Lalui Bersama

Lalui Bersama
#14


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku. Pagi ini Aku bangun lebih cepat dari biasanya. Aku bangun kira-kira jam setengah enam atau jam enam Aku lupa. Aku cuci muka,dan bergegas keluar dari Kamarku. Aku langsung ke dapur,mengambil air di meja makan untuk ku minum. Di dapur, kulihat Ibuku dan Nadin sedang memasak sesuatu.


"selamat pagi."ku sapa mereka.


"pagi.."ibuku yang menjawab.


"Bu..saya ke kamar dulu yah.."kata Nadin ke ibuku. Dia tidak menghiraukan salamku. Aku tersenyum melihat itu.


"iyya Nak silahkan."kata ibuku.


"Selamat pagi Din.."ku sapa Nadin saat Dia Melintas Di depanku.


"Iyya pagi"katanya dan langsung pergi.


"Bu..Nadin kenapa sih?"ku tanya ibuku dengan sedikit berbisik setelah Nadin pergi.


"Kenapa gimana? Maksudnya?"kata ibuku sepertinya Dia terkejut. Dan tidak mengerti dengan pertanyaanku.


"Dia jadi Cuek bu ke Randa"


"kalian bertengkar yah..?"


"nggak kok..gak tau tiba-tiba aja Dia begitu..tadi malam Nadin gak mau saat Ku ajak ke Rumah pak RT..truss Dia kayaknya gak mau ngomong ke Randa."


"yaa kamu tanya dong ke Nadin..masalahnya apa..kalo kamu memang ada salah,yaa minta maaf"


"iyya bu nanti Aku coba ajak Nadin bicara"


Setelah ngobrol dengan Ibu,Aku kembali ke meja makan membuat segelas kopi,Lalu Aku pergi ke teras depan rumah untuk merokok. Motornya Sita masih ada di halaman berarti dia belum berangkat kerja. Dan tak lama kemudian Sitapun muncul. "Selamat pagi Randa.."Dia menyapa saat melihatku.


"hay Sita..Selamat pagi..mau berangkat kerja?"Aku bertanya basa-basi.


"Iyya.."jawabnya. Lalu menyalakan motornya,untuk memanaskan mesin,kemudian Dia berdiri di situ.


"Mampir dulu..masih pagi bangat nih.."


"Harus buru-buru..soalnya mau singgah dulu di rumah teman"


"singgah di sini aja..kan Aku juga temanmu hahaha.."


"teman kerja.."kata Sita dan tersenyum melihatku."Aku jalan dulu yah.."

__ADS_1


"oh iyya hati-hati..semangat kerjanya.."


"iyya makasih".kemudian Sita pergi.


Aku masuk ke dalam rumah,terus ke dapur untuk menyimpan gelas. Di dapur Aku melihat Ibu dan Nadin masi sibuk dengan masakannya. Tadinya Aku mau mengajak Nadin bicara tapi tidak jadi,mengingat Nadin yang mungkin masih tidak mau bicara padaku. Aku memilih untuk pergi. Aku akan menunggu sampai Nadin manjadi Normal kembali dan bisa di ajak bicara.


"Randa...Aku mau bicara sebentar"Kata Nadin saat melihatku sudah meletakkan gelas dan akan pergi.


"ohh iyya ada apa Din..mau bicara di sini?"Aku langsung berbalik dan melihat ke arah Nadin. Ibuku sepertinya tidak mau bicara Apa-apa dan sengaja langsung pergi ke tempat Cuci piring.


"Di kamar" kata Nadin sambil melangkah pergi ke kamarnya. Aku ikut dari belakang.


"ada apa Din?"Aku bertanya saat sudah ada di dalam Kamar. Aku duduk di kursi,Berhadapan dengan Nadin yang duduk di pinggir Rosban.


"Aku malu Ran.."


"Malu kenapa?"


"Malu dengan sikapku yang kaya anak kecil..tadi malam harusnya Aku gak kaya gitu ke Kamu.."


"hmm..Gak usah di pikirin..Aku ngerti Kok mungkin kamu memang lagi bayak pikiran dan seharusnya Aku gak ngomong sembarangan yang membuat kamu makin emosi."


"Aku benar-benar minta Maaf Ran..Kamu udah baik bangat sama Aku tapi.."ku lihat ada air mata di pipinya.


"Kamu gak marah kan sama Aku Ran?"


"Yaa nggak lah..Aku malah mau minta maaf Karena telat berangkat ke rumah pak RT dan sudah ngomong hal yang gak penting, yang membuat kamu jadi marah tadi malam"


"terima kasih Ran.."


"iyya udah..jangan Nagis lagi..Aku udah boleh ke luar kan?"Aku berdiri dan memberanikan diri mendekat dan menghapus air matanya Nadin dan mengusap kepalanya. Nadin menatapku lalu berdiri dan langsung memelukku. Jantungku saat itu,Tidak usah ku jelaskan bagai mana keadaannya.


"maaf Ran.." kata Nadin pelan dan masih menangis di pelukanku.


"iyya gak apa-apa..Aku juga minta maaf.."


"kamu gak salah Ran..gak usah minta maaf"kata Nadin dengan suara yang masih di sertai isakan.


"udah jangan nangis lagi..Aku jadi gak enak.."kataku dengan suara yangku lembutkan dan mengusap punggung Nadin pelan. Nadin kemudian melepas pelukannya. Aku membersihkan wajahnya yang berlinang air mata."Senyum dong.."kataku lagi sambil senyum menatap Nadin. Nadin senyum sebentar."wahh..kok sebentar sih pelit amat"


"udah.. sana... Aku mau mandi.."kata nadin. Oh iyya Aku lupa menuliskan bahawa semua kamar di rumahku sudah lengkap dengan kamar mandi dan toilet.

__ADS_1


"senyum lagi dong.."kataku dan masih berdiri di situ.


"kan udah tadi..aku mau mandi dulu Ran."


"Aku disini aja ah..nungguin kamu mandi dan ganti baju hahaha.."Aku kembali duduk di kursi itu.


"Hey..!! gak boleh"kata nadin seperti teriak dan hampir tertawa tapi di tahan."gimana kalo senyumnya Aku ganti"katanya lagi. Kemudian Nadin sudah berdiri di depanku.


"ganti apa? Aku cuma mau liat kamu senyum sekali lagi"kataku tersenyum melihatnya. Tapi dengan tidak kusangka-sangka, Nadin langsung mencium pipiku. Aku sangat-sangat terkejut dengan itu ahh..wajahku pasti merah. Aku mau bicara tapi telunjuk nadin sudah ada di bibirku.


"itu gantinya..sekarang kamu udah boleh keluar dari sini. Aku mau mandi.."kata Nadin dan dia tersenyum memandangku yang hanya melongo dan tidak tahu harus bagai mana.


"Oke..aku ke dapur dulu mau lapor ke ibu"kataku lalu berdiri dan melangkah ke arah pintu."Aku mau bilang ke ibu, kalo ada orang yang udah nyium pipi Anaknya"


"hey..!! Gak usaah..hahaha.."kata Nadin sedikit berteriak dan langsung menagkap tanganku dari belakang. Aku berbalik.


"kenapa..?siapa suruh.. Nyium anak orang sembarangan.."kataku seakan tidak terima padahal senang,dan menahan untuk tidak ketawa.


"siapa juga yang suruh kamu gak mau ke luar"


"tapi kan..gak harus nyium"kataku lagi."jadinya gak adil dong buat aku"


"jadi, solusinya gimana?"tanya Nadin.


"yaa gampang sihh..kan tinggal.."kataku dan langsung mencium juga pipinya Nadin yang berdiri di depanku. "nah..sekarang adil hahaha"


"ihhh..modus..bilang aja emang mau nyium Aku.."kata Nadin sambil mencubit perutku."gak usah bawa-bawa keadilan"


"hahaha...yang mulai kan kamu..udah Aku ke luar yah.."kataku lalu membuka pintu dan akan ke luar.


"gak usah lapor yah!!.."kata Nadin berbisik sambil tersenyum sebelum Aku ke luar dari Kamar.


"Ya nggak lah..gak mungkin"kataku dan juga tersenyum.


"tuh kan Modus...hahaha"


Dari kamar Nadin, Aku langsung menuju ke kamarku di dalam aku melompat-lompat dan meninju-ninju ke udara seperti orang yang ke setanan lalu Aku merebahkan badanku ke kasur dan mengambil bantal untuk menutup wajahku dengan itu. "Apa itu tadi?" Kataku dalam hati. Aku betul-betul tidak tahu apa yang sedang ku rasakan.


Aku membangunkan badanku lalu menuju kaca cermin di lemariku. Di sana kulihat bayanganku. Aku menyentuh pipiku yang tadi di cium oleh Nadin. Mungkin untuk sebagian orang,itu hal yang biasa saja, tapi Bagiku itu adalah Hal yang sangat luar biasa yang pernah ku alami.


Dulu saat pacaran dengan Sita,seingatku Dia tidak pernah mencium Aku duluan. Kalaupun kami melakukannya itu pasti karena Aku yang memulai. Bukannya mau membanding-bandingkan, tapi yang tadi itu sangat luar biasa. Dan satu hal luar biasa lainnya adalah Nadin yang Malah duluan minta Maaf padaku. Bagiku itu adalah suatu kejadian yang sangat langkah di tahun 2020(cewek minta maaf duluan). Dan Aku mengalaminya sendiri.

__ADS_1


Apakah yang tadi itu..sudah bisa di katakan CINTA? Aku tidak tahu. Tapi mungkin juga bisa dikatakan bahwa itu hanya tanda persahabatan yang di tunjukkan oleh Nadin tapi di tanggapi sedikit berlebihan olehku. Ahh..Aku tidak mau memikirkan itu. Yang terpenting sekarang adalah Aku sangat senang. Senang karena Nadin sudah mencium pipiku dan begitupun sebaliknya. Senang karena Nadin sudah mau bicara lagi padaku. Itu semua sudah cukup untukku, dan membuat Aku kembali bersemangat dan merasa yakin bahwa keputusanku untuk pulang ke kampung bersama Nadin adalah keputusan terbaik yang pernah Aku pilih dan sedang Aku jalani sekarang.


...***...


__ADS_2