya kepada Ardan


" Aku rasa kau sudah tidak waras lagi" Ucap Ardan kembali keposisi nya semula.


" Jadi Hendra naksir gadis gila itu!! aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku tidak rela jika Hendra dengan Gadis gila itu apalagi jika sampai Hendra menikahinya!!!aku adalah orang pertama yang akan menentangnya!! ucap Ardan dalam Hati sambil tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2