
Perkenalkan, Namaku: Randa,umur 23tahun. Hari ini,jumat tanggal 1 juni 2020 jam di tanganku menunjukkan angka 20.39 aku sedang duduk di dalam kamar kostku,dengan perasaan yang entah bagai mana..aku pusing,atau penasaran entahlah..
Setelah habis 3 batang rokok,yang ku hisap sambil berpikir,akhirnya ku putuskan untuk menuliskan ini...
suatu kejadian yang ku alami hari ini yang membebani pikiranku aku tidak tahu kenapa,tapi selama empat setengah jam,sangat membebani pikiranku sehingga sate ayam yang tadi ku beli di depan lorong kostanku, ku makan dengan menghayal, sampai aku lupa apakah itu enak atau tidak. tapi aku kenyang,walaupun kerupuk yang ada di pelastik kecil itu lupa ku makan... aku tidak pandai menulis,karena aku bukan penulis. hanya seorang karyawan kaffe di salahsatu Mall di kota tempatku sekarang. aku tidak akan menyebut nama kotanya,dan tidak akan menyebut sesuatu yang mungkin akan merugikan orang lain(mengingat beberapa buku yang sudah kubaca dan penulisnya melakukan hal yang sama) karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok,lusa dan seterusnya...termasuk aku tidak tahu apakah ini akan bisa kamu/kalian, baca atau tidak. dan aku masih tidak tahu apakah kisah ini akan panjang atau pendek,akan menarik atau membosankan,entahlah akan berakhir seperti apa..
Sebelum aku ngantuk,dan sebelum laptopku lawbatt,aku akan bercerita...
Akan ku mulai ceritanya dengan aku yang pagi ini,bagun kesiangan dan pergi ke tempat kerjaku dengan tergesah-gesah dan tidak sempat sarapan. beberapa hari belakangan ini,aku memang sering kesiangan karena sejak temanku Beni (yang selalu membangunkan aku pagi-pagi)memutuskan pulang kampung setelah di PHK, karena adanya COVID-19(tak perlu ku jelaskan),beberapa perusahaan memang melakukan ini. aku tiba di tempat kerja pukul 07.23 yang artinya, 7 menit sebelum aku di anggap terlambat. hari ini,seperti biasa pelanggan yang datang hanya beberapa orang, tidak sebanyak sebelum Covid19masuk ke negara ini. Jadi, ku luangkan waktu kosongku dengan menonton TV, setelah sarapan dengan donat, yang kubeli di toko kue di depan kaffe tempat aku bekerja. pukul 12.00 aku pamit ke Ryan teman kerjaku,akan keluar untuk istirahat,aku mau makan siang di warung nasi kuning tempat aku memang biasa makan,dan minum kopi,saat jam istirahat.
Aku suka nongkrong di situ, karena selain dekat, murah, juga bisa ngutang,dan merokok karena tentu saja,di area tempat kerjaku dilarang merokok.
"Siang Bang" kusapa yang punya warung.
"Iya siang Ran"jawabnya.
"Bang Toto, aku rindu"
"ah..rindu si Beni? Hahaha..duduk..!kau...mau makan apa?"
"Biasa lah.."jawabku, karena dia pasti sudah tahu apa yang akan ku pesan.
"oke tunggu bentar ya.."katanya..dan pergi ke dalam untuk menyiapkan pesananku
"Oke Bang"..ku jawab sambil membakar rokokku,dan duduk di bangku itu..warung itu sepi hanya aku pelanggannya siang ini.
Tak lama, Bang Toto kembali,dan menghidangkan makanan untukku.
__ADS_1
"mana Enal?" ku tanya bang Toto..
"sudah pulkam"(pulkam\=pulang kampung),
"owh..kapan bang?"
"kemarin..aku yang nyuruh,sekarang kan pelanggan sepi,nanti kalau corona dah hilang ku telepon dia ke sini lagi"
"iyya bang Mall juga sepi tuh..."
"jadi Beni, gak balik lagi ke sini?"tanya Bang Toto.
"Gak tau bang. Dia gak ngomong sih.."
"Bukannya rindu dia Ran, tapi dia masih ada utang..hahaha"katanya sambil ketawa.
"Wah....hahaha..nanti kubayar Bang Sekalian sama yg ini"
"Kan sekarang tanggal 1, kemarin aku gajian bang jadi lagi banyak wang hahaha..."
Setelah berbincang2 dengan bang toto,dan kemudian pergi karena ada pelanggan yang datang,aku langsung bayar,dan balik ke tempat kerja karena jam sudah menunjuk pukul 12.52 dan delapan menit lagi, aku sudah harus bekerja kembali..
Saat aku sampai di tempat kerja,ku dapati Ryan menunggu dan siap untuk keluar,dan istirahat.
"giliranku Bang..."katanya sambil senyum
"Oke jangan telat baliknya."
__ADS_1
"siap bang."
setelah Ryan pergi, ada dua cewek yang datang,dan setelah mereka keluar,tidak satupun pelanggan yang datang sampai Ryan kembali dari istirahatnya.
Pukul 16.00 hujan turun,aku bersiap untuk pulang karena Riky dan Selfy sudah datang, mereka adalah karyawan sip malam hari ini. Mall tutup pukul 11.00,jadi,di tempat kerjaku,yang masuk pagi, Aku dan Beni,dan yang masuk sore sampai malam,Riky dan Selfy.
"Kak Ran,pulangnya nanti aja,di luar hujan tuh.."kata Selfy kepadaku,ketika melihat aku sudah bersiap untuk pulang.
"Iya,aku nunggu di halte depan sampai hujannya redah" kataku.
Aku sebenarnya bisa menunggu di tempat kerjaku tapi di Halte depan aku bisa Nunggu sambil ngerokok.lagian jarak kostku dengan Mall hanya sekitar 300meter hanya menyeberang JPO dan masuk lorong.
"saya duluan yah.." kataku ke mereka.
"Ok kak hati-hati"jawab Selfy.
"Bang Udah pinger??"tanya Riky kepadaku.
"Sudah!" ku jawab dengan sedikit teriak karena sudah berlari ke arah Halte yang ada di depan Mall. sampai di Halte, aku langsung duduk menunggu hujan yang makin deras redah.kunyalakan rokokku,dan ku ambil handphoneku untuk bermain game agar tidak bosan menunggu..setelah beberapa menit aku duduk di sana,dari arah JPO,ku lihat seorang cewek berlari ke arah Halte tanpa payung,dan membawa sebuah tas yang lumayan besar dan ku perkirakan tas itu cukup berat. Dia datang dang duduk di sampaing ku.kira²dua meter jaraknya dari tempatku. Dia tidak menggunakan masker(sekarang semua orang ke mana-mana harus memakai masker),sehingga bisa kulihat wajahnya dengan sangat jelas. Dia sangat cantik, harus ku katakan itu,karena dia memang sangat cantik. entah mengapa,mungkin karena sedikit gugup, ku ambil sebatang rokok dan kunyalakan dengan api dari rokok yang tadi ku nyalakan saat sampai di Halte ini.saat aku melihat ke arahnya dan mata kami saling melihat, Aku sedikit senyum, tapi dia tidak, dan wajahnya sangat datar. entahlah, mungkin karena kedinginan bibirnya sedikit pucat dan kulihat tangannya gemetar menahan dingin. Dia membuka tas yang di bawanya dan kemudian mengambil sebuah jaket dari dalam dan langsung memakainya.
Kulirik jam di tanganku,nenunjuk angka 16.20.aku masih asyik main game, dan hujan pun mulai redah. aku memutuskan untuk langsung pulang ke kostanku. aku melirik lagi ke arah cewek tadi dan ku lihat dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di antara lututut yang diangkat ke atas tempat duduk di Halte itu lengkap dengan tangan yang di silangkan di depannya. dan aku mendengar sergukan,yang membuatku yakin bahwa dia sedang menangis. kenapa dia menagis? Aku juga tidak tahu,dan kukira aku tidak punya hak untuk menanyakan itu. Jadi,aku langsung pulang(masih gerimis),dan berjalan menuju JPO. dari atas JPO aku mencoba menengok ke arah Halte dan aku melihat cewek itu masih ada di sana dan masih dengan gaya yang sama. Sebenarnya aku penasaran,kenapa dia menangis?. Ah..entahlah..Semua orang punya masalahnya masing-masing termasuk perempuan itu.
Sesampainya aku di kost,langsung ku rebahkan badanku ke atas kasur, masih dengan sepatuku,dan pikiran yang masih penasaran dengan apa yang kulihat tadi..kucoba untuk melupakan itu,dan bergegas ke kamar mandi,kemudian aku mandi dan mengganti pakaianku.aku mengecek nasi di ricecooker dan masih ada,cukup untuk makan malam ini. Kuambil dompet di saku celana kerjaku,dan keluar dari kamar kost,untuk membeli sesuatu di depan lorong untuk lauk malam ini. Saat berada di depan jalan besar,Aku berjalan ke arah tempat kerja,yaitu di bawah JPO yang tadi ku lewati saat pulang aku melihat ke arah depan Mall di seberang jalan, dan aku sangat terkejut karena cewek yang tadi masih ada di sana...dan itu membuat aku semakin penasaran..apa dia menunggu seseorang? Tapi dia tidak kelihatan sedang menunggu.kenapa dia tidak pulang? Dan kulihat wajahnya memandang ke depan dengan tatapan kosong,dengan raut muka yang sangat sedih. Seandainya aku tidak pemalu,mungkin aku sudah kesana dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi , tapi itu tidak ku lakukan. Setelah membeli sate ayam di situ, aku berjalan pulang kembali ke kost ku. Ku lihat jam dan sudah pukul 18.30 dan cewek itu sudah ada disana sejak sekitar pukul 16.20 jadi,kurang lebih 2 jam dia duduk di situ..Aku harus jujur, aku sangat penasaran, bukan karena aku selalu peduli terhadap orang lain,bahkan menurut orang² di sekitarku, aku orang yang sangat cuek,dan itu betul. Dan mungkin karena itu,sekarang aku tidak punya pacar.mantan ku ada satu dan satu²nya waktu SMA namanya Sita, dia tetanggaku di kampung. Tapi kami putus dua bulan setelah aku ada dikota ini karena dia tidak mau LDR,dengan alasan,Aku jarang ngasih kabar...dan menurutku itu konyol. Maaf seharusnya tidak usah ku ceritakan itu. tapi,itulah Aku. sangat cuek,dan kamu harus percaya.
tapi kenapa sekarang aku pusing dan terus memikirkan apa yang ku alami sore tadi? bukankah aku bisa saja cuek seperti biasanya dan melupakannya??
Aku sangat yakin semua itu terjadi karena cewek tadi sangat cantik aku tidak melebih²kan tapi,menurutku dia adalah wanita tercantik yang pernah ku lihat secara langsung,dan jika kamu yang mengalaminya sendiri, (yaitu jika kamu laki-laki dan tidak dalam gangguan jiwa atau mungkin kelainan seksual)bertemu dengan seorang cewek cantik dengan keadaanny itu,kamu pasti akan mengalami apa yang ku alami sekarang.yaitu,di penuhi pertanyaan dan rasa penasaran yang sangat.apakah Dia baik-baik saja? Apa dia sedang sedih? Tentu saja. apakah dia lapar? Mungkin. Apakah dia masih di sana?. Semoga tidak di ganggu oleh preman. Atau apakah dia sudah pulang? Muda-mudahan. Semua pertanyaan ini terus memenuhi kepalaku selama itu dan aku terus memikirkan itu sambil makan, dan kamu sudah tahu apa yang ku lakukan selanjutnya dan kamu bisa membaca dari awal lagi kalau mau.
__ADS_1
Pertanyaan yang terakhir yaitu Apakah dia sudah pulang? Akan ku jawab besok karena sudah larut,dan pintu pagar kost sudah tutup karena sudah pkl 22.44 dan besok aku harus bekerja.jadi, aku akan tidur,dan sampai jumpa besok.
***