
setelah beberapa menit sampailah di kediaman Ardan.
Pito membangunkan Hendra " pak sudah sampai Pak"
" OOO iya,, saya ketiduran Pit, tunggu sebentar saya kan membangunkan Ardan, baru kamu mengantarkan saya" Pito hanya mengangguk.
" Ardan , Dan Dan bangun, kita sudah sampai" Hendra menepuk-nepuk lengan Ardan
namun Ardan tidak merespon sama sekali
" Dan heii Dan!! panggil Hendra
" koq gak bangun-bangun sih, Ardan Dan Dann, Pito koq Ardan gak bangun-bangun sih " Hendra dan Pito menatap cemas ke arah Ardan.
" Iya Pak,, jangan-jangan pak Ardan meninggal, wah jika sampai pak Ardan meninggal kita bisa tertuduh pak" ucap Pito dengan wajah mulai pucat ketakutan
" Ssttt kau kalo ngomong jangan asal Pito," kesal Hendra
" iya iya maaf pak!! coba kita siram pake air, jika pak Ardan belum bangun juga fix pak Ardan meninggal!! "Ucap Pito sambil membuka tutup air mineral dalam botol dan menyiramkan ke wajah Ardan.
merasa wajahnya disiram air Ardan dengan seketika bangun dari tidurnya dan mengambil botol dari tangan Pito
" Dasar bodoh kenapa menyiramku Hah!! kesal Ardan sambil memukul lengan Pito dengan botol air mineral kosong tersebut.
" Pak Hendra yang menyuruh saya Pak" ucap Pito karena tidak ingin disalahkan sendiri.
" eeenakkk saja kau!! itu kan ide kau !! bukan aku, tidak menyuruhnya untuk menyiram mu dia bohong!!
" bohong pak, Pak Hendra yang menyuruh saya" Pito tetap kekeh walau dia sebenarnya berbohong, tapi dia tidak ingin sendiri jadi tumbal kemarahan Ardan.
" Lagian kau kalo tidur kenapa seperti orang mati sih?? aku sudah berusaha membangunkan mu tapi kau tidak bangun-bangun juga!??" Ucap Hendra sambil menghindar pukulan dari Ardan.
" Meskipun aku susah bangun, tapi tidak berarti kalian harus menyiram ku dengan air, kalian berdua sama saja seperti gadis gila itu, kemaren dia yang menyiram ku sekarang kalian" kesal Ardan
" Ya sudah aku dan Pito minta maaf!! ayo sekarang kau turunlah kita sudah sampai!!!"
__ADS_1
" Tidak mau !!" ucap Ardan singkat
" kenapa lagi?? aku dan Pito kan sudah meminta maaf!!! Hendra menatap bingung ke arah Ardan
" untuk apa aku pulang, aku punya isteri tapi seperti tidak punya isteri, lebih baik aku ikut pulang kerumah mu saja!! ucap Ardan sambil tertunduk
" Kenapa kau tidak bilang sejak tadi jika kau tidak ingin pulang dan ingin pulang kerumah ku Ardan " Kesal Hendra tapi di dalam hatinya Hendra sangat kasian melihat Ardan sahabatnya.
" kasian sekali kau Ardan, aku berjanji aku akan melepaskanmu dari wanita ular itu " Hendra berbicara dalam hati
" kan tinggal jalan lagi apa susahnya sih!! " ucap Ardan seenaknya
" aaahhh lain kali saja kau ikut aku pulang, biar aku saja yang nginap disini malam ini, perut ku masih sakit dan mataku sangat mengantuk, sekarang ayo turun aku mau tidur !! ucap Hendra sambil membuka pintu mobil dan menarik tangan Ardan membawa Ardan keluar, namun Ardan tidak mau.
" gendong !! aku malas jalan kaki,perut ku masih sakit" ucap Ardan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
" Apa-apaan kau ini!! badan sebesar ini minta digendong kau yang benar saja!! jangan cerewet Ardan" Hendra mengacak-acak rambutnya tak habis pikir dengan permintaan Ardan
" aku tidak mau tau!!,, mau tidak mau kau harus menggendong ku, anggap saja sebagai sewa kau menginap dirumah ku" Ucap Ardan langsung melompat kebelakang Hendra.
" terserah kau mau bilang apa!! jangan berbicara terus liat kedepan "
" ini juga aku liat kedepan!! kau jangan banyak gerak dibelakang!! nanti kita bisa terjatuh!! kalo sampai aku jatuh dan aku lecet karena menggendong mu, negara kita akan rugi karena aku ini termasuk aset negara heheheh"
" Hahahha terserahlah mau kau bilang kau aset negara kek aset nenek moyang mu!! aku tidak perduli yang penting aku bisa mengerjai mu hari ini, karena aku tidak bisa mengerjai Anita jadi kau yang harus menanggungnya"
" kau ini memang senang sekali mengerjai orang!! sekarang lebih baik kau pikirkan apa yang aku katakan tempo hari!! kau ganti saja isterimu yang tidak berguna itu, agar kau tidak merepotkan aku lagi!!
" yayaya akan aku pertimbangkan nanti!! sekarang kau antarkan saja aku kekamar tamu, aku ingin berisitirahat disana!! aku tidak ingin dikamar ku!!
" jika kau dikamar tamu aku dikamar siapa!! kau tidak menyuruhku menginap dikamar Tante kan!!"
" Dasar bodoh, tentu saja kau ikut aku dikamar tamu!! kau mau digantung papah diatas atap!! " Ardan menarik telinga Hendra
" hehehe !! tentu saja aku tidak mau, aku masih ingin hidup!! aku ingin menikahi Anita, menjadi suami dan ayah untuk anak-anak kami nanti"
__ADS_1
" sudah-sudah cepat turunkan aku !!! perut ku semakin sakit mendengar mimpi mu itu!!!"
" eeennakk saja !! itu bukan mimpi tapi itu sebentar lagi akan terwujud dan kau akan menjadi Paman" ucap Hendra sambil cengengesan
" bisa setres aku punya keponakan dari gadis gila itu!! kau cari saja lah yang lain jangan gadis gila itu, nanti aku bantu carikan untuk mu"
ucap Ardan sambil merabahkan tubuhnya.
" dari pada kau sibuk mencarikan untuk ku,! lebih baik kau cari saja untuk mu sendiri!! keadaan mu itu sudah darurat, isterimu itu sudah tidak layak untuk dipertahankan!!
Hendra membaringakan tubuhnya disamping Ardan.
Ardan hanya terdiam mendengarkan kata-kata Hendra
" sudah ayo kita tidur saja!! aku sudah sangat mengantuk ku jangan berbicara lagi" Ucap Hendra kemudian membelakangi Ardan.
--------------------------
Ny Carroline tiba diparkiran rumahnya , melihat mobil Hendra Ny Carroline langsung bergegas masuk kedalam, takut terjadi apa-apa dengan Ardan.
" Bi itu ada mobil Hendra ada apa ya??? apa Hendra sama Ardan??? Apa Ardan baik-baik saja??? cecar Ny Carroline pada salah satu asisten rumah tangganya karena mencari dikamar Ardan , Ardan tidak ada
" OOO itu nyonya ,benar tadi Den Hendra sama Den Ardan datang, tadi saya liat Den Ardan digendong sama Den Hendra masuk ke kamar!
" digendong?? astaga Ardan kenapa, jangan-jangan terjadi apa-apa dengan lambungnya?? kalo bocor bagaimana?? tapi kenapa tidak ada dikamar BII??? Ny Carroline sangat panik.
" saya tidak tau Nyonya tapi yang saya lihat baik-baik saja, den Ardan tadi juga senyum-senyum saja!! mereka masuk kekamar tamu Nyonya!!"
" Apa dikamar tamu??? berdua,?? ya sudah kamu boleh kedapur sekarang saya mau liat kekamar tamu dulu!!!
Ny Carroline bergegas naik kelantai atas kekamar tamu yang terletak tidak jauh dari kamar Ardan dan Hani.
" mereka kekamar tamu, berdua ?? jika Hendra menginap disini kan kenapa tidak Hendra saja yang tidur dikamar tamu!! kenapa Ardan juga ikut tidur disitu juga!! tadi juga gendong-gendongan , senyum-senyum!! jangan-jangan Ardan dan Hendra!! astaga ya Tuhan semoga saja anak ku tidak apa-apa!!
aku ingin sekali memiliki cucu!! Ny Carroline berbicara sendiri sambil berjalan menuju arah kamar tamu dengan perasaan khwatir
__ADS_1