
Aku dan Nadin tiba di Rumahku sekitar jam tujuh malam.kurang lebih,450 kilometer jarak dari terminal kota dengan terminal yang ada di kecamatan.kemudian masih tiga kilometer lagi dari terminal itu untuk sampai ke Rumahku.perjalanan yang cukup melelahkan melewati jalan beraspal yang sudah bolong di mana-mana.Sekarang,Aku sudah berada di Kamar kesayanganku.Kamar yang sudah ku tinggalkan selama tiga Tahun.Kamarku masih sama saat Aku meninggalkannya tiga tahun yang lalu.sebuah rosban Kayu,Lemari pakaian,Rak buku,dan sebuah meja belajar masih ada di tempatnya.Sekarang pukul 11.43. Semua orang sudah tidur.Aku tidak bisa tidur,dan kemudian Aku bangun duduk di meja belajar ini sambil memutar asap rokok dengan cahaya lampu tetangga di samping rumah,yang tembus ke dalam kamarku melalui jendela. Nadin sudah tidur dari tadi, Dia tidur di kamar Tamu.Ku ambil Laptop dan mulai menulis.
Kami sampai di terminal yang di kecamatan itu sekitar jam Enam sore. Tapi Buss yang membawa barangku belum datang. Setelah ku telepon,tetnyata Buss itu mengalami sedikit kerusakan dan akan datang setengah jam lagi. Aku dan Nadin masuk ke salah satu Rumah makan di depan terminal setelah duduk,Aku memanggil seorang pelayan yang kebetulan lewat mungkin Dia dari luar.
"Kak..mau pesan dong.."Kataku ke pelayan itu.
"Hey..!Randa?..kamu Randa kan?"kata cewek itu dan langsung membuka maskernya dan melangkah ke arah Kami.
Aku sangat terkejut dan tidak menyangka kalau pelayan itu adalah Sita(mantan pacarku)."Hay Sita..iyya ini Aku masak kamu lupa.."kataku mencoba untuk ramah.
"Hahaha..Gak lupa lah..pulang sama siapa tuh?..kenalin dong" Kata Sita.
"Oh..iyya Ini Nadin temanku dari kota,Nadin ini Sita tetanggaku di kampung".aku memperkenalkan mereka satu sama lain.
"Kalian gak bawa Corona kan?hahaha"kata Sita sambil tertawa.setelah saling Berjabat Tangan dengan Nadin.Kemudian duduk di sampingku, yang berhadapan dengan Nadin.
"yaa Nggak lah tadi udah di periksa kok di perbatasan".Aku menjelaskan."Kamu Kerja di sini?"ku tanya Sita.
"Iyya Lulus SMA aku langsung kerja di sini..Kan dekat jadi bisa pulang tiap hari.Gak tega ninggalin Ibu sendiri.."Kata Sita menjelaskan. Sedikit info,Ayahnya Sita sudah meninggal saat Sita masih kelas satu SMA dan Aku waktu itu kelas Dua SMA. Aku dan Sita satu sekolah.setelah Ayahnya meninggal Aku selalu ke Rumahnya mulai sejak Kami pulang dari Pemakaman. Semakin Hari,kami semakin dekat. Berangakat ke Sekolah bersama,Belajar bersama,dan Akhirnya saling jatuh Cinta, dan Kamipun Pacaran.Kemudian Aku ke Kota untuk bekerja, dan Kamu sudah tahu kekonyolan yang sudah ku tulis di Awal cerita ini.
"Oh iyya Aku ngerti..Mau pesan dong.Haus nih."kataku ke Sita.
"Aku udah pulang,tapi balik lagi karena Hpku ketinggalan."Sita menjawab."Rina..nih mau pesan".katanya lagi memanggil temannya yang juga kerja di situ.Kemudian Dia berdiri dan masuk ke Dalam.Aku tebak,Dia pasti mau mengambil Hpnya.
Kami memesan minuman dan beberapa makanan ringan, lalu duduk di situ sambil menunggu Buss yang membawa barangku tiba. Sita gak jadi pulang karena Aku terlanjur memesan tiga minuman.
"Barangmu Banyak?"tanya Sita ke Aku.
"iyya lumayan.."ku jawab.
"Coba kamu telepon lagi Ran Bussnya"kata Nadin kepadaku.
"Gak usah Din nanti juga datang.."ku jawab Nadin.Sambil menyalakan Rokokku.
"Kamu merokok lagi Randa?"kata Sita tiba-tiba seperti akan teriak.kemudian Dia.."eh..maaf.. Aku..gak..eh..anu.."Sita jadi gugup.
"Oh iyya..Sorry..kamu kan Alergi asap Rokok..sorry Aku lupa".kataku dan langsung mematikan Rokokku.kulihat Nadin sedikit bingung melihat Aku dan Sita.sebenarnya Sita tidak Alergi,tapi mungkin Dia reflek dan mengatakan itu karena Dia memang tidak pernah setuju kalau Aku merokok. Sita konsisten dengan itu dan Tidak merokok adalah salah satu syarat untuk bisa jadi pacarnya. Dan entah mengapa Aku menghargai itu,dan langsung mematikan Rokokku.
"Iyya makasih Randa."Kata Sita dan kemudian memandangku."Maaf yah.."
"iyya gak apa-apa.Aku yang harusnya minta Maaf".ku jawab Sita. Dan kemudian kami terdiam cukup lama.sampai Akhirnya...
__ADS_1
"ehh..itu Bussnya sudah datang"kata Nadin sambil menunjuk Buss yang datang. memecah suasana yang tiba-tiba sepi karena kami semua terdiam.
"ohh..Iyya tunggu di sini biar Aku yang ambil"Kataku ke Nadin.Lalu Aku masuk ke dalam terminal untuk mengambil barang-barangku yang ku titip di Buss. Saat Aku kembali,dan sudah membawa barangku,ku letakkan semuanya dekat motor dan masuk lagi ke dalam Rumah makan tempat Kami tadi.
"Gimana..Sudah kau ambil?"tanya Nadin saat Aku sudah sampai di dalam.
"Iyya sudah..Kita lanjut yuk..sebelum Makin Larut"Ku jawab dan mengajak untuk melanjutkan perjalanan.
Kamipun keluar dan Saat kami sampai di motor,Aku jadi bingung bagai mana Aku akan membawa barang sebanyak itu dan di tambah lagi dengan Nadin.
"Nadin biar sama Aku.kamu bawa barang ini aja"Kata Sita,saat melihat Aku sedang bingung.
"Kamu bawa motor Sita?"tanyaku kaget.
"iyyalah...malas naik angkot tiap hari"katanya.
"uda bisa bawa motor sendiri yah.."kataku seperti tidak percaya. Karena saat aku tinggalkan kampungku Sita belum bisa naik motor sendiri. Dia selalu ke sekolah naik angkot,dan kadang-kadang Aku antar.
"iyya Randa..tunggu.Aku ambil motor dulu".kata Sita menjelaskan dan kemudian Dia pergi.
Sita dan Nadin berboncengan di depan ku.Aku menyusul dari belakang dengan tiga kardus yang kususun di depan,dan kopor besar yang ku ikat menggunakan Karet bekas Ban dalam di belakangku.
Saat motor kami sudah masuk ke halaman Rumah, Ku lihat Ayahku sedang duduk di teras depan rumah. Dia sedang mengelap Arloji kesayangannya. Ayahku memang sangat Suka Arloji dan Dia mengoleksi banyak sekali. Sangking sukanya,semua anggota keluarga dalam Rumah Wajib punya minimal satu jam tangan."supaya Kalian Bisa menghargai Waktu.Waktu adalah uang.Jangan pernah menyia-nyiakan Waktu.Waktu terus berputar.Waktu adalah segalanya."kira-kira begitulah sebagian dari banyak kata-kata yang Ayahku katakan jika melihat salah satu dari Kami tidak Menggunakan Jam Tangan.
Saat melihat Kami,Ayahku mengucek matanya seperti mau memastikan bahwa yang datang adalah Aku. Dia memasukkan Arloji itu ke dalam sebuah kotak,dan langsung berdiri menyambut kami.
"Buk..Randa pulang Buk.."kata ayahku sambil menoleh ke belakang memanggil ibuku. Ibuku langsung Lari datang dari dalam Rumah dengan sedikit berlari.
"Kamu pulang Nak?"kata Ibuku saat sudah berdiri di samping Ayahku.
"Iyya Aku pulang"kujawab mereka dan menyalami lalu mencium tangannya.
"Kok nggak ngabarin dulu"kata ibu."truss..ini siapa Ran?".katanya lagi ketika melihat Nadin.
"oh..ini kawanku Buk dari kota..Namanya Nadin" Aku menjelaskan.Nadin datang,lalu menyalami Ayah dan Ibuku sambil menyebutkan Namanya.
"Yuk masuk dulu kita ngobrol di dalam" Kata Ayahku."Sita,ayo sini Masuk"
"Aku langsung ke Rumah aja Om..Nanti Ibu nyariin" kata Sita.
"Gak masuk dulu?"tanyaku ke sita.
__ADS_1
"Gak usah. nanti di cari Ibu"
"yaudah..Makasih ya..Nanti main kesini"kataku Lagi.
"Iyya sama-sama.."katanya.
Setelah Sita pulang,Kami masuk ke dalam lalu duduk di ruang tamu. Aku duduk di samping Nadin,berhadapan dengan Ayahku.Ibu masuk kedalam dan membuat minuman.
"Kok pulang tiba-tiba..Gak ngabarin dulu?"Ayahku membuka percakapan."Kamu gak ada masalah kan Nak?"
"Ya..kan Aku kangen Pak sama Kampungku. Gak ada masalah apa-apa Kok"kujawab Ayahku.
"Setidaknya Kau nelpon dulu Ran."Kata ibuku,yang datang dari dapur membawa baki berisi Kopi.
"ya udah..Aku balik lah ke kota nanti Aku nelpon baru Balik kesini hahaha.."kataku sambil ketawa.
"Nih Anak Di bilangin malah bercanda.."Kata Ibuku sedikit Kesal.tapi langsung senyum saat melihat Nadin."Silahkan minum Nak Nadin"
"Iyya Buk Makasih"kata Nadin.Dia tersenyum melihat Ibuku.
Saat kami sedang ngobrol,dari luar ku dengar suara motor yang masuk dan berhenti di halaman Rumah. Aku menengok ke luar dan yang datang ternyata Adikku Namanya Rama dia Masih kelas tiga SMP.
"Wah siapa itu pak?"katanya saat melihatku.
"Sini.. Salam dulu sama Kakakmu"kata Ayahku.
"Kakak? Oh itu Randa yah Pak?Wah Udah punya isteri ternyata"kata Rama
"Sini Kau..wah..Dah besar Kau yah..naik motor malam-malam."Kataku ke Rama.Dia mendekat lalu duduk bergabung dengan kami.
"Nama isterinya siapa Kak?"kata Rama melihatku sambil tersenyum menahan untuk tidak tertawa.
"Ini temanku Namanya Nadin..Din ini Adikku Namanya Rambo" kataku sambil sedikit tertawa.
"bukan..Namaku Rama Kak"kata Rama cepat sambil menyalami Nadin.kami semua tertawa.
"kita makan malam dulu yuk.Kebetulan Ibuk udah masak"kata ibuku mengajak kami.Kami pun masuk ke Ruang makan dan makan malam bersama dengan tambahan anggota keluarga baru yaitu Nadin.
Nadin sepertinya masih canggung di depan Keluargaku. Tapi Aku Yakin,seiring berjalannya waktu,Nadin pasti akan terbiasa. Kerena keluargaku adalah keluarga yang tidak begitu Formal, dan bisa di bilang sangat santai apalagi dalam menghadapi suatu masalah. Di keluargaku,semua orang berhak berpendapat dan keputusan di tentukan berdasarkan Suara terbanyak. Ayahku tidak pernah mengurusi masalah pribadi anak-anaknya. Kami di bebaskan dalam menjalani Hidup. Hanya satu aturannya yaitu,Harus berbuat baik untuk semua orang. Dan menurutku itu sudah mencakup untuk Kami tidak melakukan tindak Kriminal,dan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Keluargaku tidak terlalu kaya,tapi tidak miskin juga. Ayahku punya Delapan hektare sawah,yang di kerjakan orang. Ayahku juga punya beberapa ekor Sapi dan Kambing. Samentara ibuku,membuka jasa menjahit.dan punya semacam Gardu di depan rumah,untuk melakukan kegiatan menjahitnya. Itulah sedikit gambaran tentang keluargaku. Intinya,Keluargaku adalah keluarga yang selalu berkecukupan dan tidak pernah kelaparan.
***
__ADS_1