Kutemukan Ayah Pada Suami Lumpuh Ku

Kutemukan Ayah Pada Suami Lumpuh Ku
Episode 17


__ADS_3

setelah semua karyawan nya pergi Hendra mencari keberadaan Anita karena sebelum menyeret Hani keluar, Hendra tidak sempat melihat kemana Anita pergi.


" Nin kamu liat Anita tidak ???


" tidak pak saya baru kembali setelah mengantarkan pesanan pelanggan kita tadi pak.


" OOO iya, ya sudah kamu boleh lanjutkan pekerjaan kamu sekarang! Nina pergi meninggalkan Hendra.


Hendra naik ke lantai 2 karena biasanya Anita berada disana namun Hendra tidak menemukan keberadaan Anita


" Anita kemana sih kenapa tidak ada juga disini!! Hendra frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.


" kemana lagi aku mencarinya ." Hendra berjalan mondar-mandir memikirkan dimana keberadaan Anita sekarang. Hendra takut terjadi apa-apa dengan Anita.


Hendra kembali turun ke lantai dasar, Hendra mencoba mencari kesegala arah.


" bapak sedang cari siapa pak koq celingak-celinguk gitu ?? tanya Pito bingung melihat Hendra.


Pito dan Nina tidak tau tentang kejadian yang baru saja terjadi karena pada saat kejadian mereka berdua sedangkan mengantarkan pesanan kepada salah satu perusahaan.


" saya sedang mencari Anita , apa kamu ada melihat Anita??"


" tidak pak saya baru datang tadi nemanin Nina.


" Anita dimana ya saya sudah cari ke lantai dua dia juga tidak ada ??? kata Hendra bingung.


Pito diam dan tampak berfikir memikirkan dimana Anita sekarang.


" Bapak sudah cek ke taman belum Pak siapa tau saja Anita berada disana." Kata Pito memberikan Usul.


" OOO iya benar juga kamu,, kenapa aku tidak kepikiran sejak tadi, ya sudah saya mau coba cari Anita ke taman dulu, kamu lanjut kerjaan kamu sekarang."


Pito langsung pergi melanjutkan kerjaannya sedangkan Hendra segera mencoba pergi ketaman mencari Anita.


Hendra berjalan ke arah taman sambil melihat kesana-kemari tapi Anita belum terlihat juga, amun Hendra tidak berhenti, Hendra terus berjalan menelusi taman tersebut sampai Hendra berhenti disebuah kursi didekat Danau buatan yang terdapat di taman tersebut.


Hendra melihat Anita tengah duduk sendiri, Hendra segera menghampiri Anita.


" Anita " panggil Hendra yang berhasil mengalihkan perhatian Anita yang tengah asik menatap danau buatan yang banyak terdapat ikan-ikan di dalamnya.


" Eh Pak Hendra, silahkan duduk Pak." Kata Anita sambil mengusap air matanya dan mempersilahkan Hendra duduk disampingnya.


" Iya terimakasih! Kau tidak apa-apa Anita ??? apa ada yang sakit, apa Hani melukaimu??? tanya Hendra dengan khawatir sambil menatap mata sembab Anita


" Tidak pak!! saya baik-baik saja !! Kata Anita dengan mata sembab nya berusaha menyembunyikan kesedihannya sambil tersenyum menatap Hendra.


" syukurlah kalau kau tidak apa-apa !! lain kali kalo Hani menyakitimu atau sampai menghinamu seperti tadi lagi, kau tidak boleh diam Anita, kau harus memberikan perlawanan!! kau harus berani dan harus bisa membela dirimu sendiri didepan Hani!!!

__ADS_1


" iya pak saya tidak berani melawan Bu Hani,, saya cukup sadar diri saya hanya karyawan disini." kata Anita dengan nada sendu sambil menatap ikan-ikan yang tengah berenang disungai


" kau tidak perlu takut Anita sekalipun Hani isteri pemilik restoran ini, tetap saja dia tidak bisa seenaknya memperlakukan kamu, bukan hanya kami tapi semua karyawan disini!! kami harus membela diri mu didepan Hani Anita, aku tau tabiat nya Hani, jika dia melihat kau lemah dan takut padanya Hani pasti akan terus menekan mu!! Kata Hendra penuh penekanan agar Anita tidak membiarkan Hani menyakiti nya lagi.


" tapi saya perlu pekerjaan ini pak, kalo saya sampai dipecat dari pekerjaan saya sekarang saya mau kerja dimana lagi pak!! kalo saya tidak bekerja bagaimana dengan pengobatan ibu saya dan bagaimana saya bisa mencari tau keberadaan ayah saya sekarang Pak." Kata Hani sambil menangis.


melihat Anita menangis, Hendra merasa Iba, Hendra mencoba untuk menenangkan Anita


" tidak Anita selama ada saya Hani tidak akan bisa memecat mu!! saya pastikan itu dan kamu jangan bersedih lagi kamu harus tetap semangat, saya akan selalu menjaga kamu saya tidak akan biarkan Hani atau siapapun menyakiti kamu apa lagi sampai menghina mu.!! jadi kamu tenang saja jangan pikirkan soal Hani lagi kamu fokus saja pada kerjaan mu, kesehatan ibu, dan mencari keberadaan ayah mu, aku bisa kamu andalkan!! Hendra memeluk Anita dan mengelus rambut lembut rambut panjang Anita yang tergerai indah.


" terima kasih pak Hendra,,saya tidak mau membawa bapak masuk ke kehidupan pribadi saya karena saya tidak mau merepotkan bapak, kehidupan saya terlalu berat pak.


" kau jangan bicara seperti itu Anita, aku ikhlas membantu mu dan aku sama sekali tidak merasa direpotkan, aku senang jika aku bisa membuat mu, bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain!!! jadi kau tidak perlu sungkan padaku, jika kau perlu bantuan katakan saja pada ku, aku pasti akan membantu mu semampu ku..!! Kata Hendra sambil melepaskan pelukannya dan menatap Anita.


" Iya Pak Hendra terimakasih banyak, bapak sangat baik sama saya.!! kata Anita sambil tersenyum menatap Hendra.


" Iya sama!! sekarang kamu tidak boleh bersedih ataupun menangis lagi!!


" baik pak " Anita tersenyum lebar menatap Hendra.


setelah diseret dan diusir paksa oleh Hendra keluar dari restoran Hani langsung bergegas masuk kemobilnya dan pergi meninggalkan restoran.


Hani mengemudi dengan sangat kencang


" Perempuan kurang ajar gara-gara kau Hendra sampai mempermalukan seperti tadi!! awas kau Ja....ng,tunggu pembalasan ku."


Hani mencoba menghubungi seseorang


" kenapa kau lama sekali menjawab panggilan ku?? apa kau sudah bosan bekerja dengan ku???


" Tidak Buk ,maaf tadi saya sedang dikamar mandi!!" Jelas seseorang diseberang sana


" baiklah kali ini kau kumaafkan!! tapi untuk pertama dan terakhir!! aku ada tugas untuk mu lakukan dengan benar dan jangan sampai gagal,jika sampai gagal kau tau kan akibatnya !!! Ancam Hani


" Bababaik Buk ! saya janji saya tidak akan mengecewakan ibu!! Jawab seseorang diseberang sana dengan terbata-bata mendengar ancaman Hani.


" Bagus!!" Hani tersenyum licik penuh kemenangan.


setelah memutuskan panggilan dengan seseorang, Hani melajukan mobilnya menuju perusahaan suaminya.


Hani langsung masuk keruangan Ardan tanpa mengetuk pintu Hani langsung masuk.


" Sayang!! rengek Hani langsung memeluk suaminya.


" Ada apa sayang!! tumben sekali isteriku yang cantik ini datang menemui ku tiba-tiba, Kenapa wajah mu terlihat murung sayang???Kata Ardan membalas pelukan Hani membawa istri nya duduk di pangkuannya.


" sayang aku mau kau perintah Hendra untuk memecat karyawan restoran kita yang bernama Anita sekarang juga!!! Kata Hani sambil bergelayut manja dipelukan suaminya.

__ADS_1


mendengar perkataan isterinya Ardan mengernyitkan dahinya, Ardan bingung tiba-tiba permintaan Hani.


" menyuruh Hendra memecat karyawan?? tapi kenapa sayang, aku tidak bisa memerintahkan Hendra begitu saja dan Hendra juga tidak bisa memecat karyawan begitu saja karena kita ada kontrak kerja sayang??


" dia sudah berlaku kurang ajar pada ku!! perempuan itu sudah berani mencari masalah dengan ku"


" OOO iya, benarkah berani sekali dia !! apa yang sudah dia lakukan pada mu, sehingga membuat isteriku yang cantik ini begitu sangat marah???


" Pokoknya dia mencari masalah dengan ku!! dan aku tidak mau tau dia harus dipecat titik.!!


mendengar perkataan Hani, Ardan semakin bingung, menurut Ardan alasan Hani masih belum tepat dan jelas untuk memecat seorang karyawan.


namun karena tidak ingin berdebat dan memancing keributan dengan Hani, Ardan meng iya kan permintaan isterinya, karena Ardan tau Hani seperti apa jika dia meminta atau menginginkan sesuatu harus dia dapatkan.


" baiklah aku akan meminta Hendra memecat perempuan itu!!! sekarang kamu jangan marah-marah lagi, jangan cemberut lagi! kata Ardan memeluk dan mencium kening isteri nya.


setelah Ardan menyetujui permintaannya untuk memerintahkan Hendra segera memecat Anita ,Hani memutuskan untuk pulang dari kantor Ardan ,karena Ardan sebentar lagi ada meeting penting dengan clien.


" Sayang aku pergi dulu" kata Hani sambil melepas pelukan suaminya


" Iya sayang, hati- hati!!


Hani keluar ruangan Ardan dengan semyum bahagia penuh kemenangan


" Hahaha Anita , kau rasakan pembalasan ku !


ini masih awal Anita!! dan ini belum selesai kau akan menikmati kejutan-kejutan lainnya karena kau sudah berani mencari masalah dengan ku." Kata Anita berbicara sendiri sambil berjalan keluar perusaahn Ardan.


setelah Hani pergi karyawan-karyawan perusahaan Ardan membicarakannya Hani


" sombong sekali buk Hani tidak seperti Pak Ardan"


" Iya ,disapa aja,jangan kan menjawab, senyum


aja enggak.


" Iya padahal kalo enggak nasib baik dia nikah sama pak Ardan juga dia sama kaya kita , dulu juga dia karyawan juga sama kaya kita tapi gayanya belagu banget,dia lupa dulu dia siapa" kata karyawan wanita yang lain.


" Iya tadi aku juga dengar pas waktu mau minta tanda-tangan pak Ardan dia meminta memecat seseorang gitu!


" Apa?? siapa ?? jangan-jangan antara kita tapi aku rasa kita tidak ada berbuat salah???


" aku dengar bukan orang perusahaan tapi seseorang itu bekerja direstoran pak Ardan"


" OOO syukurlah,!!! wah kasian ya !!


" sudah- sudah jangan ngerumpi terus, nanti kalo tiba-tiba pak Ardan keluar baru tau rasa".

__ADS_1


" Iya -iya " mereka pun segera kembali ke meja kerja masing-masing.


__ADS_2