
Setelah Hendra pergi Ardan segera masuk kedalam mobilnya melajukan mobilnya dan pulang kerumah untuk berganti pakaian.
sesampainya dirumah Ardan disambut sang ibu nyonya Carolline.
melihat Ardan dari jauh keluar dari dalam mobil dengan kondisi basah-basah rambut berantakan membuat Nyonya Carolline bingung
" Ardan kau kenapa Nak, kau sangat berantakan sekali??, ini juga kenapa kau basah-basah begini, rambut mu acak-acakan, ada pasir-pasir lagi dibaju dan kepalamu??"
Ardan berhenti sejenak mengingat tadi jika Ardan dan Hendra sempat bergulat ditanah.
" OOO ini, tadi Ardan ketemu gadis gila mah"
" Apa gadis gila, dimana ? terus kenapa kau jadi begini sih, dia apakan kamu, sampai kau jadi begini??
" gadis gila itu menyiramkan air ke arah ku dari jendela lantai dua restoran kita mah.!!
" terus kenapa kau bisa penuh dengan pasir-pasir begini dibadan mu??? nyonya Carolline masih bingung dengar penjelasan Ardan.
" karena aku marah-marah pada karyawan-karyawan ku karena melihat ku marh-marah pada gadis gila itu, tiba-tiba Hendra menangkap ku dari belakang dan kami berdua bergulat di tanah Hendra mengira aku sedang kesurupan!.
"astaga,, seperti nya kau harus memperketat keamanan di restoran mu mamah takut gdia gila itu datang lagi dan menggangu pengunjung restoran mu Ardan.!
" iya mah, nanti Ardan minta pada Hendra untuk memperketat keamanan disana, mamah tenang saja kalo aku bertemu dengannya lagi aku balas dia mah, karena sudah permalukan aku"
" eh jangan Ardan bahaya Nak, nanti kamu terluka bagaimana, sudah lupakan saja sekarang kamu mandi dan bersihkan itu pasir-pasir di kepala dan badan mu itu!!! Nyonya Carolline mengira jika Wanita gila yang disebut kan Ardan benar-benar orang gangguan mental.
" Iya mah Ardan keatas dulu mau membersihkan diri.
Ardan masuk kekamarny langsung mandi dan selesai mandi Ardan memakai bajunya dan bergegas turun kebawah untuk kembali lagi kekantor Karen ada meeting penting.
Dengan tergesa-gesa Ardan menghampiri ibunya.
"Mah Ardan kekantor lagi ya, jam kedua ini Ardn ada meeting penting mah.!
" Apa tidak bisa kau suruh Johan saja, apa kau tidak capek setelah kejadian barusan kau alami tadi,.
" tidak bisa mah ini penting sekali, Ardan gak baik-baik aja koq mah, Ardan pamit dulu mah" Ardan mencium tangan Nyonya Carolline
" Iya Hati-hati Nak, pelan-pelas saja nyetir nya.!!
" Iya mah" kata Ardan dari dlam mobilnya.
Ardan mulai melajukan mobilnya dan keluar dari gang perumahan milik keluarganya.
Didalam mobil Ardan menelpon Hani isteri nya namun tidak diangkat, kemudin Ardan menelpon Ibunya, " Halo mah"
" Iya Ardan, kenap Nak apa yang ketinggalan"
" enggak koq mah Ardan cuma mu bilang nanti Ardan pulang cepat kita makan malam dirumah,Ardan kangen masakan mamah,tadi Ardan lupa bilang ke mamah..
" Iya sayang, nanti mamah masak kan buat kamu buat kita semua.!
"OOO ya mah Hani kemana ya tadi dirumah gak ada Ardan telpon juga gak di angkat mamah tau gak kemana Hani??
" mah gak tau istri kamu itu sejak tadi pagi tidak kelihatan seperti nya keluyuran lagi!
" ooo iya mah, Ya udah Ardan matikan telponnya ya mah." panggil pun berakhir
" Kemana si Hani, kenapa dia susah sekali dihubungin, akhir-akhir ini kenapa aku merasa seperti ada yang berbeda dengan nya, sudahlah mungkin ini perasaan ku saja". Ardan berbicara sendri.
__ADS_1
setelah beberapa menit Ardan sampai dikantor, Ardan langsung masuk keruangan meeting.
karena disana sudah ada Johan asistennya dan
Tuan Davin salah satu rekan bisnisnya dari Singapura yang akan bekerja sama denganya di proyek baru milik Ardan.
setelah hampir dua jam akhirnya meeting tersebut selesai dan Tuan Davin setuju untuk bekerjasama dengan Ardan
" terima kasih Pak Davin, Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar".
" Sama-sama Pak Ardan senang dapat bekerjasama denga anda, saya permisi dulu Pak Ardan.
" Ya silahkan"
setelah Tuan Davin pergi
Ardan pun memutuskan untuk pulang kerumah teringat janjinya pada ibunya tadi siang dan Hani yang sampai sekarang belum juga menghubunginya kembali.
dalam perjalanan pulang Ardan melewati sebuah toko kue langganannya,teringat pada Ibunya dan isteri nya Ardan berhenti dan menepikan mobilnya diparkiran khusus mobil.
karena padatny pengunjung toko kue tersebut membuat Ardan harus rela mengantri terlebih dahulu, sambil menunggu Antrian Ardan memilih untuk menunggu di pos satpam toko kue tersebut karena biasanya setiap kali mengtri Ardan selalu menunggu di pos satpam tersebut selain enak tempat menunggu Ardn juga mengenal baik Pak Budi satpam toko kue tersebut.
" Wah pengunjung toko kue ini selalu rami ya pak"
" Iya Nak Ardan, hampir setiap hari begini selau ramai, Nak Ardan pasti mau beli kue lagi ya??
" Iya Pak, Buat ibu dan istri saya Hani" Kata Aren sambil tersenyum
" OOO iya Nak, salam untuk Nyonya Carolline dan Nak Hani"
" Iya Pak Budi, nanti saya sampaikan" kata Ardan denga ramah. " saya boleh menunggu disini lagi pak" Kata Ardan kemudin duduk didekat Pak Budi
" Tentu saya boleh Nak Ardan, hany saja apa Nak Ardan tidak malu duduk disini sama saya?? kata Pak Budi tak enak hati Karen semua orang tau siapa Ardan.
" baiklah nak Ardan " senyum mengembang dari wajah paruh bayah Pak Budi.
asik berbincang-bincang dengan Pak Budi tak terasa antrian pun mulai berkurang,
" sepertinya Antriannya mulai berkurang Nak Ardan, Bapak permisi sebentar ke toilet ya Nak Ardan, tidak apa-apa kan bapak tinggal sebentar!!
" OOO iya Pak , Silahkan tidak apa-apa koq!!kata Ardan mempersilahkan.
Ardan berdiri celingak-celinguk melihat kearah dalam toko kue tersebut terlihat sisa beberapa
orang lagi baru gilirannya.
" sepertinya sebentar lagi giliran ku" kata Ardan sambil duduk kembali kedalam pos satpam tadi.
Namun tak lama kemudian tiba-tiba datang sebuah motor datang dan parkir tepat didepan dekat pos satpam tersebut karena tempat parkir motor terletak dekat pos satpam.
Ardan melihat sebuah motor yang dikendarai oleh seorang perempu an yang tak asing baginya, mulai dari warna motor nya sampai ukuran tinggi badannya.
" koq aku seperti mengenali motor ini dan aaahh masa sih gadis gila itu, masa aku harus bertemu dia lagi?? Ardan berbicara pelan sambil melihat kearah perempuan tersebut yang Ardan pikir itu Anit.
Setelah menepi dan meyakinkan motornya sudah terparkir dengan benar dan ditempat yang tepat Anita kemudian melepaskan helm yang digunakan dan menggantungkannya dimotor.
setelah selesai Anita langsung berbalik dan ingin langsung masuk ke dalam toko kue tersebut namun pas Anita berbalik
"Deg" Anita kaget setelah melihat siapa yang sekarang tengah berada di depannya saat ini
__ADS_1
Anita tentu saja mengenali nya dan Anita tidak lupa dengan apa yang sudah Anita lakukan pada Ardan di restoran tadi.
"Astaga Pak Tua ini lagi, aduh bagaimana ini dia pasti marah besar padaku, karena aku sudah menyiranya direstoran tadi, tidak aku tidak boleh kelihatan takut padanya!! nanti dia semakin besar kepala".Anita berbicara dalam Hati
Ardan pun tak kaget ketik melihat ternyata perempuan itu benar Anita "Astaga gadis gila ini lagi, kenapa sih harus ketemu dia lagi, seperti jelangkung saja datang tanpa diundang!! kata Ardan pelan namun masih bisa terdengar samar-samar oleh Anita
" Heii Pak Tua!! kau bilang apa barusan hah?? Kau bilang aku jelangkung kau yang jelangkung !!
" tajam juga telinga gadis gila ini" kata Ardan dalam hati sambil tersenyum sinis.
"Eh bocil, kau kalo ngomong jangan sembarang jangan asal nuduh aku tidak ada bilang kau jelangkung" Ardan lagi-lagi terseyum sinis
" Kau pikir telinga ku ini tidak dengar kau bilang apa tadi!! Kata Anita.
Karena lagi-lagi melihat Ardan tersenyum sinis melihat nya membuat Anita sedikit emosi
"minggir kau pak Tua ,aku mau lewat!!" Anita lewat sambil mendorong sedikit Ardan dengan tangannya kirinya.
tak terima karena didorong oleh Anit ,Ardan menangkap tangan kiri Anita " mau pergi kemana kau bocil, enak saja kau main dorong-dorong saja, apa ku tidak punya sopan santun bocil!!? tadi kau sudah menyiram ku dengan air bukannya minta maaf malah nyolot!!!
" Lepaskan tangan ku tentu saja aku mau membeli kue,lepaskan atau aku teriak sekarang, tadi kan aku sudah mint maaf pak Tua kau saja yang tidak dengar!!telinga mu yang bermasalah." Anita terus memberontak agar bisa lepas dari Ardan.
mendengar ancaman Anita dan melihat banyak orang disekitar toko kue tersebut yang memperhatikan mereka berdua Ardan terpaksa melepaskan tangan Anita dan membiarkan Anita masuk kedalam toko kue tersebut.
Ardan berjalan duduk kembali ke dalam pos satpam tempat nya menunggu sejak tadi, Ardan duduk sambil memperhatikan motor yang digunakan Anita tadi, lama-lama memperhatikan motor Anita akhinya muncullah ide Ardan untuk mengerjai Anita.
Ardan berdiri menghampiri motor Anita smbil melihat kiri-kanan depan belakang takut ada yang melihat tingkahnya.
" Agha aku punya ide," sepertinya gadis gila itu masih lama didalam
" aku harus cepat sebelum dia keluar dari dalam sana" Kata Ardan berjongkok didekat ban belakang motor Anita.
Ardan melonggarkan penutup Pen....L Ban belakang motor Anita, agar tidak nampak terlihat oleh Anita.
" Selesai, kau rasakan pembalasan ku gadis gila, beraninya kau cari masalah dengan ku" Ardan tersenyum lebar.
setelah selesai Ardan bergegas kembali kedalam dan duduk seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
tak lama kemudian Anita terlihat keluar dengan membawa kue yang dibelinya.
Anita langsung menghampiri motornya, setelah memasang helm tak mengitkan kue pembelinnya, Anita berniat langsung jalan
namun karena Anita melihat Ardan masih berada disitu dan tengah duduk didalam pos satpam tersebut Anita kembali memancing emosi Ardan.
" Pak Tua ,jadi kau satpam baru disini ternyata??
mendengar perkataan Anita sontak saja Ardn berdiri dari tempat nya.
" apa mata mu itu rusak, apa aku terlihat seperti satpam ,masa aku kau bilang satpam, aku tampan rapi begini !! tunjuk Ardan dengan kesal.
" Hei Pak Tua kau tidak perlu malu kau ngaku saja, kau tidak perlu nunjuk-nunjuk begitu!! sudah cepat kau ganti baju sana lama- lama kau terlihat tidak waras saja!!kau salah kostum Pak Tua!!
" Dasar bocil!!! awas kau,!!
Ardan berdiri ingin menghampiri Anita namun tiba-tiba Pak Budi datang satpam toko kue tersebut memberitahukan Ardan jika sudah antrian sudah tinggal dirinya.
"Nak Ardan silahkan masuk, antriannya sudah tinggal Nak Ardan".
"Astaga , saya lupa, iya pak terima kasih, saya masuk dulu."
__ADS_1
Ardan masuk dan memesan Kue untuk Ibu nya dan Hani smbil menunggu pesanan nya disiapkan Ardan melihat ke arah luar Ardn melihat Anita sudah tidak ada.
" Kau rasakan pembalas ku gadis gila, dasar bocil tadi kau buat aku basah karena kau siram air dan membuat aku malu didepan karyawan-karyawan ku, sekarang aku yang buat kau mandi keringat Karena harus mendorong motor mu itu!! bocil bocil, kau dorong itu motor sampai kaki mu keriting" Ardan senang dan merasa puas karena sudah berhasil mengerjai Anita.