Lalui Bersama

Lalui Bersama
#6


__ADS_3

Senin,4 Juni 2020 Aku terbangun dari tidur nyenyakku,dengan mimpi indah yang sudah ku lupa.Hari ini, Aku sangat bersemangat karena akan memulai Satu langkah Besar dalam hidupku.suatu rencana yang baru ku pikirkan kemarin dan sudah kuputuskan.yaitu,Aku akan meninggalkan kota ini,dan akan pulang ke Kampung halamanku.


Aku berangkat ke tempat kerjaku,dengan menggunakan motor maticku.sengaja karena nanti rencananya,Aku akan langsung menjemput Nadin ke rumah Sakit.


Di tempat kerjaku sudah ada Ryan,dan Pak Albert.pak Albert adalah pemilik Kaffe,tempat Aku bekerja.setiap senin,dia selalu datang ke Kafe itu untuk melakukan Chekfisik,dan marah-marah sebelum pulang.


"selamat pagi.."ku sapa mereka berdua.Ryan sedang mengatur kursi dan meja pelanggan.sementara pak Albert sedang menulis sesuatu di meja.


"Selamat pagi"mereka melihatku.


"bagus..sudah telat,gak pake seragam lagi.Kau mau pulang kampung Randa?"Kata pak Albert sambil memandangku dengan tatapan yang sangat menyeramkan.Aku sudah siap dengan kata-kata itu.Karena tadi pagi,Aku baru ingat kalau hari ini adalah hari Senin,dan Yang Mulia Albert, Sang pemilik kebenaran (begitu kami memanggilnya saat dia tidak ada di tempat)pasti akan sudah ada di Kafe Sebelum jam 7 untuk menunggu kami,dan mengomel jika ada yang terlambat.makanya, Aku tidak pakai seragam kerja,dan akan bicara dengan pak Albert tentang rancanaku untuk berhenti kerja dan pulang kampung.


"iyya Pak.."kataku mantap,dan tidak takut sama sekali,karena memang aku sudah memutuskan untuk berhenti kerja mulai hari ini.hatiku tertawa melihat perubahan wajah pak Albert.


"maksudmu Ran?"kata Ryan.pak Albert hanya diam dan terus memandangku


"Saya kesini,mau pamit sama Bapak dan Ryan,karena mungkin besok..Saya harus pulang kampung"jawabku sambil duduk di depan pak Albert,di salah satu meja pelanggan.Ryan datang mendekat ke arah kami dan ikut duduk di sampingku.


"coba jelaskan dulu Ran pelan-pelan.."kata pak Albert.


"Saya minta maaf Pak,sudah membuat keputusan tiba-tiba.Saya ada masalah yang harus di selesaikan dan Saya harus pulang ke Kampung."


"masalah apa?"bisik Ryan di dekatku.


"nanti ku jelaskan"ku jawab Ryan dengan berbisik juga.


"Ryan..kamu gak ikut pulang kan?"tanya pak Albert tiba-tiba.


"tidak kok Pak"jawab Ryan


"berarti masih kerja kan?"tanya pak Albert lagi.


"Iyya pak"jawab Ryan.


"Truss ngapain di situ? Istirahatkan jam 12 ya?"kata pak Albert dengan tatapan jengkel ke Ryan.aku hanya bisa tersenyum mendengar mereka.


"ehh..iyya Pak maaf."kata Ryan dan langsung berdiri, dan meninggalkan kami untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Jadi, Kamu mau berhenti kerja..atau kamu mau minta cuti?"tanya pak Albert.


"kayaknya.. Saya berhenti aja pak. karena saya belum tau, kapan Saya bisa balik lagi ke sini."jawabku.


"oke..kalau memang itu keputusanmu.tapi kalau nanti masalahmu sudah selesai dan kamu masih mau kerja di sini,silahkan hubungi Saya..saya akan selalu menerima karyawan hebat seperti Kamu"kata pak Albert.Aku sedikit kaget mendengar itu.karena ternyata pak Albert tidak seburuk yang ku pikirkan selama ini.ternyata Dia tidak seJahat yang di ceritakan Riky padaku waktu pertama kali masuk kerja di Kafe ini,Riky bilang sudah banyak karyawan yang di pecat tanpa alasan yang jelas oleh Pak Albert.buktinya,Dia masih mau menerimaKu,kalau Aku mau kembali Kerja.


"Terima kasih Pak..saya pasti menghubungi Bapak...sekali lagi saya mohon Maaf pak sudah buat keputusan tiba-tiba dan tidak mengabari Bapak terlebih dahulu"ku katakan itu dengan tulus,dan merasa bersalah, karena sudah datang hari ini dengan cara yang kurang sopan.


"Saya mengerti Ran...Saya juga pernah muda kok hahaha..."kata pak Albert Dia tertawa melihatku."nanti gajimu ku transfer ya.."lanjutnya.


"Kan baru 3 hari kerja Pak.."kataku


"Saya tau tapi itukan juga kerja.."kata pak Albert lagi.


"Wah..makasih Pak..kalau gitu,saya mau pamit dulu ya Pak.."kataku ke pak Albert.


"oke..kamu hati-hati ya Ran."


"iyya pak..sekali lagi makasih ya Pak.."


"okok"kata pak Albet"Ryan...telepon si Riky suruh dia masuk nanti siang..bilang Ryan udah gak kerja".kata pak Albert lagi ke Ryan.

__ADS_1


"Iyya pak"jawab Ryan.


"Aku pergi dulu ya Yan..nanti sebelum pulang kampung, Aku pasti ke sini lagi menemuimu"kataku ke Ryan saat aku sudah ada di luar,Ryan ikut untuk mengantarku sekalian buang sampah.


"Okey Bang."katanya." hati-hati ".


"Iyya makasih Yan"


Setelah itu Aku ke luar dari area Mall,dan langsung menuju ke rumah sakit.Aku lega karena sudah pamit ke Pak Albert juga ke Ryan.sampai di Rumah sakit aku langsung masuk ke dalam dan menuju ke ruangan tempat Nadin di Rawat.


"Selamat Pagi"Aku menyapa Nadin.


"Pagi..Heyyy.kamu gak kerja Ran?"tanya Nadin saat melihatku mungkin Dia kaget karena kemarin Aku bilang akan menjemputnya setelah pulang kerja.


"Aku udah gak Kerja Din...kan mau pulang kampung"kataku ke Nadin."jadi,Aku langsung kesini menjemputmu."


"Owhh..Gitu ya..jadi kapan berangkatnya..?"tanya Nadin


"Kalau Kamu udah siap,sekarang juga gak apa-apa."jawabku


"maksudku pulang ke Kampungmu.."kata Nadin.


"Besok bagaimana Kau siap?"aku balik nanya.


"Yess...I'm redy.."jawab Nadin dengan bersemangat


"Okey..Kamu udah bisa pulangkan hari ini.?"tanyaku ke Nadin.


"Iyya tadi Dokter Willyam ke sini..dan Sudah mengizinkan Aku pulang"jawabnya.


"Ya udah yuk keluar..kita cari tempat untuk ngobrol dan sekalian kita sarapan"ku ajak Nadin.


"ok gak usah dandan yah nanti kelamaan Aku dah lapar soalnya"kataku sambil berdiri dan memakai kembali maskerku yang tadi ku lepas.


"Iyya Aku gak usah make up juga Cantik kok hahaha.."katanya sambil tertawa..dan Aku setuju.


"hahaha..Iyya kan Kamu cewek.gak mungkin dong Kamu Tampan.."kataku ikut tertawa.


"hahaha iyya..udah sana tunggu di luar.."


"ok" dan aku keluar dan langsung menuju ke motorku, untuk menunggu Nadin.


Tak lama kemudian Nadin juga keluar.ku berikan Helm padanya, dan Dia memakainya.kunyalakan motor,dan kami meninggalkan halaman rumah sakit.


"Kiata mau kemana?"tanya Nadin saat kami sudah ada di jalan.


"Kita cari tempat makan dulu yuk?"


"Ya udah ayok".


Akhirnya kami sampai di sebuah rumah makan.setelah pesan,kami menunggu di salah satu meja dan kami membahas,tentang rencana Kami untuk pulang ke Kampungku.


"jadi gimana Ran..kamu udah pamit sama boss dan teman-temanmu.."Nadin membuka percakapan.


"Udah tadi,sebelum ke Rumah sakit..Kalau kamu,Udah nelpon Sinta?"kutanya Nadin


"Iyya sudah..tadi malam.."jawabnya.


"Dia bilang apa?"ku tanya lagi.

__ADS_1


"Dia kaget...dan awalnya Dia melarangku,dan malah ngajak Aku tinggal di Rumahnya..tapi Aku nolak dan bilang gak enak karena Kamu Udah terlanjur keluar dari pekerjaan mu..dan akhirnya Dia mau ngalah dan izinin Aku untuk ikut kamu pulang ke Kampung"jawab Nadin menjelaskan."ehhh..Dia nelpon.tunggu ya.."maksudnya Sinta nelpon.


"halo..iya Beb...tadi pagi...ini sama Randa lagi makan..hahaha apaan sih...Iyya boleh..nanti aku sharelok ya...ok beb Aku tunggu ya...by".kata nadin saat Nelpon."Sinta mau ke sini"kata Nadin."kita nunggu bentar gak apapa?"


"iyya gak apapa kok"jawabku.


Selesai makan kami masih nunggu Sinta yang katanya mau datang ke tempat kami makan.tak lama kemudian Sinta datang.


"Hay...Aku kelamaan ya.."kata Sinta sambil membuka maskernya dan duduk dengan kami.


"Tidak Kok..kamu mau makan? Kami udah makan soalnya"kataku ke Sinta


"ahh..tidak tadi Udah makan kok"jawabnya


"yaudah pesan minum aja."kata Nadin


"boleh..Mas..mau pesan dong"kata sinta dan memanggil pelayan yang ada di situ.


Setelah Sinta memesan minuman, kami lajut berbincang-bincang.


"Din..Aku boleh nanya gak?"kata Sinta.


"Mau nanya apa?


"Gini Din..sebenarnya Aku masih gak ngerti sebenarnya Kamu ada masalah apa dengan Keluargamu,sampai kamu mau ninggalin Kota ini,ninggalin Kuliahmu,Ninggalin Aku sahabatmu,pasti itu bukan masalah yang biasa aja kan?kamu pasti ada masalah serius..yang Bahkan Aku sebagai sahabatmu aja gak tau.."kata Sinta dan dia menangis.Aku hanya diam menyimak, dan membiarkan mereka berdua saling bicara.


"Sinta,..Kamu itu sahabatku satu-satunya aku gak mau Kuliahmu malah ikut terganggu gara-gara masalah yang gak perlu Kau ikut campur dalamnya"kata Nadin


"Tapi itulah sahabat Din..bukan senangnya doang kita sama-sama.susahnya juga harus di bagi.setidaknya Kamu ngasi tau apa masalahnya mungkin Aku gak bisa bantu secara langsung,tapi bisa jadi ada Saran dari Aku yang bisa membantumu menyelesaikan ini.Aku mau Kita kayak dulu lagi Din.ke kampus bareng,ke kantin,belajar bareng..Sekarang Aku kesepian Din di Kampus..dan Kamu malah mau pergi.."kata Sinta dan airmatanya mengalir makin deras.


"udah Sin..nati semuanya pasti akan baik-baik aja kok.Aku janji,akan Balik lagi ke sini,dan Kita bisa sama-sama lagi"kata Nadin dan langsung memeluk Sinta.


"Gitu yah.. Din kamu emang gak mau cerita ke Aku..gak apa-apa mungkin Aku emang sahabat yang buruk ya Din"Kata Sinta sambil mengelap air matanya dengan tissue yang ada di meja.


"Aku mau nyari Ayah kandungku Sin...itu aja kok..setelah nanti ketemu, Aku pasti balik lagi ke sini."kata Nadin menghiburnya.


"Truss..yang datang ke kampus nyari kamu..om...Herman? Itu siapa? Dia bilang kalo Dia Ayahmu"kata Sinta.Aku dan Nadin kaget mendengarnya,dan Kami saling tatap.


"Dia Ayah tiriku Sin.Kamu bilang apa ke Dia?"tanya Nadin ke Sinta.


"Aku kasih alamat Rumah Sakit..Om Herman bilang akan kesana besok hari ini maksudnya...Kamu gak ketemu Din?"jelas Sinta.


"Ehh..Gini Din..Aku cuma mau bilang kalo Herman itu orang jahat..jadi,tolong kalo Dia nanyain lagi tentang Aku Kamu bilang gak tau aja..."kata Nadin ke Sinta.


"Iyya Din..tapi Aku udah ngasi alamat Rumah Sakit ke Om Herman"jawab Sinta.


"gak apa-apa...lagian nggak ketemu kok udah keduluan dijemput sama Randa.tapi kamu janji gak akan ngasih tau ke Herman Aku pergi ke mana..Oke?"


"Oke Din. Aku janji"


"Terma kasih Sin"


"Iya sama-sama.Jadi kapan kalian mau berangakat?"tanya Sinta


"rencananya Kami mau berangkat Besok"Aku yang jawab.


"Gitu yaa..kamu lama gak sih..Din?"tanya Sinta.


"Sebentar kok."jawab Nadin.

__ADS_1


__ADS_2