Lalui Bersama

Lalui Bersama
#13


__ADS_3

Aku tersenyum melihat Nadin yang seperti itu. Tapi ku abaikan dan terus masuk kedalam kamar. Aku berjalan sambil bersiul dan meliriknya. Dia melihatku sebentar kemudian fokus lagi dengan Handphonenya. Aku mandi dengan mode cepat darurat kemudian kembali ke ruang tamu untuk menemui Nadin. Nadin sedang menelpon saat Aku datang. Aku duduk di sampingnya,mengambil HandphoneKu sambil mendengarkan Nadin yang sedang menelpon.


"iyya...aku baik-baik aja kok...Nanti mau kerumah pak RT..iyya..harusnya sih udah kesana sekarang...tapi nungguin Randa ke rumah pacarnya dulu"Aku trrkejut mendengar itu ku lihat Nadin sebentar yang menelpon seolah-olah Aku tidak ada di situ. kemudian Aku tersenyum dan terus mendengarkan Dia menelpon. "...ihhh..ya nggak lah...iyya udah datang..Oh iyya..Oke-Oke..nanti nelpon lagi ya...bayabay.."kemudian Dia menutup teleponnya.


"ekhm.."Aku batuk pura-pura. hanya untuk memberitahu Nadin kalo Aku ada di situ. sebenarnya sih Dia sudah tau.


"hey..udah mandi?"kata Nadin dan langsung melihat ke arahku.


"iyya udah..maaf agak telat soalnya tadi ke rumah Sita dulu..ngantarin kunci motornya yang ketinggalan."


"ohh..kita ke rumah pak RT sekarang?"


"Aku sama Sita udah gak pacaran."Aku mengatakan itu karena mengingat pembicaraan Nadin di telepon.


"Aku harus tau itu?"Kata Nadin dan melihatku dengan tatapan yang tidak bisa ku jelaskan. Nada bicaranya pun sepertinya ada yang aneh.


"Yaa..gak juga sih tapi.. supaya Kamu jangan kasi info yang salah aja kalo lagi Nelpon hahaha."Aku bicara sambil tertawa karena melihat situasi yang kayaknya semakin tidak sesuai dengan yang ku harapkan.


"ohh..Maaf kalo kamu dengar Aku ngomong sama Sinta tadi." Nada bicaranya semakin Tidak enak di dengar.


"ehh..gak apa-apa Kan kamu mungkin gak tau"Aku semakin panik menghadapi keadaan yang demikian.


"Iyya nih surat keterangannya.. kamu aja yang ke sana Aku gak bisa..lagi sakit perut . nih.."kata Nadin dan menggeser kertas yang ada di depannya sedikit kasar menurutku. Aku jadi semakin bingung dan kalau boleh jujur,Aku sedikit Takut. Nadin langsung berdiri,dan melangkah dengan cepat ke kamarnya. Dia masuk lalu menutup pintu. Aku langsung berdiri dan hendak mengejarnya tapi Aku terlambat. Di depan pintu kamar yang sudah tertutup Aku berdiri dan mengetuk pintu.


"Nadin kamu kenapa? Ada masalah apa?"Aku bertanya karena bingung dengan Nadin yang tiba-tiba seperti itu."Kalau Kamu sakit,kita ke rumah sakit yuk?"


"Aku gak apa-apa..Kamu ke rumah pak RT aja.."kata Nadin dari dalam Kamar


"Tapi kita kan mau kesana sama-sama Din.."Suaraku sedikit ku lembutkan


"Lagi sakit perut Gak bisa"katanya.


"Aku boleh masuk?"kutanya Nadin.


"ini rumahmu..terserah mau masuk ke ruangan mana aja..tapi kan kamu mau ke rumah pak RT. udah sana nanti telat..Aku gak apa-apa kok"kata Nadin lagi. Aku masih berusaha berbicara tapi sudah tidak ada jawaban dari dalam.

__ADS_1


Akhirnya Aku ke rumah pak RT sendirian.


Di jalan,Aku berkendara sambil terus menghayal dan berpikir tentang kejadian tadi. Ada apa dengan Nadin?. Aku berhenti di bawah pohon mangga mengingat pesan polisi saat Aku membuat SIM,bahwa tidak boleh berkendara sambil menghayal.


Aku terus memikirkan Nadin yang tiba-tiba tidak mau ikut denganku ke rumah pak RT. Apakah Nadin marah karena Aku terlambat, dan sekarang sudah terlalu malam untuk ke rumah Pak RT? Kurasa Iya tapi kayaknya bukan cuma itu. Apakah Nadin cemburu kalau Aku ke rumah Sita? Tapi kan Aku sama Nadin belum terikat suatu hubungan selain pertemanan. Tapi kalau memang iya,bukankah sudah ku jelaskan? kalau Sita adalah mantanku, dan kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.Setelah beberapa menit Aku di situ,Aku baru menyadari satu Hal. Bahwa dari tadi pagi,memang sudah ada yang aneh dengan Nadin. Aku ingat saat dia kesal karena Aku tidak membawa info dari rumah Pak RT.


Aku akhirnya ingat bahwa tadi,Nadin datang dengan membawa kantong pelastik putih berisi Pembalut. Jadi, Aku menyimpulkan bahwa Nadin hari ini memang sedang sensitif karena sedang menstruasi, dan Aku sudah salah dengan Mengajaknya bercanda dan mengatakan Hal-hal yang semakin membuatnya emosi. dan akhirnya Nadin Marah, dan tidak mau ikut ke rumah pak RT malam ini.


Setelah mendapat jawaban,Aku sedikit legah dan menyesal mengingat kembali pembicaraan ku dengan Nadin. sebelum berangkat seharusnya Aku tidak usah berbicara seperti itu ke Nadin. Tapi semuanya sudah terjadi, dan tidak mingkin bisa di ulang. Sampai kapan Nadin akan seperti itu? Semoga tidak lama. Aku akan minta maaf dan semoga Nadin mau memaafkanku. kunyalakan lagi motorku,dan Aku meneruskan perjalanan ke rumah pakRT. Di sana,Beni sudah menungguku di teras Rumahnya.


"Kok lama bangat sih Ran?"Beni bertanya saat Aku audah sampai dan berdiri di depannya.


"iyya Tadi ada urusan sebentar jadi,mandinya agak telat."kataku menjelaskan."pak RT ada?"


"Iyya ada..ayo masuk..tunggu Aku panggil."kata beni. Lalu masuk ke dalam Rumah."Pak Rt..!! Ada tamu.."


Tak lama kemudian Ayahnya beni Datang dan Mempersilahkan Aku duduk. Aku menyerahkan surat keterangan kepadanya. Lalu kami ngobrol. Tapi tidak lama, karena Beni langsung mengajakku ke lapangan Bola. Katanya Rinto sama Pyan menelpon dan sudah ada di sana dari tadi menunggu Kami. Lalu Kami pamit ke Ayahnya Beni untuk pergi ke lapangan.


"jangan Keluyuran yah..cepat balik"kata Ayahnya Bwni saat kami audah mau pergi.


"iyya sebentar kok Pak"kata Beni.


"Iya kalian Hati-hati..jangan lupa cepat Balik"


Aku dan Beni menuju ke motor dan bersiap untuk pergi. "Nadin gak ikut kesini Ran?"tanya Beni saat Kami sudah ada di dekat motor.


"Iyya dia lagi Dapet..biasa cewek.."


"hahaha...ohh..yaudah yuk?"


"Ayok.."


Kami sampai di lapangan Bola. Kami langsung menemui Rinto dan Pyan yang sudah menunggu Kami. Di lapangan, ku lihat ada banyak sekali orang yang datang untuk juga nongkrong di situ. Ada yang datang dengan teman,pacar,dan ada juga yang datang membawa ibu temannya untuk dibantu mencari anaknya. Kami berempat masuk ke salah satu warung kopi yang ada di situ. Lalu kami memesan kopi dan beberapa gorengan. Kami ngobrol panjang lebar. Bernostalgia tentang kenakalan kami di SMA. Kami semua tertawa mengingat bagaimana dulu di SMA Rinto dan Beni pernah berkelahi gara-gara memperebutkan Sita yang akhirnya jadi Pacarku setahun kemudian. Perkelahian itu hampir merusak persahabatan Kami. Kami terbagi menjadi Dua Aku sama Beni, Rinto sama Pyan. Mereka juga dari RT yang sama. Tapi perselisihan itu tidak lama karena kami harus bersatu untuk melawan anak-anak dari kampung sebelah yang kedapatan mencuri semangka dari kebun salah seorang warga di kampung kami.


Kami ngobrol di warkop itu sampai hampir tengah malam. Lalu kami semua sepakat untuk pulang ke rumah masing-masing karena memang sudah mengantuk.

__ADS_1


"jangan lupa yah Ran.. tanggal 26 kamu harus datang."kata Rinto saat kami sedang berjalan menuju motor sebelum kami berpisah. Yang di maksud oleh Rinto adalah hari Ulang Tahunnya.Dia mau merayakannya dan mengundang Kami semua untuk datang.


"Iyya..Aku pasti datang kok"kataku.


"ohh iyya jangan lupa Ajak... Siapa namanya? "maksud Rinto Nadin tapi mungkin dia Lupa.


"Natan..hahaha"kujawab sambil ketawa


"haha..Nadin..iyya ajak dia juga biar bisa kenalan."kata Rinto setelah mengingat nama Nadin.


"truss besok-besok kita ngapain yah..biar bisa ngumpul dan seru-seruan.."kata Pyan.


"bikin Acara yuk?"usul Beni.


"kan Nanti di acara ulang tahunnya Rinto."ku jawab.


"maksudnya biar besok-besok kita bisa ngumpul lagi Rame gitu.."kata Pyan.


"gimana kalo kita gangguin anjing pelacaknya pak Yohan biar Rame.."kataku karena ingat pernah melakukannya dulu dan anjing itu lepas lalu mengejar kami.


"hahaha..kasihan si Rinto gak kuat lari Dia.."Kata Pyan. Karena di antara kami berempat memang cuma Rinto yang badannya Gendut. Sedikit info, Rinto anak orang paling Kaya di kampung ini nama Ayahnya Pak Jhony dia punya perusahaan Tahu dan mempekerjakan banyak orang di kampung Kami termasuk Ayahnya Pyan. Tapi Rinto baik dan tidak sombong. Dia juga mau berteman dengan Kami dari SMA, karena Kami selalu membantunya jika Ada yang mengganggunya.


"hahaha yang itu gak usah..Gini aja... besok malam kalian ke Rumah kita bikin Acara.. bakar ikan sambil main kartu" Kata Rinto kemudian


"wah mantap tuh"kata Pyan.


"Dapat ikan dari mana?"tanya Beni


"dari laut Arab hahaha"kujawab sambil tertawa.


"hahaha.."semua ketawa.


"Aku yang tanggung Ikan.."kata Rinto. Seperti biasa Dia memang selalu mentraktir kami. "tapi kalian yang tanggung sabut kelapa"


"oke.. gampang kalo sabut nanti Aku yang bawa."kata Beni.

__ADS_1


Setelah kami sepakat untuk bertemu lagi besok malam di rumah Rinto,kami juga sudah sampai di motor. lalu kami semua berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.


Sampai dirumah Aku langsung masuk ke dalam Kamar. Kayaknya semua Orang sudah tidu karena Aku tidak melihat siapa-siapa saat masuk ke Rumah. Ku lihat ke arah jendela,cahaya dari sebelah masih menyala. Ku intip sebentar,tapi tidak melihat ada orang di sana. Ku matikan lampu kamarku, kemudian merebahkan badanku ke kasur, dan tak lama setelah itu cahaya di jendela juga sudah tidak menyala lagi. Aku tersenyum sebentar karena mengingat apa-apa yang sudah terjadi. baik hari ini maupun yang sudah lama yang sama-sama tidak akan bisa di ulangi. Lalu Aku mengantuk dan tidur.


__ADS_2