
setelah beberapa jam perjalanan,kereta Api yang membawa Anita dan Ibu dan penumpang lainnya telah sampai dikit tujuan,Anita dan Sang Ibu berjalan keluar dari bandara,sambil membawa koper miliknya,Anita sambil menggandeng tangan sang Ibu.
"Ibu,sini kopernya biar Anita yang bawa,Ibu bawa ini saja"Ucap Anita menyerahkan tas kecil untuk dibawa sang Ibu.
"Apa ibu baik-baik saja,bagaimana perasaan Ibu sekarang kita sudah sampai di kota ini Bu,kita sudah dekat dengan ayah kita tinggal menemukan Ayah lagi"ucap Anita sambil berjalan mengelus-elus tangan sang Ibu.
Anita tau Ibunya sangat mengkhwatirkan keadaan ayahnya.
"ibu tidak apa-apa Anita,ibu baik-baik saja,ibu senang sekali kita akhirnya sudah smpai,semog kita bisa secepatnya menemukan Ayah mu nak"ucap sang Ibu Sambil tersenyum menatap Anita.
"iya Bu pasti,kita pasti bisa menukan Ayah,Anita janji, dan kita akan sama-sama lagi Bu seperti dulu,walaupun kita kekurangan tapi kita akan selalu bersama"
"iya nak,Ibu percaya dan yakin kita bisa menemukan Ayah mu"
karena keasyikan mengobrol Anita dan Ibunya tak mendengar jik sejak tadi ada yang memanggil-manggil mereka.
Dengan berlari kecil dan sedikit berteriak Nina,sahabat Anita,sambil tersenyum menghampiri Anita dan Ibunya.
"Anita kau ku panggil-panggil sejak tadi kenapa tidak mendengar sih"ucap Nina sedikit ngos-ngosan,dan menyndarkan tangannya di koper bawaan Anita
"eh maaf Min,aku tidak dengar karena terlalu asyik mengobrol dengan Ibu,kau baru smpai ya Nin"
"kau ini kebiasaan sudah,kalo aysik mengobrol tidak dengar kiri kanan,sejak kau turun dari kereta aku sudah tiba,aku tidak bisa langsung menghmpiri mu dan Ibu karna aku,tidak bisa Melawati yang lain,makanya aku sedikit berlari dan berteriak memanggil mu,tapi kau jalanny lurus saja"
__ADS_1
"OOO hehehe gitu ya,maaf ya,"ucap Anita sambil cengar-cengir.
"iya tidak apa-apa,Hai Buk,apa kabar,apa ibu sehat-sehat saja" Nina menyapa Ibu Anita,dan mengulurkan tangannya.,beralih ke Ibu Ambar.
"Ibu baik-baik saja Nak,hanya saja akhir-akhir ini Ibu suka kelelahan,bgaimana kabar mu dan Doni adikmu"
"iya Bu, syukurlah semoga ibu sehat selalu, aku dan Doni baik-baik saja Bu"
Meraka memasuki taksi yang sudah dipesan oleh Nina dan beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai dikost Nina.
"mari buk,Anita ayok masuk," Nina membawa koper milik Ibu Ambar.
"iya nak terima kasih"ucap ibu Ambar
"tidak apa-apa Anita aku merasa sangat senang sekali kau dan Ibu datang kesini,maaf kalo kost ku kecil tapi muat koq untuk kita berempat "
"tidak apa-apa Nin,seharusnya aku dan Ibu yang minta maaf karena sudah merepotkan mu"
"iya tidak apa-apa,aku sama sekali tidak merasa direpotkan,,oh iya Anita aku sudah sip kamar untuk ibu, bawalah ibu kekamar untuk istirahat ibu pasti sangat lelah"
"tapi Nin,apa itu tidak berlebihan"Anita merasa tidak enk karena merepotkan Nina.
"tidak apa-apa Anita,kamar itu khusus untuk ibu,dan kamar yang satunya lagi untuk kau aku dan Doni,tidak apa-apa kan kita sekamar bertiga,kau tenang saja Doni masih kecil koq hahahaha" Nina menggoda Anita.
__ADS_1
"hahahaha kau ini ada-ada saja ,iya baiklah kalau begitu aku mengantarkan Ibu kekamar dulu kalau begitu"
"iya Anita,silahkan".
setelah Anita mengantarkan Ibuny kekamr dan mereka istirahat sebentar.
"Anita ayo ,kau siap,ganti baju dulu jam kedua ini kita harus kerestoran tempat kerja ku"
"hah untuk apa Nin"ucap Anita dengan mengeryitkan keningnya ,bingung.
"kau lupa hari ini kan kau tanda-tangan kontrak kerja direstoran tempat ku kerja,kau tenang saja aku tidak bercanda,aku sudah mengurus semuanya dengan bos ku,dan dia mu menerim mu bekerja dan kau tanpa interview langsung tanda tangan kontrak saja"
"Benarkah Nin,aku senang sekali, tapi Nin aku berniat ingin mencari tempat tinggal dulu untuk ku dan Ibu"
"kau tenang saja Anita,kau tidak perlu mencari tempat tinggal,kau dan Ibu tinggllh disini bersama aku dan Doni"
"tapi Nin,aku tidak mau merepotkan mu,aku sudah banyak merepotkan mu".
"kau ini Anita seperti dengan siapa saj,kita sudah lama bersahabat,kau masih saja seperti ini,tidak enakan,aku sama sekali tidak merasa direpotkan,malahan aku sangat senang"
"benarkah,tapi Nin"
"sudah-sudah,kau jangan pikiran yang aneh aneh, bukan kah lebih enak jika kau ibu tinggl bersama aku dan Doni,jika kita bekerj kau tidak terlalu khwatir meninggalkan Ibu dirumah Karen ada Doni yang menemani ibu,jika Doni pulang sekolah,kau bisa lebih fokus bekerja,bagaimana"
__ADS_1