Lalui Bersama

Lalui Bersama
#10


__ADS_3

Setelah makan malam,kami kembali ke Ruang tamu. Nadin minta izin untuk mengganti pakaianya. Ibu menunjukkan Kamar tamu untuknya. Aku Ikut dan membawa Tas Nadin ke dalam kamar,kemudian kembali duduk di Kursi ruang tamu bersama Ayah dan Ibu.Rama sudah pergi entah kemana dengan motornya. Aku menebak pasti Dia pergi ke Rumah temannya.


"Randa..Kamu belum Nikah kan Nak?"kata Ayahku. Dengan memajukan badannya ke arahku sedikit berbisik setelah Aku duduk di depannya.ibu hanya tersenyum melihat kami.


"Ahh..Bapak ini..mana mungkin Aku nikah gak ngundang Bapak hahaha..."kataku tertawa melihat tingkah lucu Ayahku.


"suttt.. janga keras-keras nanti di dengar Nadin.." kata Ibuku."Terus Nadin itu kamu bawa kesini? coba jelaskan"katanya lagi.


"nanti aja Buk kita tunggu Nadin dulu gak baik ngomongin orang yang lagi gak ada di tempat"kata ayahku tersenyum.


"terus tadi Bapak ngapain hah?"Kata ibuku sambil mencubit perut ayahku.


"hahaha..gak sengaja..penasaran aja hahaha.."kata ayahku tertawa dan menghindar dari Tangan Ibuku.lalu mereka kembali duduk karena Nadin sudah berdiri di depan pintu kamarnya melihat ke arah kami. Ku lihat Nadin tersenyum melihat tingkah Ayah dan ibuku.


"Sini duduk Din.. Ayahku mau ngomong nih."kupersilahkan Nadin Duduk.


"oh..Iyya"kata Nadin lalu cepat-cepat datang dan duduk di sampingku.


"eehh..santaj aja..nanti Nadin jadi takut"kata Ayahku.


"Iyya kayak mau di interogasi aja"kata Ibuku lalu berdiri dan pergi ke belakang."Ibuk ke belakang dulu yah..mau ngeberesin"katanya sebelum pergi.


"jadi begini..Saya cuma mau nanya ke kalian..gimana yah ngomongnya?"kata Ayahku seperti berpikir sebentar.."kalian...pacaran?."ayahku bertanya.


"Tidak Pak..Nadin ini temanku di kota."kataku ke Ayahku.Nadin cuma diam meihat ke arahku.


"Gini Randa..terus terang..Bapak sedikit terkejut dengan Kamu yang datang tiba-tiba terus membawa Nadin. Mungkin kamu bisa menjelaskan supaya Bapak gak penasaran aja..dan Nak Nadin jangan tersinggung yah..Bapak cuma mau tau aja kok."Kata ayahku menjelaskan dengan melihat kami bergantian.

__ADS_1


"Iyya Saya mengerti Pak..boleh Saya yang menjelaskan?"kata nadin minta Izin ke Ayahku.Ibu juga sudah datang dan duduk lagi di tempatnya.


"Ohh..Iyya gak apa-apa Silahkan.."Ayahku mempersilahkan Nadin berbicara.


"Jadi gini Pak..Sebenarnya Saya sedang ada Masalah besar dengan keluarga Saya yang mohon maaf..Saya belum siap untuk mengatakan ke Bapak sama Ibuk..."kemudian Nadin menceritakan bagai mana kami bertemu dan akhirnya berteman Dan kemudian memutuskan untuk ikut dengan ku ke kampung."..yah sekalian menenangkan pikiran juga.."Nadin mengakhiri penjelasannya.


"yaa..Bapak sepertinya mulai paham sekarang..tapi Bagaimana dengan ke dua Orang tuamu Nak? Mereka mungkin nyariin kamu?"kata ayahku lagi.aku hanya diam,dan menyerahkan sepenuhnya ke Nadin untuk menjelaskan.


"Ibu Saya ada di kota lain Pak sama suaminya dan Ayah pergi entah kemana saat Saya masih Kecil.."Nadin menjelaskan lagi.


"Yah sudah..Bapak sudah mengerti sekarang..Kalau Kamu merasa nyaman untuk disini sama Randa,kamu boleh tinggal dan anggap seperti di Rumah sendiri. Kalau Kamu ada keperluan jangan sungkan-sungkan untuk minta tolong ke Bapak,Ibuk,juga Randa sama Rama. Bapak juga tidak ada Anak perempuan. Mungkin dengan adanya Nak Nadin, Bapak sama Ibuk bisa merasakan juga punya Anak perempuan di Rumah kami yang sederhana ini."kata Ayahku."Iyya kan Buk?".Ibuku hanya mengangguk dan tersenyum melihat Nadin.


"Terima kasib Pak,Buk..Saya sangat berterimakasih untuk kebaikan Bapak sama Ibuk yang sudah mau menerima Saya di Rumah ini."kata Nadin ku lihat Dia menangis.Ibuku berdiri dan mendekati Nadin lalu memeluknya.


"Sudah.. Nadin gak usah nangis..Nanti cantiknya hilang..Ibuk sama Bapak Gak mau loh..punya anak perempuan yang Jelek"kata Ibuku mencoba menghibur dan mengusap punggung Nadin.


Kami semua tertawa mendengarnya. Itulah Ayah dan Ibuku yang selalu tenang dalam menghadapi masalah apapun itu. Aku sangat bersyukur untuk itu. karena dari mereka aku belajar untuk selalu tenang dan berpikiran positif dalam menghadapi semua masalah.


Setelah itu kami berbincang-bincang cukup lama kemudian satupersatu menyerah pada mata yang mulai mengantuk.Ayah dan ibuku pamit karena sudah sangat mengantuk dan masuk ke dalam untuk tidur. Aku dan Nadin masih duduk di ruang tamu sampai Rama pulang.Kami bertiga duduk dan bercerita.


"Tadi Kak Beni nanyain Kak Randa"kata Rama di tengah pembicaraan.


"Kamu bilang kalo Kakak pulang?"kutanya Dia.


"Iyya.. trusa Dia bilang mau ke sini besok"


"Beni siapa Ran?"Nadin ingin tahu siapa beni.

__ADS_1


"Beni itu sahabatku.dulu kami sama-sama di kota. tapi dia pulang duluan ke kampung karena di PHK,gara-gara Corona."kujelaskan ke Nadin siapa Beni.


"Aku masuk duluan yah..Aku mau tidur soalnya besok mau sekolah"Rama pamit ke Kami karena mau tidur.lalu Dia masuk ke dalam.


"kalau...Sita?"tanya nadin saat Rama sudah pergi.


"oh kalau itu Tetangga tuh rumahnya di Samping."


"Asyik dong..punya pacar tetangga hahaha.."


"Mantan Din...itu dulu waktu masih SMA"


"Owh..Gak nutup kemungkinan kan kalo kalian..hahaha..udah aku mau tidur ngantuk..dada..aku masuk duluan yah"kata Nadin sambil ketawa dan lalu Melangkah pergi.


"ahh..ada-ada aja..."kataku ke Nadin


"Cieee....kok Salting hahaha.."kata Nadin dan berlari ke kamar karena Aku berdiri.


"udah sana tidur. Awas kamu yah."kataku pura-pura marah.


Aku masuk ke kamar ini dan mencoba tidur dengan merebahkan badanku. Tapi Aku tidak bisa tidur Karena cahaya yang kulihat masuk melalui jendela kamarku. Sebenarnya Aku tidak mau menulis ini tapi tidak apa-apa sekalian Nostalgia. tidak lebih kok.Jadi, cahaya itu Adalah cahaya lampu kamar dari tetanggaku. Lebih tepatnya Rumahnya Sita. Dulu saat Aku masih pacaran dengan Sita, kami selalu menyalakan lampu di kamar Kami masing-masing sebagai kode kalau Kami ada di kamar dan belum Tidur. Lalu Kami membuka tirai jendela,dan bisa saling melihat Wajah masing-masing dengan jelas sambil chattingan.sampai salah satu dari kami mengantuk, dan tidur setelah melambaikan tangan dan melempar ciuman jauh dengan dua jari yang di tempelkan ke bibir lalu menunjuk masing-masing ke Arah kaca jendela lalu mematikan lampu.Dan tadi,seperti yang sudah ku jelaskan saat masuk ke kamar,cahaya itu masih menyala.Aku iseng dan membuka tirai jendelaku,dan di sana Aku melihat Sita duduk di balik jendela kamarnya. Saat dia Sadar kalau ada Aku, Dia langsung cepat-cepat berdiri.dan menutup Tirai itu. Aku tersenyum melihatnya. Saat sedang menulis ini Lampu itu Akhirnya Mati.dan Aku melihat Jam di Tanganku sudah pukul 12.14.sepertinya Sita begadang malam ini. Atau memang selalu begitu? Aku tidak tahu.


Ku akhiri ceritaku untuk malam ini.Aku mengantuk Dan mau tidur. Kelanjutannya Aku belum tahu.Aku tidak mau Menebak apa yang akan terjadi besok,dan seterusnya karena Aku bukan Peramal.Jadi akan ku jalani hari-hariku di kampung dengan Adanya sedikit perubahan Keadaan yaitu Nadin yang sekarang tinggal di Rumah ini.


Mungkin ada yang bertanya apakah Aku jatuh Cinta kepada Nadin? Akan langsung ku jawab"Iyya"karena memang,saat pertama kali Aku melihat Nadin di Halte itu,Aku memang langsung tertarik dan saat Nadin setuju untuk Ku tolong di sore itu..Aku Sudah menganggap bahwa itulah titik di mana Aku sudah Jatuh Cinta. Lalu bagai mana dengan Nadin? Apakah dia juga Jatuh Cinta?. Aku tidak mau menebak karena sudah ku katakan tadi Aku bukan Peramal jadi akan Kujalani saja,dan akan berusaha untuk selalu menuliskan apa yang Akan terjadi selanjutnya.


***

__ADS_1


__ADS_2