
" Anita kamu ada acara tidak nanti malam " tanya Hendra pada Anita
" ada sih pak,nanti malam saya sama Nina dan Pito mau keluar bareng pak, ada apa ya pak?? tanya Anita
" koq saya gak di ajak" tanya Hendra sedikit cemberut
" Hehehe emang bapak mau ikut??maksud saya bukannya kami tidak ingin mengajak bapak, tapi masa bapak mau nongkrong bareng kami bertiga sih pak?? bapak gak malu??
tanya Anita bingung melihat ekspresi Hendra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Malu untuk apa saya malu, saya tidak pernah membeda-bedakan derajat orang." kata Hendra namun. masih sedikit cemberut.
melihat Hendra masih cemberut Anita tidak enak hati.
" ya sudah kalau begitu bapak boleh koq ikut nanti malam, kalau bapak mau ikut.!! Kata Anita tersenyum.
" Baiklah nanti malam saya jemput kalian ya biar kita pergi sama-sama, biar lebih seru!! kata Hendra dengan semangat.
Anita mengangguk dan tersenyum.
" sudah kalau begitu saya mau keruangan saya dulu"
" Iya Pak" Kata Anita tersenyum.
Setelah Hendra pergi Anita juga kembali fokus mengerjakan pekerjaan nya.
Hendra menaiki anak tangga satu persatu sambil tersenyum.
sesampainya diruangan nya Hendra duduk dikursinya sambil menatap layar ponselnya
" kamu lagi tersenyum kamu sangat cantik Anita, kau benar-benar mengalihkan dunia ku" kata Hendra berbicara sendiri sambil menatap foto Anita yang dia ambil diam-diam saat Hendra bersama Anita, Nina dan Pito pergi keluar makan siang bersama kemaren.
Hendra asyik menatap layar ponselnya sampai Hendra tersadar ponselnya berdering.
" Halo ada apa bro ?? tumben kamu nelpon aku di saat jam kerja ??? hahaha .
" Hahaha, iya juga ya baru sadar aku,, begini jam makan siang nanti aku ingin mengajak mu makan siang bersama, ada sesuatu hal yang ingin ku bicarakan sama kamu."
" ok bro,, aku jadi penasaran hal penting apa yang ingin kau bicarakan padaku, sampai-sampai harus menelpon di jam kerja, apa kau tertarik dengan saran ku tempo hari ingin menikah lagi hahahah." Hendra tertawa keras terdengar hingga keluar ruangan nya.
" dasar kau ini!! sudah-sudah ingin lanjut kerja lagi "
" Iya baik lah,, aku juga ingin meminta pendapat mu tentang cita rasa saos terbaru restoran kita,"
__ADS_1
" baik lah sampai ketemu nanti siang"
" Ok bro jangan lupa pikirkan saran ku tempo hari padamu.!!! Hendra kembali menggoda Ardan namun tanpa menjawab lagi Ardan langsung mengakhiri panggilan.
Di kantor Ardan tengah sibuk memeriksa berkas-berkas, Tiba-tiba Ny Carroline datang
dengan mengetuk pintu terlebih dahulu Ny Carroline kemudian masuk.
" mamah ? kenapa tidak bilang ingin kesini aku kan bisa meminta sopir menjemput mamah.! Kata Ardan kaget melihat kedatangan Ny Carroline dan berdir kemudian memeluk sang mamah.
" Mamah sengaja nak, ingin memberi surprise pada anak mamah yang tampan ini, mamah tidak ingin merepotkan mu mamah bisa koq pergi sendiri.! kata Ny Carroline melepaskan pelukannya pada Ardan
"Tapi aku tidak mau mamah menyetir sendiri kalo papah tau papah juga pasti marah!!
" sudahkan Ardan jangan terlalu berlebihan Nak??
Ardan membawa ibunya duduk disebuah sofa
" mamah ada apa sampai harus kesini menyetir sendiri lagi, aku tidak percaya jika mamah hanya ingin memberi surprise untuk ku?? kata Ardan dengan tersenyum menatap Ny Carroline.
" Kamu memang anak mamah,! sebelum mamah berbicara pun kamu sudah tau jika mamah ada maksud lain sayang."kata Ny Carroline sambil mengelus-elus bahu Ardan.
" Ada apa mah katakan saja, kalo Ardan bisa berikan pasti Ardan akan berikan untuk mamah!! Kata Ardan sambil memegang tangan Ny Carroline.
" begini Ardan mamah ingin menagih janji mu tempo hari Nak??
" Janji?? janji yang mana mah, Ardan lupa hehehe." Ardan mengernyitkan keningnya mencoba mengingat-ingat.
Mendengar perkataan Ardan By Carroline menarik telinga Ardan " kamu ini ya,, Kamu lupa tempo hari kan kamu sudah janji sama papah sama mamah, kalo kamu mau cari jalan keluar agar mamah dan papah bisa cepat dapat cucu!! nah sekarang mamah menagih janji kamu itu!! kata Ny Carroline sedikit kesal melihat Ardan cengar-cengir.
" OOO itu, begini mah Ardan sudah memikirkannya tapi sepertinya mamah dan papah harus sabar dulu, masalahnya Ardan masih mencari perempuan yang baik, dan pantas untuk bisa memberi mamah dan papah cucu!!
karena kepepet Ardan terpaksa berbicara seperti itu untuk menenangkan sang Ibu karena jika tidak Ibunya bisa dipastikan akan ngamuk-ngamuk padanya.
" pake jalur aman dulu dech, masalah selanjutnya nanti lagi aku pikirkan, asalkan mamah bisa tenang dulu.!" kata Ardan berbicara dalam hati.
" benarkah??? kalo begitu kapan kau mulai mencarinya?? apa kau sudah mencarinya??
" sudah koq mah ,Ardan sudah mulai mencarinya ,Ardan juga meminta bantuan Hendra dan nanti siang Ardan mau makan siang bareng Hendra sekaligus membahas masalah ini mah.!! Kata Hendra meyakinkan Ny Carroline
" Benarkah kalo begitu mamah ikut!!"
" Apa ?? tidak perlu mah,, mamah terima beres saja biar Ardan yang atur sama Hendra" Ardan kaget mendengar Ibunya ingin ikut.
__ADS_1
" waduh bisa kacau kalo sampai mamah ikut"
" tidak mau,pokoknya mamah mau ikut" kekeh Ny Carroline
" iya-iya mamah boleh ikut, tapi ada syaratnya nanti sampai disana mamah diam saja jangan membicarakan hal ini, mamah pura-pura tidak tau saja, Ardan gak mau kalo mamah ikut bicara nanti takutkan karyawan ada yang dengar dan mamah dianggap mertua yang tidak baik karena meminta anaknya menikah lagi"
Kata Ardan sambil berjaga-jaga jika saja sang mamah marah ketika mengatakan takut ada yang mengatakan mamahnya mertua tidak baik, dengan pelan-pelan bergeser menjaga jarak dengan Ny Carroline.
mendengar perkataan Ardan Ny Carroline menarik nafasnya dalam-dalam, beberapa kali menatap tajam Ardan
" Sabar-sabar Carroline, anak mu ini memang sudah begini dari lahir kalo ngomong seperti jalan tol lurus saja, demi cucu aku harus sabar" kata Ny Carroline berbicara dalam hati sambil mengelus-elus dadanya.
" baiklah sayang mamah akan diam saja,mamah percayakan sama kamu nak,demi cucu mamah akan penuhi persyaratan kamu!!"
Kata Ny Carroline sambil memegang pipi Ardan sedikit mencubitnya beberapa kali seolah-olah sedang gemas pada anaknya tersebut.
menyadari Ibunya tengah berusaha menahan kesesalannya Ardan berusaha tetap tersenyum meski rasanya pipinya sudah membesar.
" Hehehe iya mah!! udah donk mah rasanya pipi ku sudah seperti bakpao sekarang".
" Eh mamah lupa sayang, saking gemesnya mamah punya anak seperti kamu yang kalo ngomong seperti jalan tol". Kata Ny Carroline sudah melepaskan tangannya dari pipi Ardan.
Ardan kembali ke meja kerjanya kembali memeriksa dan menandatangi berkas-berkas yang belum selesai. sesekali Ardan melirik kearah Ny Carroline yang tengah duduk santai disofa menunggu Ardan.
" aku harus bagaimana ini, mamah pasti akan terus mendesak ku, kalo sampai Hani tau masalah ini bisa habis aku, tapi kalo aku tidak turuti kemauannya mamah,mamah pasti sangat kecewa" Ardan berbicara sendiri dalam Hati.
" Hani seandainya saja kamu sudah siap memiliki anak atau jika mamah dan papah tidak mendesak ku ingin memiliki seorang cucu aku tidak akan pusing seperti ini" Ardan kembali berbicara dalam Hati sambil mengusap-usap wajah nya.
melihat Ardan seperti itu memancing perhatian Ny Carroline " Ardan kau kenapa sayang??" tanya Ny Carroline.
"Tidak mah, tidak ada apa-apa, Ardan baik-baik saja" kata Ardan sambil manggut-manggut.
Ny Carroline berjalan ke arah meja Ardan menghampiri Ardan
" Benarkah, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari mamah Ardan?? kau tidak sedang berfikir untuk membohongi mamah kan Ardan??kau tidak bohong kan dengan ucapan mu tadi Nak? selidik Ny Carroline dengan mata berkaca-kaca.
melihat ekspresi sedih sang Ibu Ardan berdiri menghampiri Ny Carroline
" mah , mamah jangan berfikir yang tidak-tidak, aku tidak membohongi mamah, aku bersungguh-sungguh dengan perkataan ku tadi mah " Kata Ardan memeluk Ny Carroline.
" Apa sebesar itu keinginan mamah dan papah ingin memiliki cucu, apa aku berdosa menuruti keinginan mamah dan menduakan Hani??" Ardan berbicara dalam hati sambil memeluk Ny Carroline, Ardan bisa merasakan betapa besarnya harapan Ny Carroline .
" terima kasih sayang!! mamah bahagia sekali mendengarnya, hanya itu yang mamah dan papah ingin kan, mamah dan papah sangat ingin menghabiskan sisa usia kami, dengan bermain dan menemani cucu mamah dan papah, mamah tidak sabar pasti dia lucu seperti mu waktu kecil " Kata Ny Carroline sambil menyeka air matanya yang jatuh di pipinya.
__ADS_1