
" Ada apa dengan Ardan tidak biasanya dia menghubungi ku di jam kerja seperti ini, jangan-jangan ini menyangkut masalah Anita dan Hani kemarin, kalo ternyata tebakan ku benar kau mengadu kepada Ardan tentang Anita, liat saja apa akan lakukan untuk membalas mu, dasar perempuan ular!!!"
Hendra berbicara sendiri sambil memutar pulpen ditangannya tersenyum licik.
Hendra kembali fokus dengan pekerjaan nya,
tiba-tiba ponsel Ardan berbunyi, nama Hani tertera dilayar ponsel Hendra.
" ada-apa lagi wanita ular ini menghubungiku, apa peringatan ku kemaren masih belum jelas untuknya.!!" kata Hendra dengan malas melihat nama penelpon dan langsung membalikkan ponselnya tanpa berniat menjawab panggilan tersebut.
Hani terus memanggil sampai berulang kali, sampai akhirnya Hani berhenti menghubungi Hendra. Namun Hani mengirimkan pesan kepada Hendra melalui si Hijau.
" Hai Hendra sayang, kau tidak menjawab panggilan ku tidak masalah, tapi sayang aku ingin sampaikan padamu agar kau menyiapkan hati mu,karena sebentar lagi kau tidak akan bisa lagi melihat ataupun bertemu dengan Anita mu itu🥰 hahaha." isi pesan yang dikirimkan Hani ke Hendra.
mendengar ponselnya berbunyi notifikasi pesan masuk Hendra membalikkan ponsel melihat nama Hani,tanpa membuka pesan tersebut Hendra membaca pesan Hani di layar atas ponselnya.
" kurang ajar!! sepertinya tebakan ku benar Hani mengadu kepada Ardan!! Liat saja aku tidak akan biarkan ini terjadi kau lihat saja nanti Hani, jangan mentang-mentang kau isterinya Ardan kau bisa melakukan sesuatu semaumu!!
Hendra menggebrak meja nya dengan nafas yang memburu Hendra meremas Ponselnya.
melihat Hendra tidak membaca ataupun membalas pesannya Hani marah-marah
" apa-apaan ini Hendra berani sekali kau mengabaikan pesan ku, sepertinya kau memang ingin mencari masalah dengan ku Hen!!liat saja apa yang bisa aku lakukan Hen, aku akan hancurkan perempuan itu!! Kata Hani sambil berdiri dibalkon kamarnya dan tersenyum licik.
Hani keluar kamar kemudian turun kebawah Hani berniat ingin mengajak Ny Carroline keluar
namun Hani tidak menemukan ibu mertuanya tersebut.
" mamah kemana sih, koq dikamar tidak ada, aku harus mendekati mamah jangan sampai mamah semakin jauh sama aku, apalagi kalo sampai mamah serius ingin meminta mas Ardan untuk menikah lagi, bisa-bisa aku tersingkir dari rumah ini, hanya aku yang boleh dan satu-satunya menantu dirumah ini!! Kata Hani berbicara sendiri sambil berjalan ke sudut-sudut rumah untuk mencari keberadaan iBu mertuanya.
" mamah kemana sih, biasanya jam seginikan mamah selalu berada dirumah?? " Hani bingung sendiri
" Bi, bibi ada liat mamah gak, aku cariin koq mamah enggak ada bi?? tanya Hani kepada ni Sumi salah satu asisten rumah tangga dirumah nya.
" tadi pagi saya liat Nyonya pergi naik mobil sendiri, tapi saya juga tidak tau beliau mau kemana Non..!! jelas Ni Sumi.
" mamah gak ada bilang mau kemana gitu bi???" tanya Hani penasaran.
" tidak Non,nyonya tidak bilang apa-apa Non"
" OOh iya Bi , yasudah bibi boleh ke dapur sekarang!! BI Sumi kemudian pergi kedapur dan meninggalkan Hani sendiri diruang tamu.
" mamah kemana ya, tidak biasanya mamah keluar jam segini, apa mamah ada acara sama teman-teman nya , tapi kalo mamah ada acara sama teman-teman nya biasanya mamah selalu ngajak aku!! ini gak bisa didiamin sepertinya aku harus mendekati mamah, mamah seperti ingin menjaga jarak sama aku sekarang!!! " Hani berbicara sendiri kemudian naik keatas menuju kamarnya.
Hendra melihat jam menunjukkan sebetar lagi jam istirahat makan siang, Hendra keluar menemui Anita dan Hani.
" Anita, Nina jam istirahat makan siang nanti kita kedatangan pemillik restoran ini dan ingin makan siang disini, jadi saya meminta bantuan kalian berdua untuk menyiapkan semuanya diruangan saya."
" Baik pak" jawab Anita dan Nina bersamaan, Nina sangat senang mendengar jika siang ini akan ada kedatangan pemilik restoran tempat mereka bekerja dan saking senangnya Nina pergi duluan karena ingin segera menyiapkan semuanya, berbeda dengan Nina, Anita terdiam lesu.
" pemilik restoran ini ingin datang kesini? apa aku akan dipecat, pasti isteri nya mengadu tentang jedian kemaren, aku mau cari kerja dimana lagi kalo aku sudah tidak bekerja disini" Anita berbicara dalam hati.
Hendra yang masih berada disitu melihat Anita yang tiba-tiba berubah menjadi murung ,ketika mendengar pemilik restoran tempatnya bekerja ingin datang siang ini, Hendra tau apa yang sedang difikirkan oleh Anita.
" Anita apa kau baik-baik saja ??"
Anita tersadar " Saya baik-baik saja koq pak " kata Anita sambil berusaha tersenyum
" Kau tenang saja Anita semuanya akan baik-baik saja, selama ada saya kamu pasti akan baik-baik saja, saya tau apa yang sedang kamu pikirkan, masalah mu dan Hani kemaren tidak akan membuat mu berhenti bekerja disini." Kata Hendra memenangkan Anita
" Baik pak, terima kasih banyak, maaf karena saya bapak harus bermasalah dengan Bu Hani." Anita tertegun mendengarkan perkataan Hendra, Anita merasa bersalah dengan Hendra.
" Tidak apa-apa Anita, sekarang lebih baik kamu fokus bekerja dan kamu boleh menyusul Nina keruangan saya sekarang."
" baik pak " Anita pergi menyusul Nina keruangan Hendra, dengan mengekor dibelakang Hendra.
sesampainya diruangan Hendra, Anita membantu Nina
" Anita, apa saos baru kita sudah bisa kita hidangkan hari ini, karena saya ingin meminta penilaian langsung dari pemilik restoran ini terlebih dahulu?? Tanya Hendra serius kepada Anita
" sudah pak," kata Anita
" kalo begitu tolong bawakan sekarang keruangan saya, biarkan nanti ketika beliau datang semuanya sudah siap dan tersaji" perintah Hendra
__ADS_1
" Baik pak" Anita kemudian keluar mengambil semua menu yang diminta Hendra termasuk Saos baru restoran mereka, kemudian membawanya keruangan Hendra dengan dibantu oleh Nina.
setelah semua menu yang diminta oleh Hendra sudah disiapkan dan disajikan dengan rapi dan cantik di ruangan Hendra, Anita dan Nina keluar melanjutkan kerjaan mereka yang lain,
ketika Anita ingin keluar Hendra Tiba-tiba menaggil Anita.
" Anita "
" Iya pak" jawab Anita
" Apa tempat Saosnya memang di seperti ini?? Kata Hendra sambil memegang botol Saos tersebut,
" Enggak tau juga pak, tadi saya mengambilnya tempatnya sudah seperti itu pak,memangnya kenapa pak?? " tanya Anita bingung menurut Anita tidak ada yang salah dengan warna fink.
Hendra memijat pelipisnya " begini Anita , bisa tidak kalo tempat Saosnya kau tukarkan ya?? itu kan manis dan pedaskan jadi kau tukarkan, kau ganti ya?? kata Hendra sambil berjalan menjauh dari Anita ke ruangan tempat buku-buku resep Restoran tersebut.
" Baik pak" kata Anita
" maksud Pak Hendra gimana sih, ini ditukarkan tempatnya apa diganti dengan tempat yang baru sih?? tapi kalo diganti, diganti dengan tempat seperti apa lagi."
Karena waktu sudah mepet sudah hampir waktunya jam istirahat makan siang Anita berbegas melakukan perintah Hendra
" astaga, karena kebanyakan berfikir aku jadi tidak melihat jam, waktunya sudah mepet, aku tukarkan saja tempat nya,".
Anita berbicara sediri sambil menukarkan Saos yang manis ke tempat Saos yang pedas,
Namun Anita lupa memindahkan keterangan Manis dan Pedas di antara kedua tempat Saos tersebut
" selesai," Anita sudah selesai menukarkan isi Saos tersebut dan beranjak pergi dari ruangan Hendra dan segera menghampiri Nina.
Hendra keluar dari ruang buku-buku resep dengan membawa buku resep baru Saos restoran mereka.
Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu.
Hendra mempersilahkan untuk masuk
" Hai Bro, ternyata kau datang juga ?? kata Hendra menghampiri Ardan, tidak lama Ny Carroline muncul
" hai Tante, ikut juga, wahh kenapa tidak kasih tau Hendra tante!! kata Hendra senang kemudian menghampiri dan memeluk Ny Carroline
" Ayo Tante silahkan duduk, Ardan silahkan."
kemudian Hendra membawa Ardan dan Ny Carroline untuk duduk di sofa, setelah beberapa menit berbincang-bincang ringan, Hendra mengajak Ny Carroline dan Ardan kesebuah ruangan yang dibuat sebagai ruangan tempat makan siang.
" Ayo tante, Ardan kita makan siang dulu, sekalian karena ada tante juga disini, aku sekalian mau minta Penilaian Tante dan Ardan untuk rasa Saos Baru Restoran kita yang baru, apa ada yang perlu kita tambahkan !! Kata Hendra dengan semangatnya.
" Benarkah, Wah !!! baiklah Tante akan mencobanya!! Kata Nyonya Carolline dengan penuh semangat.
" Baik lah bro, ayo kita makan sekarang kau jangan ngomong terus, aku sudah lapar." Kata Ardan berbicara sambil mulai memakan makanannya.
merekapun makan siang bersama, Ny Carroline baru mulai memakan makanannya, Ny Carroline sedikit lambat ketika makan,berbeda dengan Ardan dan Hendra yang terlihat seperti orang kelaparan, mereka berdua dengan cepat dan lahap menghabiskan makanan mereka.
" sekarang mana Saos yang kau katakan tadi, aku ingin mencobanya sekarang?? " kata Ardan dengan semangat.
" sebentar " kata Hendra sambil menurunkan gelas dari tangannya, baru selesai minum, kemudian Hendra mengambil 2 buah botol Saos dan menyodorkan nya ke Ardan.
" Nih ,, aku jamin rasanya akan berbeda dengan Saos yang lain dan cocok untuk dicampurkan dengan roti,sayur, dan daging, atau makanan apapun" Kata Hendra meyakinkan Ardan.
" Baiklah, aku akan mencobanya,kau juga harus mencobanya jangan berbicara saja" kata Ardan
Hendra juga mengambil salah satu botol Saos tersebut, Ardan dan Hendra sama-sama mencoba botol yang sama.
" Kita coba yang manis dulu setelah itu baru yang pedas" kata Hendra
Hendra dan Ardan sama-sama menuangkan sedikit- sedikik.
" hmmm, rasanya lumayan" kata Ardan sambil mengunyah makanannya
" Iya kaya ada manis-manis nya " Kata Hendra
" Kan yang kita coba inikan rasa yang manis " kata Ardan masih sambil mengunyah makannannya.
Ardan terus menguyah makanannya sampai habis karena penasaran Ardan mengulang sekali lagi,begitu pun dengan Hendra.
__ADS_1
Ardan kembali menambahkan Saos yang sama dimakanannya namun lebih banyak dari sebelumnya.
" enak Saosnya, aku rasa ini akan berbeda dari rasa Soas - Saos kita sebelumnya, memiliki rasa yang unik, manis ada pedas-pedasnya sedikit " kata Ardan sambil menambah banyak lagi Saos ke dalam makanannya.
lama-lama Ardan merasakan ada sesuatu yang Aneh, rasa dari Saos yang awalnya manis-manis kecut,berubah sedikit demi sedikit menjadi pedas, bahkan rasanya manisnya tidak ada lagi.
" Iya kau benar Bro,, rasa saos nya benar-benar unik sekali " kata Hendra kembali menuangkan lebih banyak saos ke makanannya dari sebelum nya.
Namun Ardan hanya diam mendengarkan perkataan Hendra.
" koq rasa nya jadi begini sih, koq jadi pedas sekarang" kata Ardan berbicara dalam hati, namun Ardan tidak berhenti memakan makanannya dan terus mengunyah makanannya sampai habis, semakin lama pedasnya semakin terasa, keringat pun mulai bercucuran dari dahi Ardan.
begitupun dengan Hendra, merasakan ada yang aneh dan rasa pedasnya yang luar biasa Ardan ingin mengambil air minum di meja.
" Koq Habis, astaga Hendra kenapa kau menghabiskannya?? ! kesal Ardan melihat Hendra meminum habis semua air es dimeja.
" aku kepedesan, rasanya koq jadi pedas tadi diawal-awal rasanya manis" kata Hendra sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.
" tapi kenapa kau menghabiskannya ,aku juga kepedesan , sekarang kau minta kan aku air, " kesal Ardan
Hendra memencet sesuatu didinding dekat kursinya memanggil Anita meminta dibawakan air minum.
tidak lama kemudian Anita datang dengan membawa air minum sesuai permintaan Hendra.
" Ini pak , airnya " Kata Anita meletakkan air minum tersebut dimeja , dan memberikan satu untuk Hendra dan setelah menelohe ke sebelah deg Anita mematung ketika menyadari siapa yang didepannya saat ini, dengan gugup Anita memberikan air tersebut kepada Ardan
" Ini pak airnya" Anita menyodorkan gelas air tersebut kepada Ardan namun karena gugup Anita tak sengaja menumpahkannya ketika Ardan ingin mengambilnya.
" astaga bocil, kau!! kata Ardan sambil menunjuk Ardan kepada Anita sambil menahan pedas
" Maaf pak maaf saya tidak sengaja " Kata Anita.
" Dasar Bocil, jadi kau kerja direstoran ku!! pantas saja aku sial hari ini ternyata aku bertemu kau"kata Ardan sambil mengipas-ngipas wajahnya karena masih kepedesan walaupun sudah meminum air dari Hendra yang dibagi dua dengannya.
" Heh pak tua , kau pikir aku senang bertemu dengan mu!! aku juga sial bertemu dengan mu!!" kesal Anita mendengar perkataan Ardan
Hendra yang melihat Ardan dan Anita merasa sangat bingung, dan mencoba melerai, Hendra takut Ardan memecat Anita.
" sudah-sudah!! Anita sekarang tolong jelaskan kenapa rasanya bisa berubah seperti ini, kenapa keterangannya manis tapi rasanya menjadi pedas,hanya manis di awal saja,?? tanya Hendra sambil masih menahan pedas
Anita masih tampak berfikir, Anita juga bingung ,dan memutuskan untuk mencoba mencicipinya beberapa kali.
" saya juga tidak tau pak, koq rasanya pedas sih Pak,?? " Kata Anita malah bertanya balik kepada Hendra
" Apa sebelum mengganti tempatnya tadi kau mencicipinya juga?? tanya Hendra kepada Anita
Anita bingung mendengar perkataan Hendra,
" Menganti tempat?? bapak kan tidak menyuruh saya mengantikan tempatnya hanya menyuruh saya menukarkan tempatnya" Kata Anita
" Apa??? jadi kamu menukar tempatnya?? maksud saya, kamu tukarkan tempatnya dengan yang baru??bukan menukarkan antara manis dan pedas Anitaa!!
Kata Hendra antara gregetan dan ingin marah namun Hendra tidak tega dengan Anita.
sampai pada akhirnya Anita teringat sesuatu.
" hehehe maafkan saya Pak , saya agak sedikit Lola pak, saya juga lupa menukarkan keterangan rasanya pak,hanya menukarkan isi saosnya pak" kata Anita sambil cengar-cengir
mendengar penjelasan Anita, Ardan bereaksi
" Eh bocil, dasar gadis gila kenapa kau hanya menukarkan isi dalamnya tapi keterangan nya tidak kau tukarkan juga!! kau sengaja ingin mengerjaiku!! kau berani sekali mengerjai Bos mu!! Kata Ardan dengan Kesal.
" Eh Pak Tua kau kalo ngomong jangan sembarangan, aku kan sudah bilang aku lupa jadi aku tidak sengaja" Kesal Anita
" Dasar Bocil bodoh, gara-gara kau bibir sampe merah begini??? tunjuk Ardan ke arah Anita
mendengar Ardan mengatai Anita bodoh ,Hendra tidak terima
" Kau kalo ngomong jangan sembarangan Ardan, dia tidak bodoh, aku yang salah karena kurang jelas mengatakannya kepada Anita " Kesal Hendra
" OOO jadi kau membelanya,!! Iya kau benar dia tidak bodoh tapi kau yang bodoh karena sudah menerima karyawan seperti ini.! balas Ardan, Ardan tidak terima mendengar Hendra lebih membela Anita.
Hendra ingin membalas perkataan Ardan Namun ditahan oleh Anita
__ADS_1
" Pak Tua kau jangan bilang pak Hendra bodoh, kau yang bodoh!! sudah tau rasanya pedas kenapa kau terus memakannya, seharunya sejak merasa ada yang aneh kau berhenti memakannya!!! bukan kau malah memakan nya sampai wajah mu seperti kepiting rebus seperti itu!! kesal Anita sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ardan.