
karena melihat tingkah sang bos yang tidak seperti biasanya, Pito salah satu karyawan Hendra menghampiri Hendra.
"ada yang bisa saya bantu Pak??, apa pintu ruangan bapak ada masalah??
" eeh Pito, kau mengagetkan ku saja, sejak kapan kau ada disini??
" sejak tadi pak,saya perhatikan sejak tadi bapak menggoyang-goyangkan pintu ruangan bapak?? " seperti anak kecil sedang memain kan pintu saja " tambah Pito dalam hati.
"oooh itu,tidak ada apa-apa,saya hanya mengecek saja, kalo ada kerusakan bisa langsung diperbaiki.
" OOO begitu ya pak"
" iya, sekarang kamu boleh lanjutkan kerjaan kamu! OOO iya Pito jangan bilang pada siapapun apa yang kamu lihat tadi ya!!"
" iya pak,tenang saja tidak akan ada ynh tau keculi saya, bapak, Tuhan dan CCTV kantor pak " Pito pergi sambil cengar-cengir.
"Sudah cepat kamu kembali kerja sana"
"Kenapa karyawan-karyawan ku hampir gak ada yang beres ya, masa bos sendiri dibecandaain, tidak Nina,Pito juga sama, sepertinya hanya Anita yang bisa membuat hatiku senang"
"sepertinya aku harus keluar, meliha-lihat,dia sedang apa sekarang ya,mungkin dia tidak seagresif yang lain malu kalau harus keruangan ku"
Hendra keluar melihat-melihat mendekati tempat Anita "kenapa dia tidak melihat ke arah ku sih,melirik saja tidak " sambil mondar-mandir.
"Pak Hendra kenap ya sel dari tadi mondar-mandir terus?? tanya Anit pada Sela yang juga teman kerjanya
" Gak tau sepertinya beliau sedang memgawas kita"
" OOO gitu ya, emang kakinya gak pegal apa ya dari tadi mondar- mandor terus??
__ADS_1
" huss kamu ini, jangan keras-keras! nanti beliau dengar habis kita berdua di pecatnya"
" masa sih sampai harus dipecat"
" kamu harus tau Anita,beliau itu orang nya sangat disiplin, dan beliau paling tidak suka jika ada karyawan nya yang mengobrol saat jam kerja, apalagi kalo ngomongin beliau.
" OOO begitu ya, baru tau aku"
" Iya, sudah biarkan saja, kita pura-pura tidak lihat saja.
" OOO iya-iya"
" kamu jawab nya OOO iya ,OOO begitu mulu.
"aku bingung jawab apa hehehe"
" iya deh,, ya sudah aku mau kesana dulu sepertinya ada tamu baru datang.
Hendra masih mondar-mandir didekat meja Anita,karena tak mendapatkan respon akhirnya Hendra mendekati meja Anita
"buset nih cewek,ngelirik aj enggak,mana Akai udah mulai pegal lagi,kurang dekat kali ya,masih gak ngelirik juga,apa aku duluan yang ajak ngomong ya"
" Hmm Anita"
" Eeh Iya Pak, ada yang bisa saya bantu pak"
" gak saya cuma mau tanya , bagaimana hari pertama mu bekerj disini apa ada kendala??
" Untuk saat ini tidak ada Pak,Saya senang kerja disini.
__ADS_1
" ya,baguslah kalau begitu
" iya Pak
"Kamu tinggal sama sipa Anita??
"saya tinggal bersama Ibu saya, Nina dan Doni pak
" OOO begitu,, Lalu ayah kamu dimana??
" Ayah saya belum ketemu pak"
" Belum ketemu,belum ketemu maksudnya bagaimana Anita, Ayah kamu jatuh hilang atau bagaimana" cecar Hendra karena Hendra merasa penasaran.
"Pak itu ada tamu,saya harus kesana dulu,kapan-kapan saja saya ceritanya pak.saya permisi dulu"
" baiklah, Anita tunggu sebentar kamu kalo ada masalah atau apa hubungi saya ya, siapa tau saya bisa bantu,saya tidak mau karena kmau ada masalah kerja kamu tidak maksimal"
" Baik Pak, terimakasih".
Tiba-tiba Hani menelpon " halo sayang kamu diman sekarang ??
"Aku di restoran sayang ada apa"
" Aku kesitu ya sayang, aku kangen"
" jangan sayang, kalo kamu sering-sering kesini
gak baik kalo dilihat sama karyawan-karyawan aku, kalo mau ketemu diluar saja ya"
__ADS_1
" iya dech. Hani mengakhiri panggilan karena kesel dengan Hendra, "tumben sekali Hendra melarang aku ke restoran biasanya dia malah senang jika aku kesana"
"sepertinya mulai sekarang aku harus bisa mencegah Hani kesini,sampai semua rencana ku berhasil dan jangan sampai Hani bertemu Anita, kalo Anita tau aku punya pacar pasti dia tidak mau dengan ku.