
melihat Anita dan Ardan berdebat Ny Carroline berdiri, mencoba menghentikan perdebatan Anita dan Ardan, sedangkan Hendra pergi ke Toilet.
" sudah-sudah kalian jangan berdebat lagi!! dia tidak salah Ardan!! kata Ny Carroline
" Koq mamah malah belain gadis gila ini sih?? aku kepedesan mah, mamah liatkan, ini semua gara-gara kecerobohan dia !!! Kata Ardan menunjuk ke arah Anita.
" Tadikan dia sudah jelaskan dia tidak sengaja, lagian kamu juga udah tau pedas masih saja kamu makan terus, sudah-sudah Ardan malu masa kamu harus sampai berdebat sama perempuan hanya gara-gara perkara sepele seperti ini!! " kesal Ny Carroline karena Ardan terus menyudutkan Anita.
" apa mamah bilang perkara sepele, mah perut aku sakit mah !! " rengek Ardan mengadu pada Ibunya.
" kallo kamu sakit perut ya kamu ke toilet donk,ribet amat sih kamu udah besar juga!!udah mamah pergi duluan, mau ketemu teman arisan mamah" Kata Ny Carroline langsung keluar dari ruangan Hendra namun sebelum pergi Ny Carroline meminta maaf kepada Anita karena kata-kata yang dilontarkan Ardan kepada Anita.
" Anita, atas nama anak Tante ,Tante minta maaf ya, Ardan memang begitu orangnya kalo ngomong seperti jalan tol, tante tau kamu tidak sengaja melakukannya !!" Kata Ny Carroline sambil tersenyum dan mengelus bahu Anita
" Iya Tante, tidak apa-apa koq, Anita juga minta maaf" Kata Anita sambil tersenyum
" Iya sayang, tidak apa-apa,Tante pergi dulu kapan-kapan kita bertemu lagi " Anita membalas dengan mengangguk dan tersenyum, Ny Carroline pun pergi.
setelah Ny Carroline pergi rupanya Ardan masih belum puas dan tidak terima dengan perkataan Anita.
" Heii gadis gila kau dengar ya kalo sampai terjadi apa-apa dengan ku, aku akan melaporkan kan mu kantor kepolisi!!! Ancam Ardan
" Dasar anak mami,badan doang yang besar, masa hanya karena kepedesan saja sampai harus berurusan dengan polisi!!"
" Hei Bocil kau kalo ngomong difikir dulu, kalo lambung ku sampai rusak kau mau tanggung jawab Hah!!! Kata Ardan sambil mendekati ke arah Anita.
Melihat Ardan mendekatinya Anita berusaha menjauh sampai terdengar Hendra keluar dari toilet.
" Kau tunggu disini, dan jangan kemana-mana urusan mu dengan ku belum selesai " Kata Ardan sambil memegang perutnya dan pergi ke toilet.
Hendra langsung menghampiri Anita
" Anita kau tidak apa-apa kan?? " tanya Hendra Khwatir
" Saya baik-baik saja pak,bapak bagaimana apa bapak baik-baik saja?? Tanya Anita juga khwatir
__ADS_1
" saya baik-baik saja Anita ,kamu jangan khawatir kan saya, hanya saja perut saya sedikit nyeri" Kata Hendra sambil berusaha tersenyum kepada Anita
" Sepertinya Bapak harus kedokter saya takut terjadi apa dengan bapak"
belum sempat Hendra menjawab Ardan keluar
" bukan hanya dengan Hendra saya juga, lagian ini semua gara-gara kau, jadi kau harus bertanggung jawab "
" sudah lah Ardan lebih baik kita kedokter saja sekarang, kau jangan salahkan Anita terus kasian dia!! " kata Hendra mendekati Ardan
" Kasian kau bilang setelah apa yang dia perbuat kau masih kasian, kalo lambung ku rusak bagaimana??? tegas Ardan kepada Hendra.
" Tidak mungkin lambung mu rusak Ardan ,kau ini ada-ada saja "
" tidak ada yang bisa menjamin jika lambung ku baik-baik saja setelah memakan saos pedas sebanyak itu "
" sudah aku capek berdebat dengan mu, sekarang ayo kita sama-sama kedokter sekarang " Ajak Hendra.
" Lebay banget sih!! dari pada kau ngomel-ngomel terus sekarang lebih baik kau kedokter sana, biarkau cepat tau lambung mu itu rusak atau tidak!! " kesal Anita kepada Ardan
" Sengaja sih tidak pak tua hanya saja sepertinya alam mendukung, jadi secara tidak langsung aku bisa membalas perbuatan mu tempo hari pada ku, karena gara-gara kau aku harus mendorong motor ku sejauh 3 kilometer!!"
" Kau!! kau liat saja nanti aku tidak akanbiarkan mu lepas begitu saja!! " Ancam Ardan.
" sudah sana kau berobat dulu karena untuk membalas ku kau harus sembuh dulu pak Tua, dan pastikan jika lambung itu baik-baik saja!! Dasar anak mami"
Ardan tidak lagi membalas perkataan Anita karena Hendra sudah berkali-kali memanggilnya , Ardan dan Hendra berjalan menuju lantai dasar sambil memegang perut.
" Aduhh perut ku sakit sekali, kau bawa supir tidak aku tidak kuat menyetir" kata Hendra kepada Ardan
" aku tidak bawa supir " kata Ardan sambil memegang perutnya
" terus bagaimana sekarang?? apa kau kuat menyetir untuk kita berdua " Tanya Hendra melihat ke arah Ardan
" perut ku juga sakit, aku juga tidak kuat menyetir, ini semua juga gara-gara kau, karena kau terlalu pintar memilih karyawan jadi nya begini sekarang" kata Ardan sambil pelan-pelan bersendre ditembok.
__ADS_1
" sudahlah ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan,yang sekarang seharusnya kita pikirkan siapa yang bisa mengantar kita ke dokter"
" Kau saja yang pikirkan aku sedang malas berpikir"
Hendra menarik nafas dalam-dalam, Hendra memanggil Sela salah satu karyawan nya
" Sel kesini sebentar" Panggil Hendra
" Ada apa pak??? " tanya sela
" kamu cari Pito sekarang suruh dia cepat kesini, antarkan aku dan Ardan kedokter, sekarang juga jangan pake lama " Kata Hendra sambil memegang perutnya yang sakit.
Setelah beberapa menit kemudian Pito datang.
Pito mengantarkan Ardan dan Hendra berobat ke Apotik terdekat.
selama didalam mobil Ardan tidak bisa diam terus ngomel-ngomel sendiri.
" Aww sakit sekali perut ku, awas kau bocil dasar gadis gila, kau harus bertanggung jawab jika terjadi apa-apa padaku!!"
" kau bisa diam tidak?? kau jangan ngomel-ngomel terus, mendengar kau ngomel-ngomel seperti itu perut ku semakin sakit " Kesal Hendra kepada Ardan
" tidak aku tidak bisa diam,jika aku diam sakitnya semakin terasa " Kata Ardan
Hendra akhirnya diam, karena bicarapun percuma Ardan tidak akan berhenti jika tidak kemauannya sendiri, Pito bingung melihat kedua bosnya tersebut.
" Pak Ardan dan Pak Hendra kenapa sih, koq pada sakit perut semua ?? " tanya Pito yang tengah menyetir.
" kami berdua sakit perut karena ulah gadis gila itu !! " kata Ardan dengan kesal
" Gadis Gila ?? koq saya baru dengar Pak, orang baru ya ?? " Tanya Pito bingung karena sepengatahuan nya tidak ada yang bernama " gadis gila " yang bekerja direstoran tempatnya bekerja.
" kau jangan ngomong terus Pito, kau fokus saja menyetir biar kita cepat sampai, perut ku sakit sekali" Kesal Hendra
" Iya benar, jika kau ingin tau gadis gila itu nanti setelah aku sembuh aku pasti akan membalasnya dan mengenalkannya padamu !! Kata Ardan dengan senyum licik dan memegangi perutnya yang semakin sakit.
__ADS_1
" liat saja apa yang bisa aku lakukan untuk membalas mu gadis gila!! ternyata kau bekerja direstoran ku, itu bagus jadi aku tidak perlu capek-capek mencari keberadaan mu, kau harus membayar mahal atas apa yang sudah kau lakukan pada ku" kata Ardan berbicara dalam hati sambil tersenyum licik.