Kutemukan Ayah Pada Suami Lumpuh Ku

Kutemukan Ayah Pada Suami Lumpuh Ku
Pura-pura Kesurupan


__ADS_3

"Dasar gadis gila!! seharusnya sebelum kau menumpahkan air itu kau lihat kebawah dulu,mata mu itu kau gunakan!!, kau lihat aku jadi basah begini karena ulah mu itu!! kesal Ardan teriak-teriak menunjuk ke arah atas.


"weeee weee" Anita menjulurkan lidah nya sambil mengangkat kedua tangan dengan jari dia lebarkan ditelinganya, mengolok-olok Ardan dari jendela lantai dua restoran, kemudian menghilang dari kaca, sehingga semakin memancing kemarahan Ardan.


"Kurang ajar,heyy bocil!! berani sekali kau mengolok-olok ku hah??, kemana kau, kau turun sekarang kesini atau ku robohkan bangunan ini, turun kau gadis gila!!!


Teriak Ardan semakin emosi dia menendang-nendang tembok, sambil menunjuk-nunjuk ke arah atas jendela.


karena mendengar teriakan Ardan, dan mendengar sang Bos marah-marah, para karyawannya pun berbodondong- bondong melihat kearah taman, mereka bingung melihat Ardan terlihat sangat marah,tetapi mereka tidak tau Ardan marah pada siapa, karena tidak ada terlihat orang lain selain Ardan sendiri.


" Pak Ardan kenapa ya?? koq marah-marah" kata salah satu karyawannya


" iya pak Ardan kenapa ya, marah sama siapa sih, aku tidak melihat orang lain disana,selain Pak Ardan sendiri?? kata karyawan nya yang lain, bingung melihat tingkah Ardan


" Iya benar,aku jug tidak melihat siapa-siapa disana, kecuali Pak Ardan, mana nendang-nendang tembok lagi??


"jangan-jangan Pak Ardan stress, Karen istrinya selingkuh???


" Huss kau ini ngomong asal keluar saja, emang kau pernah liat Bu Hani selingkuh!! kesal salah satu karyawan nya.


" tidak sih,aku hanya menebak saja! kata Pito karyawan Ardan sambil cengengesan.


"Pikir positif saja,mungkin Pak Ardan sedang latihan akting marah-marah!! Hehehe


" Kau ini, ada-ada saja"


Para karyawan Ardan sibuk membicarakan tingkah Ardan, karena suara mereka semakin nyaring, dan Ardan sudah lelah marah-marah sendiri karena Ardan sudah tidak melihat keberadaan Hani lagi,Ardan baru sadar jika sejak tadi Ardan menjadi pusat perhatian para karyawan nya.


Dengan perasaan kesal dan emosinya yang masih ada, bercampur malu, Ardan berjalan menghampiri para karyawan nya.


"Hey, apa yang kalian lakukan hah!! apa kalian menonton ku hah!! kata Ardan sambil mehempas-hempas kan Jas nya yang basah ke lantai


" Apa begini kerjaan kalian, ngerumpi seperti ini, bisa bangkrut restoran ku kalo kalian semua kerjanya begini!!.Ardan menumpah segala emosinya yang tidak bisa dia salurkan kepada Anita kepada semua karyawan nya


" Ti ti dakk Pak," Kata salah satu karyawan Ardan dengan terbata-bata.


"Lalu apa hah!! apa kalian sudah bosan bekerja disini, kalain bubar sekarang atau aku pecat kalian semua!! Ancam Ardan.


" Tidak pak, Kami bubar sekarang, tapi Pak?? kata Pito

__ADS_1


" Tapi Apa, kau mau apa hah!!


" Kenapa bapak marah-marah sendiri Pak?? Kata Pito memberanikan diri bertanya.


" Apa kalian tidak lihat aku basah kuyup??, masih bertanya kenapa aku marah-marah??!! kata Ardan dengan tangan kiri dipingang dan tangan Kanannya memegang Jasnya yang basah dan menghempas-hempaskannya Kelantai.


" Tapi ini kan tidak hujan Pak, kenapa bapak bisa basah-basah begini??bapak mandi dimana Pak?? Kata Pito masih penasaran, sedangkan karyawan yang lain panas dingin takut semakin memancing kemarahan Ardan, dan benar saja.


"Pitoooo,,,kau!!! tunjuk Ardan


" Kami bubar sekarang Pak!!".semua karyawan bubar semua.


" Bubar semua kalian sekarang atau kalian aku pecat sekarang juga" teriak Ardan sangat kencang.


mendengar teriakan dari arah taman dan mendengar keriuhan para karyawan-karyawannya berlarian, memancing Hendra keluar dari ruangannya.


" Ada apa ini,kenapa kalian berlarian seperti ini,Apa ada demo,apa ada pelanggan yang komple??!! tanya Hendra pada Pito.


" Tidak Pak" kata Pito sambil ngos-ngosan dan megang lututnya karena harus lari dari tangga lantai satu kelantai 3.


" Lalu kenapa kau lari sampai ngos-ngosan seperti ini!!??? Kata Hendra bingung


" Itu pak, Itu ( Pito sambil mengatur nafasnya) Pak Hendra marah-marah, seperti kesurupan!!! karena aahhh.


" Ada apa dengan Ardan,bukan kah tadi dia baik-baik saja,, kalo dia beneran kesurupan aku harus menangkapnya, kalo dia mengamuk bisa hancur ini restoran!!!! Hendra berbicara sendiri.


" mana dia sih" Hendra celingak-celinguk melihat keliru kanan.


" itu dia " Kata Hendra melihat Ardan ngomel-ngomel sendiri didekat mobilnya


" Dasar gadis gilaaa,dasar bocil, sialan, kenapa aku harus bertemu lagi dengan kau hah!!, awas saja kau, kau sudah permalukan aku, hilang harga diriku kau buat didepan karyawan ku,


kalau sampai aku bertemu lagi dengan mu, akan ku balas kau!!! kata Ardan dengan nafas memburu dan menendang-nendang mobil nya.


Hendra yang melihat dari kejauhan,melihat tingkah Ardan, berancang- ancang mencari cara agar bisa menangkap Ardan, tanpa menyakiti Ardan.


" Itu dia,wah benar kata Pito dia kesurupan,


bagaimana ini?? Hendra berfikir bagaimana caranya mengkap Ardan.

__ADS_1


" bagaimana ya cara aku menangkapnya, dari arah depan atau belakang ya??, Hendra masih mondar-mandir ditempat nya.


" Tapi kalo dari arah depan aku menangkapnya, tiba-tiba dia lepas dan mencekik ku bagaimana,bisa mati aku,tidak bisa lagi aku melihat Anita ku, hahhh !!Hendra mengacak-acak rambutnya frustasi


" Ardan kau ada- ada saja,setan mana lagi yang merasuki mu!! dari belakang saja itu lebih aman,kalo dia lepas aku cepat lari saja!!


setelah mendapatkan ide untuk menangkap Ardan yang Hendra yakini sedang kesurupan, Hendra membuka jas nya,agar lebih mudah menangkap Ardan.


Hendra berjalan pelan - pelan dari belakang Ardan, begitu sudah dekat Hendra rasa ,Hendra segera memeluk Ardan dari belakang dan membaringkan ketanah, dengan posisi dia dibawah dengan posisi Ardan membelakangi Hendra.


"Darrr Kena kau,,kau mau kemana hah?? keluar-keluar sekarang juga kau jin atau apalah,keluar sekarang juga kau dari sahabat ku!!! Kata Hendra sambil meniup-niupkan ubun-ubun Ardan.


Ardan yang kaget, tiba-tiba dipeluk dari belakangpun tidak tinggal diam, Ardan terus bergerak, kekiri-kanan, menendang-nendang kan kakinya.


" apa-apaan ini,,lepaskan aku"


Karena ukuran badan dan tinggi badan Ardan yang besar dan lumayan jauh dari Hendra membuat Hendra kesusahan terus menangkap Ardan.


"wah bahaya,dia kuat sekali, kalo begini aku tidak mungkin bisa menangkapnya sendiri aku harus cari bantuan.!! kalo ini terlepas ku harus cepat kabur" kata Hendra dalam Hati


" Ardan sadarlah, kau sedang kesurupan aku ingin menolong mu,kau jangan banyak bergerak, aku akan membawa mu kepada orang yang bisa mengobatimu!!


Ardan yang mendengar perkataan Hendra bingung,kenapa Hendra mengira Ardan kesurupan.


" Apa dia mengira aku kesurupan, dari mana dia bisa mengira aku kesurupan" kata Ardan dlam hati bingung.


Karena Hendra mengira Ardan sedang kesurupan, timbullah ide gila Ardan untuk mengerjai Hendra.


Ardan bergerak gerak sangat kuat,sampai Ardan terlepas dari tangkapan Hendra, dan Hendrapun segera berdiri dan berniat untuk kabur dengan cepat Ardan menangkap Hendra kembali dari belakang.


" Darrr, kau mau lari Kemana sayang, ayo temani aku jalan-jalan, aku cantik sayang, kau tampan sekali!!! kata Ardan berpura-pura kesurupan wanita.


" kau rasakan pembalasan ku Hen, enak saja kau mengira aku sedang kesurupan hahaha" kata Ardan sambil tertawa dalam hati.


" Tidak aku tidak mau,, aku sudah punya pacar, aku sudah punya Anita.!!!


" benarkah, tapi bukankah kau sangat menyukai wanita-wanita cantik!!, ayo juga cantik coba kalu lihat" Kata Ardan sambil berusah memperlihatkan mata galaknya yang Ardan sengaja galakkan untuk menakuti Hendra.


"Tidak aku tidak mau, kau dengan Ardan saja jangan dengan ku, lepas kan aku,kalo tidak aku akan ngompol sekaranggg, ,,mamah tolong Hendra mah huahahaha!!..kata Hendra teriak loncat-loncat sambil menangis.

__ADS_1


Karena hampir tidak tahan menahan tawanya ,


mendengar Hendra sampai menangis ketakutan, dan ingin mengompol membuat Ardan kasian dan memutuskan untuk melepaskan Hendra.


__ADS_2