
Ny Carroline mengetuk pintu kamar tamu
" Ardan nak ini mamah ?? Ardan apa kamu baik-baik saja sayang?? Panggil Ny Carroline
tidak mendapatkan jawaban Ny Carroline kembali mengetuk Pintu
" Hen Hendra ini Tante apa kalian baik-baik saja didalam?? " juga tidak mendapatkan kan jawaban
" mungkin mereka berdua sedang tidur, aku tidak boleh berfikir yang tidak-tidak!! Anak ku tidak mungkin melakukan hal-hal yang bisa merusak nama baik keluarga!! Hendra juga anak baik,mereka kan sejak kecil sudah bersahabat, aku tidak boleh mengkhwatirkan sesuatu yang berlebihan" Ny Carroline berbicara sendiri dengan meninggalkan kamar tamu naik menuju ke kamarnnya.
------------\_--------------
Hani sampai direstioran dan berpapasan dengan Sela " Kamu sini sebentar !! " panggil Hani dengan gaya angkuhnya
" Iya Bu Hani, ada apa ?? " Ucap Della sambil menunduk kan kepala.
" Dimana Hendra ?? "
" sedang keluar Bu??"
" Bersama siapa?? "
" Bersama Pak Ardan "
" OOO begitu!! baguslah aku pikir Hendra keluar bersama ****** itu "
" ******?? ****** siapa Bu?? " Tanya Sella dengan bingung karena setaunya tidak ada karyawan yang bernama ******.
" Kau tidak perlu tau,,sekarang kau cepat pergi dari hadapan ku aku tidak bisa lama-lama berdekatan dengan karyawan rendahan seperti kalian!!" usir Hani
" Baik Buk" Sella dengan cepat pergi dari hadapan Hani.
" Sombong sekali Buk Hani tidak seperti Pak Ardan, semoga saja Pak Ardan menikah lagi, biar tau rasa dia jadi perempuan sombong sekali mentang-mentang isteri Bos" Sella berbicara sendiri sambil menghampiri Nina dan Anita.
" Kau kenapa Sel koq marah-marah sendiri?? " tanya Anita
" barusan aku ketemu kuntilanak sombong??"
__ADS_1
" Hahaha beneran, bagus banget rejeki mu hari ini ???awas ntar kamu kesambet lagi?? ucap Nina yang sudah tau dan bisa menebak siapa Kuntilakan sombong yang dimaksud Sella.
" Kuntilanak?? koq kamu bisa sih ketemu kuntilanak siang-siang begini" tanya Anita dengan polosnya.
" ya bisalah Anita Bos kita pemilik restoran ini pelihara Kuntilanak, jadi dia bisa kapan saja datang kesini dan gangguin karyawan-karyawan disini"
" Masa sih koq aku belum pernah ketemu ya?? " lagi-lagi tanya Anita denga polosnya.
" Sudah Anita kau jangan sampai punya niat bertemu Kuntilanak itu ?? bisa-bisa kau jadi gila jika bertemu dengannya!! sudah ayo kita fokus kembali bekerja lagi!! Ajak Sella.
Anita kembali fokus melanjutkan kerjaannya setelah merapikan ruangan Hendra setelah kejadian barusan.
Sangat tengah asyik Anita merasa ada yang menyentuh punggung nya dari belakang dan menarik rambutnya.
Anita berusaha melepaskan rambutnya namu dia gagal, kepala Anita ditekan ke meja kemudian disiram air putih dalam gelas yang masih belum sempat Anita bereskan dari meja.
" ternyata kau masih bekerja disini ******!! apa Hendra dan Suamiku belum memecat mu juga"
" Aw sakit!! tolong lepaskan rambut saya Buk!!Sakit "
" Salah saya apa Buk!! kan saya sudah meminta maaf untuk masalah tempo hari !! Anita sambil menangis
" Maaf kau bilang!! aku adalah orang yang tidak akan pernah menerima permintaan maaf dari seorang ****** seperti kau ini!! itu sama saja aku menurunkan derajat ku!! teriak Hani ditelinga Anita.
Saat sedang menarik rambut Anita, Tiba-tiba Hani terjatuh kebelakang, karena ditarik oleh seseorang.
" jangan berani-berani menghina sahabat ku Kunti!! kalo tidak akan aku rusak wajah mu yang jelek ini dengan kuku Ku ini"
Ucap Nina sambil menarik rambut Hani yang tengah tergeletak di lantai.
" Awww sakit !! jadi ****** ini sahabat mu!! pantas saja kalian cocok, gadis gila seeperti mu ini cocok bersahabat dengan ****** seperti dia" Tunjuk Hani ke arah Anita yang sedang menangis.
mendengar Hani masih menghina Anita , Nina kembali menarik rambut Hani dengan sangat keras hingga beberapa helai rambut Hani rontok.
" kau berani menghina Anita didepan ku hah!! apa kau mau aku botakan sekalian??!!!! Ucap Nina sambil tersenyum licik menatap Hani.
" tidak-tidak !! lepaskan,,lepaskan aku!! Hani memberontak hingga terlepas, Hani segera pergi.
__ADS_1
Nina berusaha mengejar Hani namun Sella menahan tangan Nina
" sudah-sudah kau jangan mengejarnya lagi!! biarkan Kunti itu pergi, lebih baik kita tenangkan Anita dulu!!
" Tapi aku masih ingin memberi pelajaran perempuan sombong itu !!"
" sudah kau tidak perlu lagi mengejarnya aku sudah merekamnya saat dia menarik rambut Anita tadi dan aku juga sudah mengirimkannya kepada Pak Hendra "
" Benarkah! baguslah!! Nina tersenyum licik
" Iya , ayo cepat kita temui Anita sekarang!! dia pasti sangat syok bertemu Kunti hari ini!!"
Nina dan Sella menemui Anita yang pergi ketaman belakang dan menangis disebuah kursi taman.
" Anita kamu tidak apa-apa kan!! apa ada yang terluka" Tanya Nina dengan cemas
" Tidak aku baik-baik saja " jawab Anita sambil mengusap air matanya.
" syukurlah jika sampai kau terluka sedikitpun akan ku patahkan tangannya!!"
" Tidak Nina, aku baik-baik saja, kau jangan sampai menyentuhnya aku takut terjadi apa-apa dengan mu!! " ucap Anita berusaha tersenyum menatap Nina dan Sela bergantian.
" lain kali kau tidak boleh diam saja diperlakukan seperti tadi Anita!! kau jangan lemah!!walaupun kita ini hanya karyawan tapi kita juga Hak untuk membela diri kita!! untung saja aku cepat datang, jika tidak, bisa botak kau dibuatnya!! Kesal Nina karena Anita yang tidak berusaha membela diri.
" Iya Anita !! itu benar kamu jangan mau diperlakukan seperti tadi lagi!! tapi kau tenang saja Anita walaupun aku tidak ikut Nina memberikan pelajaran kepada Kuntilakan itu tadi, aku sudah merekam nya dan mengirimkannya pada pak Hendra!!"
" Astaga jika pak Hendra marah padanya dia akan semakin membenci ku"
" kau jangan pikirkan itu Anita!! kau tidak punya salah apa-apa pun dia sudah membencimu tanpa alasan yang tepat!! kau tidak perlu takut dengannya, yang perlu kau lakukan adalah kau jangan sampai terlihat lemah didepan nya agar dia tidak semena-mena lagi dengan mu!" Ucap Nina.
" Baiklah ! aku janji aku tidak akan mengalah lagi! aku harus bisa membela diri," Ucap Anita.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Ponsel Hendra berbunyi , sebuah pesan masuk,
mendengar bunyi ponsel Hendra , Ardan yang terbangun duluan karena kerasnya suara ponsel Hendra walapun hanya sebuah pesan, Ardan membangunkan Hendra masih dengan mata yang masih sangat mengantuk.
__ADS_1